Topikseru.com - Lamine Yamal kembali memberikan alasan bagi Spanyol untuk percaya bahwa mereka sedang memiliki pemain istimewa.
Penyerang Barcelona itu mencetak gol cepat ketika Spanyol mengalahkan Republik Ceko 3-1 dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027 di Oviedo, Sabtu (3/10/2026).
Bukan cuma satu gol yang membuat Yamal menjadi sorotan.
Baca Juga:
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente bahkan mulai melihat pemain berusia 19 tahun itu sebagai sosok yang berpotensi masuk dalam jajaran legenda sepak bola.
"Dia sedang menuju untuk menjadi legenda sepak bola sejati," kata De la Fuente seperti dikutip laman UEFA.
Pernyataan tersebut datang ketika performa Yamal bersama Timnas Spanyol semakin konsisten dan La Roja terus melaju sempurna di Grup A3.
Pertandingan baru berjalan enam menit ketika Lamine Yamal membuka keunggulan.
Dia menerima bola, melakukan penetrasi ke area pertahanan Republik Ceko dan melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di pojok gawang.
Gol tersebut menjadi pembuka kemenangan Spanyol sekaligus memperpanjang tren produktif Yamal bersama tim nasional.
UEFA mencatat Yamal mencetak gol pembuka Spanyol dalam tiga pertandingan beruntun di Nations League musim ini.
Setelah Yamal membuka skor, Rodri menggandakan keunggulan pada menit ke-35.
Republik Ceko sempat memperkecil ketertinggalan melalui Jiří Sláma, tetapi Spanyol kembali menjauh setelah Mikel Merino mencetak gol ketiga.
Spanyol akhirnya menang 3-1.
Pemain Barcelona tersebut kini telah mengoleksi empat gol dalam tiga pertandingan.
Catatan itu membuat Yamal berada di puncak daftar pencetak gol sementara Nations League bersama Harry Kane dan Leo Walta, yang juga telah mencetak empat gol.
UEFA mencatat Yamal telah bermain 203 menit dalam tiga pertandingan Nations League dan menghasilkan empat gol serta satu assist.
Angka tersebut memperlihatkan betapa cepatnya pengaruh Yamal berkembang di level internasional.
Dia bukan lagi sekadar pemain muda yang diberi kesempatan oleh De la Fuente.
Yamal mulai menjadi salah satu sumber gol utama Spanyol.
De la Fuente pun tidak menutup kemungkinan tersebut.
Menurut sang pelatih, Yamal memiliki kualitas untuk bersaing memperebutkan penghargaan individu bergengsi tersebut.
Namun, De la Fuente juga memberikan catatan bahwa Spanyol memiliki sejumlah pemain lain yang layak diperhitungkan.
"Itu adalah pandangan saya. Bila dia satu-satunya pemain Spanyol yang bersaing untuk Ballon d'Or, saya akan mengatakan bahwa dia adalah yang terbaik. Namun, ada pemain Spanyol lain dan saya menghormati mereka," ujar De la Fuente.
Komentar tersebut menunjukkan bahwa perkembangan Yamal tidak dilihat secara terpisah dari kekuatan generasi Spanyol saat ini.
La Roja memiliki sejumlah pemain yang menjadi bagian penting dari kesuksesan mereka di level internasional.
La Roja kini mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan, dengan tiga kemenangan beruntun.
Sebelumnya, Spanyol mengalahkan Inggris 3-2 pada pertandingan pertama.
Pada laga kedua, Yamal tampil luar biasa dengan mencetak dua gol ketika Spanyol menghantam Kroasia 4-1.
Kemudian, Republik Ceko menjadi korban berikutnya.
Dengan catatan tersebut, Spanyol menjadi satu-satunya tim di Grup A3 yang masih sempurna setelah tiga pertandingan.
Pemain yang mengenakan nomor 19 bersama Spanyol tersebut mulai mendapatkan peran yang semakin besar dalam proyek De la Fuente.
Pada usia 19 tahun, Yamal sudah menjadi bagian dari tim nasional yang bermain dengan ekspektasi tinggi.
Setiap penampilannya kini tidak lagi sekadar dinilai berdasarkan potensi.
Kontribusi langsungnya mulai menjadi ukuran.
Empat gol dalam tiga pertandingan Nations League menjadi salah satu buktinya.
Karena itu, ketika De la Fuente menyebut Yamal sedang menuju status legenda, pernyataan tersebut muncul di tengah performa yang memang sedang berkembang pesat.
La Roja dijadwalkan menghadapi Kroasia pada pertandingan berikutnya, Rabu (7/10/2026).
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Spanyol untuk melanjutkan catatan sempurnanya di Grup A3.
Bagi Yamal, pertandingan tersebut juga menjadi panggung berikutnya untuk memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain paling menentukan di skuad Spanyol.
Menariknya, Kroasia bukan lawan yang asing bagi Yamal.
Pada pertemuan sebelumnya, Spanyol menang 4-1 dan Yamal mencetak dua gol.
Kini, perhatian kembali tertuju kepadanya.
Empat gol dalam tiga laga Nations League, tiga kemenangan Spanyol, serta pujian langsung dari Luis de la Fuente membuat pemain Barcelona tersebut semakin sulit dipisahkan dari perjalanan La Roja.
Bagi Spanyol, Yamal bisa menjadi salah satu wajah utama generasi berikutnya.
Bagi Yamal, setiap pertandingan memberikan kesempatan untuk membuktikan bahwa label wonderkid bukan sekadar predikat sementara.
Dan setelah kemenangan 3-1 atas Republik Ceko, De la Fuente memberikan gambaran tentang bagaimana ia melihat masa depan pemain tersebut: Yamal sedang berjalan menuju status legenda.