Jumat, 25 September 2026

Bayang-Bayang Dukungan Militer Kian Menguat, Rusia–Iran Bahas Jalur Damai

Mhd Rabbani - Sabtu, 28 Maret 2026 13:41 WIB
Bayang-Bayang Dukungan Militer Kian Menguat, Rusia–Iran Bahas Jalur Damai
Amerika Serikat Operasi Militer
Topikseru.com, Moskow - Kabar terbaru pihak pemerintah Rusia dan Iran tengah menjalin komunikasi untuk membahas perang yang terjadi di Timur Tengah. Dalam komunikasi tersebut, kedua belah pihak membuka peluang penyelesaikan konflik secara damai. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membuka peluang penyelesaian konflik Iran melalui jalur diplomatik, di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat (27/3/2026), kedua menteri membahas secara rinci krisis militer-politik yang disebut sebagai salah satu yang paling kompleks di kawasan. Moskow menilai konflik tersebut dipicu oleh “agresi tanpa provokasi” dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Lavrov dan Araqchi juga bertukar pandangan mengenai kemungkinan mengarahkan konflik ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik. Upaya ini disebut harus berlandaskan hukum internasional serta mempertimbangkan kepentingan sah seluruh negara di kawasan. Selain isu konflik, Lavrov turut menyampaikan rincian pengiriman bantuan kemanusiaan terbaru Rusia untuk Iran. Di sisi lain, hubungan strategis Rusia dan Iran terus menguat. Kedua negara telah menandatangani perjanjian kemitraan yang mencakup kerja sama politik, ekonomi, militer, hingga energi, meski tidak mencakup pakta pertahanan bersama. Rusia sendiri diketahui menggunakan drone rancangan Iran dalam konflik yang telah berlangsung selama empat tahun dengan Ukraina. Namun, kedekatan tersebut juga menuai sorotan. Dalam pertemuan negara-negara G7, para menteri luar negeri Eropa mendesak Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk menanggapi dugaan keterlibatan Rusia dalam membantu Iran menargetkan pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah. Dua sumber keamanan Barat dan seorang pejabat kawasan yang dekat dengan Teheran menyebut Moskow telah memberikan citra satelit kepada Iran. Selain itu, Rusia juga diduga membantu peningkatan teknologi drone Iran agar menyerupai versi yang digunakan dalam perang di Ukraina. Situasi ini memperlihatkan kontras tajam: di satu sisi Rusia mendorong jalur diplomasi, namun di sisi lain dituding memperkuat kapasitas militer Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.  

Sumber
:
Berita Terkait
CENTCOM Paksa 115 Kapal Putar Balik, AS Perketat Blokade Tembok Baja Iran
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Imperialisme Modern dan 'New Western Century': Dunia Sedang Berubah
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz