Rabu, 07 Oktober 2026

Jangan Terpaku Label ‘Rendah Gula’, Ini 6 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Sufor untuk Bayi

Rizky Aisyah - Rabu, 07 Oktober 2026 15:10 WIB
Jangan Terpaku Label ‘Rendah Gula’, Ini 6 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Sufor untuk Bayi
Shutterstock
Ilustrasi susu formula bayi yang menjadi salah satu pilihan asupan bagi bayi. Sebelum membeli, orang tua perlu memperhatikan label dan kandungan produk sesuai kebutuhan bayi.

Topikseru.com -Memilih susu formula atau sufor untuk bayi tidak cukup hanya dengan melihat merek atau tulisan yang terpampang di bagian depan kemasan. Salah satu label yang mungkin menarik perhatian orang tua adalah klaim seperti "rendah gula".

Padahal, kebutuhan nutrisi bayi jauh lebih kompleks. Orang tua perlu melihat keseluruhan informasi pada kemasan, mulai dari usia yang dituju, kandungan nutrisi, daftar bahan, hingga kondisi kemasan dan petunjuk penyajiannya.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli susu formula untuk bayi?

Baca Juga:

1. Perhatikan usia bayi

Hal pertama yang perlu diperiksa adalah apakah produk memang ditujukan untuk usia bayi.

Susu formula untuk bayi berbeda dengan produk susu atau minuman yang ditujukan untuk anak yang lebih besar.Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa bayi di bawah 12 bulan yang membutuhkan formula sebaiknya mendapatkan produk yang memang dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, bukan susu atau minuman yang diberi label untuk toddler.

Karena itu, jangan hanya terpaku pada tulisan seperti "rendah gula", "tinggi kalsium", atau klaim lainnya. Pastikan produk sesuai dengan usia bayi.

2. Jangan hanya melihat jumlah gula

Label "rendah gula" memang bisa menjadi salah satu informasi yang diperhatikan, tetapi bukan satu-satunya penentu.

Orang tua sebaiknya melihat daftar bahan dan informasi nutrisi secara keseluruhan. Penting juga membedakan antara gula yang secara alami terdapat dalam bahan tertentu dengan gula yang ditambahkan selama proses pembuatan.

Food and Drug Administration (FDA) menjelaskan bahwa total gula dapat mencakup gula alami sekaligus gula tambahan, sedangkan added sugars merujuk pada gula yang ditambahkan dalam proses pengolahan.

Jadi, jangan langsung menganggap produk dengan angka gula tertentu sebagai pilihan terbaik hanya berdasarkan satu angka pada label.

3. Cek kandungan zat besi

Zat besi merupakan salah satu nutrisi yang perlu diperhatikan ketika memilih formula.

CDC merekomendasikan formula bayi yang mengandung zat besi. Formula yang diperkaya zat besi dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Artinya, ketika membandingkan beberapa produk, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat kadar gula. Kandungan zat besi dan nutrisi penting lainnya juga perlu diperhatikan.

4. Perhatikan daftar bahan dan kebutuhan khusus bayi

Setiap bayi bisa memiliki kondisi yang berbeda. Ada bayi yang dapat mengonsumsi formula standar, tetapi ada pula yang membutuhkan formula khusus berdasarkan kondisi medis tertentu.

Karena itu, apabila bayi memiliki alergi, masalah pencernaan, lahir prematur, atau kondisi kesehatan tertentu, jangan sembarangan mengganti jenis formula.

Jika ragu mengenai formula yang sesuai, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. CDC juga menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika orang tua memiliki pertanyaan mengenai pilihan atau pergantian formula.

5. Periksa tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan

Hal yang sering dianggap sepele justru berkaitan langsung dengan keamanan produk.

Sebelum membeli, periksa tanggal kedaluwarsa dan pastikan kemasan masih tersegel serta dalam kondisi baik. CDC menyarankan untuk tidak menggunakan formula jika wadah mengalami kebocoran, menggembung, atau menunjukkan kerusakan seperti karat.

Jangan tergoda membeli produk hanya karena sedang mendapatkan harga murah jika kondisi kemasannya sudah tidak meyakinkan.

6. Ikuti aturan penyajian dengan tepat

Formula bubuk perlu disiapkan sesuai petunjuk pada kemasan. Takaran air dan bubuk tidak boleh dibuat berdasarkan perkiraan sendiri.

CDC menekankan pentingnya mengikuti petunjuk penyiapan formula dengan tepat serta menjaga kebersihan tangan, botol, dan area yang digunakan untuk menyiapkan susu.

Orang tua juga sebaiknya tidak menambahkan bahan lain ke dalam susu formula tanpa arahan tenaga kesehatan.

Rendah Gula Bukan Satu-satunya Pertimbangan

Memilih susu formula untuk bayi sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan satu klaim pada kemasan.

Label "rendah gula" mungkin menjadi salah satu informasi yang diperhatikan, tetapi usia bayi, kandungan zat besi, daftar bahan, kondisi kemasan, serta cara penyajian juga tidak kalah penting.

Yang paling utama adalah memastikan produk sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika bayi memiliki kondisi kesehatan tertentu atau orang tua ingin mengganti jenis formula, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan yang tepat.

Dengan begitu, orang tua tidak sekadar memilih produk berdasarkan tulisan yang paling menarik di bagian depan kemasan, tetapi benar-benar memahami apa yang diberikan kepada bayi.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
7 Mitos Kesehatan Bayi yang Masih Dipercaya Orang Tua, Mana yang Benar?
Di Tengah Polemik Ijazah, Ini Koleksi Pribadi Presiden dan Wapres yang Dipamerkan di Museum
Jangan Asal Lamar! Ini Perbedaan Freelance, Part Time dan Full Time
Ube Matcha Mendadak Viral, Ini Alasan Minuman Ungu-Hijau Bikin Penasaran
Harus Punya Ijazah atau Tidak? Ini Syarat Pendidikan Calon Presiden di Berbagai Negara
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Ini 5 Fakta Menarik dalam Putusannya