Topikseru.com - Dua dekade lebih, ratusan pertandingan, ratusan gol, empat trofi besar, dan satu mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Kini, perjalanan Lionel Messi bersama Timnas Argentina memasuki halaman terakhir.
Messi dijadwalkan menjalani pertandingan perpisahan bersama Argentina ketika menghadapi Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa (6/10/2026) malam waktu setempat.
Pertandingan tersebut menjadi panggung terakhir Messi mengenakan seragam La Albiceleste di hadapan publik Argentina.
Baca Juga:
Namun sebelum laga dimulai, Messi lebih dulu menyampaikan pesan yang menggambarkan betapa dalam hubungan dirinya dengan jersey Argentina.
Melalui video yang dirilis adidas, Messi berbicara tentang seragam yang sejak kecil menjadi impiannya hingga akhirnya membawanya menuju puncak sepak bola dunia.
"Waktunya telah tiba. Saya pergi dengan damai. Saya memberikan segalanya. Jersei ini adalah mimpi saya. Kebanggaan saya. Dan hidup saya."
Pesan itu menjadi gambaran singkat tentang perjalanan panjang Messi bersama Argentina: bukan sekadar karier internasional, tetapi sebuah hubungan yang melewati kemenangan, kegagalan, kritik, hingga akhirnya berujung pada pencapaian tertinggi.
Ketika pertama kali membela Argentina, Messi harus berhadapan dengan ekspektasi luar biasa. Performanya di level klub bersama Barcelona membuat publik Argentina berharap hal yang sama terjadi ketika ia mengenakan seragam nasional.
Namun proses tersebut membutuhkan waktu.
Messi sempat menjadi sasaran kritik ketika Argentina gagal meraih gelar. Bahkan, pada 2016 ia pernah mengumumkan pensiun dari tim nasional sebelum akhirnya kembali.
Kembalinya Messi kemudian menjadi awal dari periode paling sukses dalam sejarah modern Argentina.
Bersama generasi yang dipimpin pelatih Lionel Scaloni, Messi akhirnya menemukan formula yang membuat Argentina kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.
Trofi tersebut menjadi kepingan yang selama bertahun-tahun hilang dari koleksi Messi.
Argentina mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti pada final di Lusail. Messi mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Setelah bertahun-tahun dibandingkan dengan legenda Argentina seperti Diego Maradona, Messi akhirnya memiliki mahkota yang selama ini paling diinginkannya.
Piala Dunia 2022 juga menjadi puncak dari periode emas Argentina.
Sebelumnya, Messi dan Argentina telah memenangkan Copa America 2021 dan Finalissima 2022. Dua tahun setelah menjuarai Piala Dunia, Argentina kembali mengangkat Copa America 2024.
Tidak hanya koleksi trofi, Messi juga meninggalkan sejumlah rekor individual.
Menurut data resmi Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Messi menutup kariernya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak dalam sejarah Timnas Argentina. Totalnya mencapai 207 pertandingan dan 125 gol, ditambah 66 assist.
Angka tersebut membuat perpisahan Messi bukan sekadar pergantian generasi.
Argentina kehilangan pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan sekaligus simbol tim nasional.
Stadion Monumental di Buenos Aires menjadi lokasi ketika Messi kembali mengenakan jersey Argentina di hadapan para pendukungnya untuk terakhir kalinya.
Argentina menghadapi Benin dalam pertandingan persahabatan pada rangkaian FIFA Matchday. Bagi Benin, laga tersebut tetap menjadi pertandingan internasional. Namun bagi Argentina, perhatian terbesar tertuju pada satu nama: Messi.
AFA bahkan menggambarkan pertandingan tersebut sebagai bab terakhir perjalanan Messi bersama Argentina di tanah kelahirannya.
Lebih dari dua dekade setelah memulai perjalanan internasionalnya, sang kapten akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal di depan pendukung yang selama bertahun-tahun mengikuti seluruh perjalanannya.
Dalam pesan tersebut, Messi mengatakan keputusan itu terasa menyakitkan. Namun, ia merasa waktunya telah tiba untuk menutup perjalanan bersama Argentina.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan seluruh kemampuan ketika membela negaranya.
Kini, setelah pertandingan terakhir di depan publik Argentina tiba, pesan tersebut mendapatkan bentuk yang lebih nyata.
Messi tidak pergi karena kekurangan pencapaian.
Dia pergi setelah mendapatkan hampir semua yang bisa diimpikan seorang pesepak bola bersama tim nasional: menjadi kapten, memenangkan Copa America, mengangkat Piala Dunia, memecahkan rekor gol, dan menjadi pemain dengan penampilan terbanyak untuk negaranya.
Dari pemain muda yang datang dari akademi hingga kapten yang membawa negaranya menjadi juara dunia, perjalanannya berubah dari kisah tentang tekanan menjadi kisah tentang warisan.
Dan ketika pertandingan melawan Benin berakhir, Argentina akan memasuki era baru tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi wajah utama La Albiceleste.
Messi meninggalkan tim nasional dengan 207 penampilan, 125 gol, empat gelar utama, dan sebuah Piala Dunia yang dahulu terasa seperti mimpi.
Kini, mimpi itu sudah menjadi sejarah.
Dan jersey Argentina yang pernah ia sebut sebagai mimpi, kebanggaan, dan hidupnya akan selamanya menjadi bagian dari warisan Lionel Messi.