Senin, 28 September 2026

Xi Jinping dan Donald Trump Sepakati 8 Poin, dari Tarif hingga Dialog AI

Muchlis - Minggu, 27 September 2026 00:31 WIB
Xi Jinping dan Donald Trump Sepakati 8 Poin, dari Tarif hingga Dialog AI
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Topikseru.com - Pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC menghasilkan delapan kesepahaman yang mencakup berbagai bidang, mulai dari hubungan strategis, perdagangan, Iran, penegakan hukum, hingga kecerdasan buatan (AI).

Kesepahaman tersebut diumumkan setelah kunjungan kenegaraan Xi Jinping ke Amerika Serikat pada 23-25 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas sejumlah persoalan internasional dan regional.

Kementerian Luar Negeri China menyebut delapan hasil itu menjadi bagian dari upaya membangun hubungan China-AS yang disebut sebagai hubungan strategis yang stabil dan konstruktif.

Baca Juga:

Salah satu hasil yang cukup menonjol adalah kesepakatan mengenai perdagangan dan AI. Kedua negara juga menyepakati penguatan komunikasi militer untuk membantu mencegah terjadinya krisis.

1. China-AS Dorong Hubungan Strategis yang Stabil

Kesepakatan pertama berkaitan dengan arah hubungan bilateral.

China dan AS sepakat membangun hubungan yang stabil dan konstruktif dengan berlandaskan rasa hormat, keadilan, dan kesetaraan.

Presiden Xi sebelumnya mengatakan kedua negara perlu memperkuat komunikasi, memperluas kerja sama, sekaligus mengelola perbedaan agar hubungan bilateral tetap berjalan secara stabil.

Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump tersebut menjadi bagian dari rangkaian komunikasi tingkat tinggi antara Beijing dan Washington sepanjang 2026.

2. Xi dan Trump Saling Dukung APEC serta G20

Kesepakatan kedua menyangkut forum internasional.

China dan Amerika Serikat sepakat saling mendukung penyelenggaraan Pertemuan Informal Pemimpin APEC serta KTT G20 yang masing-masing digelar oleh kedua pihak.

Xi Jinping dan Donald Trump juga menyatakan keinginan untuk menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh pihak lainnya.

Sebelumnya, kedua pemimpin memang telah menyepakati dukungan terhadap penyelenggaraan APEC dan G20 2026.

3. Iran dan Persoalan Jalur Perairan Internasional

Poin ketiga menyentuh isu geopolitik, khususnya Iran.

Xi Jinping dan Trump sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Dalam kesepahaman yang sama, kedua negara menyatakan tidak boleh ada negara atau lembaga yang mengenakan biaya untuk melintasi perairan internasional.

Isu tersebut menjadi salah satu bagian dari pembahasan persoalan internasional dan regional yang dilakukan kedua kepala negara selama pertemuan.

4. China dan AS Kembali Soroti Sejarah Perang Dunia II

Kesepakatan keempat memiliki dimensi sejarah.

Xi dan Trump mengenang posisi China dan Amerika Serikat sebagai sekutu pada Perang Dunia II yang berjuang bersama menghadapi agresi.

Xi sebelumnya juga menyinggung sejarah kerja sama kedua negara dalam pidatonya di Washington. Ia mengatakan masyarakat China dan Amerika Serikat pernah berdiri berdampingan dalam perang melawan agresi Jepang.

Pesan mengenai sejarah tersebut menjadi salah satu unsur yang menyertai pembicaraan mengenai hubungan masyarakat kedua negara.

5. Perdagangan Jadi Salah Satu Hasil Utama

Bidang ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam delapan kesepahaman China-AS.

Kedua kepala negara mengakui peran positif mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan serta hasil pembicaraan tim ekonomi kedua negara.

Kesepahaman itu mencakup pembentukan dan pengembangan mekanisme Dewan Perdagangan, serta pengaturan penurunan tarif secara timbal balik senilai 30 miliar dolar AS.

