Sabtu, 26 September 2026

Titik Panas Karhutla Kalbar-Kalteng Melonjak, MUI Serukan Shalat Istisqa Serentak

Muchlis - Jumat, 04 September 2026 11:46 WIB
Titik Panas Karhutla Kalbar-Kalteng Melonjak, MUI Serukan Shalat Istisqa Serentak
Umat Islam melaksanakan Shalat Istisqa secara berjamaah untuk memohon hujan di tengah musibah karhutla dan kekeringan.
Topikseru.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk menyelenggarakan Shalat Istisqa secara berjamaah. Langkah spiritual ini disuarakan sebagai respons atas kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengancam sejumlah wilayah. Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menyampaikan bahwa Shalat Istisqa merupakan ikhtiar spiritual sekaligus bentuk kepasrahan diri kepada Tuhan saat menghadapi krisis kekeringan. MUI meminta para pengurus masjid, lembaga keagamaan, dan warga di kawasan terdampak untuk segera mengoordinasikan pelaksanaan ibadah memohon hujan tersebut.

Dorongan Spiritual di Tengah Penanganan Fisik

Cholil menekankan pentingnya keseimbangan antara upaya teknis di lapangan dengan pendekatan spiritual. Menurutnya, perjuangan para petugas pemadam kebakaran dan pemerintah dalam memadamkan api membutuhkan dukungan moral serta doa bersama dari masyarakat luas. Dampak fenomena kemarau ekstrem tahun ini dinilai makin meluas. Selain mempercepat sebaran titik panas di area perhutanan, krisis air bersih mulai melanda pemukiman penduduk. Paparan asap dari karhutla juga berisiko tinggi memicu gangguan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar.

Titik Panas di Kalimantan Barat dan Tengah Kembali Meningkat

Seruan ikhtiar spiritual dari MUI ini mengemuka seiring dengan dinamika penanganan karhutla nasional yang masih bergejolak. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengonfirmasi adanya kenaikan kembali jumlah titik panas di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sebelumnya, tren titik panas di enam provinsi prioritas penanganan karhutla sempat menunjukkan penurunan. Namun, lonjakan terbaru di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah memaksa pemerintah menetapkan kedua kawasan tersebut sebagai fokus utama penanggulangan bencana nasional saat ini. Pemerintah terus mengoptimalkan penanganan darurat melalui jalur darat dan udara. Kombinasi taktik pemadaman fisik serta permohonan doa melalui Shalat Istisqa diharapkan dapat mempercepat datangnya hujan dan mengakhiri ancaman karhutla di tanah air.

Sumber
:
Berita Terkait
Prabowo Bentuk BPGMN, Cegah Karhutla dari Riset hingga Tingkat Desa
Prabowo Turunkan 1.000 Perwira TNI untuk Cegah Karhutla di Daerah
Prabowo Perintahkan Kapolri
Waspada Bara Tersembunyi Gambut, Gibran Tinjau Kebakaran Lahan Kubu Raya Malam Hari
Nusron Tegaskan HGU Bisa Dicabut Jika Lahan Terbakar, Begini Aturannya
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Erupsi Anak Krakatau, Gempa NTT, dan Karhutla