Topikseru.com -Memiliki keturunan menjadi harapan banyak pasangan suami istri. Namun, bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan, perjalanan untuk mendapatkan kehamilan terkadang membutuhkan penanganan medis dengan biaya yang tidak sedikit.
Salah satu metode yang dapat direkomendasikan dokter adalah bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF). Prosedur ini memungkinkan pembuahan sel telur dan sperma dilakukan di laboratorium sebelum embrio dipindahkan ke dalam rahim.
Meski menawarkan pilihan bagi pasangan dengan masalah infertilitas, biaya program bayi tabung masih menjadi pertimbangan besar. Karena itu, informasi mengenai bantuan dan skema pembiayaan IVF mulai banyak dicari masyarakat.
Baca Juga:
Apakah Program Bayi Tabung Ditanggung BPJS?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah biaya bayi tabung bisa menggunakan BPJS Kesehatan.
Berdasarkan ketentuan Jaminan Kesehatan Nasional, pengobatan infertilitas termasuk layanan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Ketentuan ini tercantum dalam Pasal 52 Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024.
Artinya, pasangan yang menjalani prosedur IVF umumnya harus menyiapkan pembiayaan secara mandiri.
Meski demikian, pemeriksaan atau pengobatan terhadap kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan gangguan kesuburan dapat memiliki ketentuan penjaminan tersendiri. Hal tersebut bergantung pada indikasi medis, prosedur rujukan, dan ketentuan BPJS yang berlaku.
Karena itu, pemeriksaan awal yang menggunakan BPJS tidak otomatis membuat seluruh rangkaian program bayi tabung ikut ditanggung.
Berapa Biaya Program Bayi Tabung di Indonesia?
Biaya IVF berbeda-beda bergantung pada rumah sakit, klinik fertilitas, obat yang digunakan, serta kondisi kesehatan pasangan.
Sebagai gambaran, Ciputra IVF mencantumkan estimasi paket program bayi tabung mulai Rp92,35 juta berdasarkan daftar harga 2026.
Biaya tersebut terdiri dari beberapa komponen, antara lain:
* Pemeriksaan awal kesuburan dan laboratorium.
* Konsultasi dokter spesialis.
* Obat stimulasi untuk membantu pematangan sel telur.
* Pengambilan sel telur atau Ovum Pick Up.
* Proses pembuahan di laboratorium.
* Pengembangan embrio.
* Pemindahan embrio ke dalam rahim atau Embryo Transfer.
Biaya tambahan juga dapat muncul apabila pasien membutuhkan pemeriksaan genetik, pembekuan embrio, penyimpanan embrio, atau tindakan medis lainnya.
Dengan demikian, pasangan sebaiknya tidak hanya melihat harga paket awal. Rincian biaya keseluruhan perlu ditanyakan sebelum memulai program.
Apa Saja Skema Pembiayaan yang Bisa Dipertimbangkan?
Walaupun belum ditemukan bantuan pemerintah nasional yang secara khusus menanggung biaya IVF bagi masyarakat umum, beberapa fasilitas kesehatan menyediakan pilihan pembayaran yang lebih fleksibel.
Berikut beberapa skema yang dapat dipertimbangkan.
1. Pembayaran mandiri
Pasangan membayar seluruh rangkaian program menggunakan tabungan atau dana pribadi. Skema ini memungkinkan pasangan memilih fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan.
2. Cicilan melalui kartu kredit
Sejumlah rumah sakit menawarkan program cicilan untuk membantu pasien membayar biaya IVF secara bertahap.
RS Pondok Indah, misalnya, mencantumkan pilihan cicilan 0 persen hingga enam bulan menggunakan kartu kredit bank tertentu. Rumah sakit tersebut juga menyediakan pilihan pembayaran bertahap hingga empat kali sesuai ketentuan layanan.
3. Paket program dari klinik fertilitas
Beberapa klinik menyediakan paket IVF yang menggabungkan sejumlah tindakan medis dalam satu harga.
Pasangan perlu memeriksa apakah paket tersebut sudah mencakup obat, pemeriksaan laboratorium, tindakan pengambilan sel telur, hingga transfer embrio.
4. Asuransi kesehatan tambahan
Pasangan juga dapat memeriksa manfaat polis asuransi swasta yang dimiliki. Namun, jangan menganggap seluruh asuransi kesehatan menanggung program bayi tabung.
Periksa ketentuan polis, khususnya pengecualian terkait infertilitas, pemeriksaan kesuburan, dan teknologi reproduksi berbantu.
Mengapa Biaya Bayi Tabung Bisa Berbeda?
Besarnya biaya IVF tidak selalu sama untuk setiap pasangan karena prosedur medis disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Usia perempuan, cadangan sel telur, kualitas sperma, kondisi rahim, serta penyebab gangguan kesuburan dapat memengaruhi pilihan tindakan dan kebutuhan obat.
Selain itu, tidak semua pasangan berhasil memperoleh kehamilan dalam satu siklus. Sebagian mungkin membutuhkan pemeriksaan atau tindakan lanjutan sehingga biaya yang dikeluarkan dapat bertambah.
Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas menjadi langkah penting sebelum menentukan program.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengikuti Program IVF
Sebelum mendaftar, pasangan sebaiknya meminta rincian biaya tertulis dari rumah sakit atau klinik.
Pastikan informasi tersebut menjelaskan biaya pemeriksaan awal, obat, tindakan medis, penyimpanan embrio, hingga kemungkinan biaya tambahan.
Pasangan juga perlu memahami bahwa bayi tabung tidak menjamin keberhasilan kehamilan. Peluang keberhasilan berbeda pada setiap orang dan harus dinilai berdasarkan kondisi medis masing-masing.
Pada akhirnya, pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan program bayi tabung. Dengan memahami pilihan pembayaran, rincian biaya, serta ketentuan layanan, pasangan dapat mempersiapkan program IVF secara lebih matang.