Kedua negara juga sepakat memperpanjang hasil konsultasi ekonomi dan perdagangan sebelumnya di Kuala Lumpur. Xi dan Trump kemudian menginstruksikan agar hasil-hasil tersebut dilaksanakan.

Dengan demikian, isu tarif dan perdagangan tetap menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan China-AS.

6. China-AS Perkuat Kerja Sama Antinarkoba

Kerja sama penegakan hukum menjadi poin keenam.

China dan Amerika Serikat disebut telah memperoleh hasil dalam kerja sama pemberantasan narkotika. Kedua negara sebelumnya bekerja sama menangani sejumlah kasus yang berkaitan dengan zat psikoaktif baru serta bahan kimia prekursor.

Dalam operasi bersama tersebut, puluhan tersangka yang berkaitan dengan kejahatan tersebut disebut telah ditangkap di kedua negara.

Kerja sama antinarkoba menjadi salah satu bidang yang memungkinkan kedua negara tetap membangun komunikasi di tengah berbagai perbedaan bilateral.

7. China dan AS Bentuk Dialog Khusus AI

Teknologi menjadi bidang lain yang mendapat perhatian khusus.

China dan Amerika Serikat sepakat membentuk dialog kecerdasan buatan atau AI untuk membahas risiko sekaligus manfaat perkembangan teknologi tersebut.

Dialog berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Selain forum dialog, kedua negara juga sepakat membangun saluran komunikasi untuk menangani insiden yang berkaitan dengan AI.

Sebelumnya, Xi Jinping mengatakan China dan AS sama-sama memiliki kemampuan besar di bidang AI. Menurut dia, persaingan tetap ada, tetapi kedua negara juga dapat bekerja sama untuk mencegah penyalahgunaan teknologi tersebut.

Kesepakatan ini membuat isu AI tidak hanya menjadi persoalan teknologi dan ekonomi, tetapi juga masuk ke dalam agenda komunikasi bilateral China-AS.

8. Panda Raksasa Jadi Bagian dari Hubungan China-AS

Kesepakatan kedelapan hadir dalam bentuk yang berbeda.

Amerika Serikat menyambut kedatangan sepasang panda raksasa yang dipinjamkan China kepada Kebun Binatang Atlanta.

Panda tersebut menjadi salah satu simbol hubungan antarmasyarakat China dan Amerika Serikat. Dalam kunjungannya, Xi juga menyampaikan bahwa panda telah lama menjadi bagian dari hubungan persahabatan kedua negara.

Selain delapan poin tersebut, militer China dan AS sepakat segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penguatan komunikasi dan pencegahan krisis.

Kedua pihak juga akan melanjutkan kerja sama pencarian jenazah personel militer Amerika Serikat yang hilang di China.

Xi Jinping Kembali ke Beijing

Setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan tersebut, Xi Jinping kembali ke Beijing pada Sabtu, 26 September 2026.

Xi pulang bersama istrinya, Peng Liyuan, serta sejumlah pejabat senior China, termasuk Sekretaris Komite Sentral Partai Komunis China Cai Qi, Menteri Luar Negeri Wang Yi, dan Wakil Perdana Menteri He Lifeng.

Kunjungan Xi ke Amerika Serikat berlangsung pada 23-25 September. Pertemuan dengan Trump menghasilkan kesepahaman di berbagai bidang yang kini akan memasuki tahap pelaksanaan.

Mulai dari pengaturan perdagangan, kerja sama antinarkoba, dialog AI, hingga komunikasi militer, hasil pertemuan tersebut mencakup sejumlah jalur kerja sama yang berbeda dalam hubungan China-AS.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Iran Tak Lagi Percaya AS, Pezeshkian Buka Suara soal Perundingan
CENTCOM Paksa 115 Kapal Putar Balik, AS Perketat Blokade Tembok Baja Iran