Topikseru.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Arrmanatha menggantikan Sugiono dalam perombakan Kabinet Merah Putih. Sebelum menduduki posisi Menlu, Arrmanatha merupakan salah satu Wakil Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Prabowo.
Pelantikan Arrmanatha menjadi bagian dari rangkaian pergantian sejumlah pejabat negara yang dilakukan Presiden Prabowo pada hari yang sama.
Baca Juga:
Keputusan tersebut ditetapkan Presiden Prabowo pada 30 September 2026, sehari sebelum prosesi pelantikan.
Dalam upacara tersebut, Arrmanatha mengikuti pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Prabowo.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Arrmanatha mengikuti sumpah yang dibacakan Presiden.
Setelah pengambilan sumpah, Arrmanatha menandatangani berita acara pelantikan. Presiden Prabowo kemudian memberikan ucapan selamat kepada Menlu baru tersebut beserta keluarga.
Arrmanatha sebelumnya dilantik sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada awal pemerintahan Prabowo. Ia tercatat menjabat bersama Muhammad Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.
Pengalaman Arrmanatha di bidang diplomasi juga berlangsung jauh sebelum menduduki posisi wakil menteri.
Menurut profil UN Trade and Development (UNCTAD), Arrmanatha pernah menjadi Duta Besar/Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 2021-2024.
Sebelumnya, ia menjabat Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako, serta UNESCO pada 2019-2021.
Dia juga pernah menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri pada periode 2014-2019.
Dengan latar belakang tersebut, penunjukan Arrmanatha menempatkan seorang diplomat karier di pucuk Kementerian Luar Negeri.
Pada Agustus 2026, misalnya, Arrmanatha mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania.
Dalam forum tersebut, pemerintah Indonesia kembali menyampaikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penegakan hukum internasional.
Di bidang kerja sama ekonomi internasional, Arrmanatha juga terlibat dalam koordinasi lintas kementerian terkait kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara-negara mitra.
Presiden Prabowo pada Kamis juga melantik sejumlah pejabat lain dalam rangkaian perombakan Kabinet Merah Putih.
Sejumlah posisi strategis mengalami perubahan, termasuk jabatan Menteri Koordinator, Menteri Perindustrian, Kepala Staf Kepresidenan, hingga Kapolri.
Selain Arrmanatha, nama-nama yang dilantik antara lain Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Sugiono sebagai Menko PMK, Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman sebagai Menko Politik dan Keamanan, serta Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.
Presiden juga melantik Dedy Prasetyo sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional dan Komjen Pol Fadhil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara.
Sejumlah wakil menteri turut dilantik, di antaranya Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Nurkolisoh Ibnu Aman dan Luky Afirman sebagai Wakil Menteri Keuangan, serta Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Posisi Menlu membuat Arrmanatha akan berada di garis depan dalam menjalankan kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk hubungan bilateral, kerja sama multilateral, diplomasi ekonomi, serta berbagai isu internasional yang menjadi perhatian pemerintah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif serta pentingnya memperkuat kerja sama internasional.
Pergantian dari Sugiono ke Arrmanatha sekaligus menjadi salah satu perubahan penting dalam susunan Kabinet Merah Putih pada Oktober 2026.