Topikseru.com, Jakarta - Pergeseran posisi terjadi di pucuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Presiden Prabowo Subianto melantik Sugiono sebagai Menko PMK di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Sugiono menggantikan Pratikno, yang sebelumnya menduduki posisi tersebut sejak awal pemerintahan Kabinet Merah Putih. Pergantian itu menjadi bagian dari perombakan susunan kabinet yang dilakukan Prabowo.
Sebelum ditunjuk menjadi Menko PMK, Sugiono merupakan Menteri Luar Negeri. Posisi yang ditinggalkannya kemudian ditempati Arrmanatha Christiawan Nasir, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Baca Juga:
Dengan demikian, reshuffle ini tidak hanya mengubah posisi Sugiono dan Pratikno, tetapi juga menggeser susunan kepemimpinan di bidang koordinasi pembangunan manusia sekaligus diplomasi Indonesia.
Keputusan tersebut ditetapkan Presiden Prabowo pada 30 September 2026.
Dalam prosesi pelantikan, Sugiono mengikuti pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Prabowo.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian sumpah yang diucapkan Sugiono mengikuti Presiden.
Setelah sumpah selesai, Sugiono menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan Presiden Prabowo.
Sebagai Menko PMK, Sugiono kini berada pada posisi koordinator kebijakan pemerintah di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.
Bidang tersebut mencakup sejumlah agenda pemerintahan yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kebudayaan, hingga isu pembangunan manusia lainnya.
Sebelumnya, Sugiono menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri.
Pergantian itu sekaligus membuat terjadi perubahan pada pucuk diplomasi Indonesia. Arrmanatha Nasir resmi dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada hari yang sama.
Dengan susunan baru tersebut, Sugiono berpindah dari kementerian yang berfokus pada hubungan luar negeri ke posisi koordinator lintas kementerian di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.
Sebelum keputusan pergantian diumumkan, Pratikno sempat ditanya mengenai kabar bahwa dirinya akan digantikan Sugiono.
Pada Kamis siang, Pratikno mengatakan belum mengetahui informasi tersebut ketika ditemui setelah menghadiri agenda Kadin di Jakarta Selatan.
"Enggak ada, enggak ada. Ya ini kita enggak tahu kok," ujar Pratikno saat itu.
Namun, pada akhirnya perubahan tersebut resmi setelah Presiden Prabowo melantik Sugiono sebagai Menko PMK di Istana Negara.
Pergantian ini menandai perubahan posisi Pratikno setelah sebelumnya dipercaya memimpin Kemenko PMK.
Presiden Prabowo juga melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, Bahlil Lahadalia mendapat penugasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi, sementara Listyo Sigit Prabowo menempati posisi Kepala Staf Kepresidenan.
Ada pula Dudung Abdurachman yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Di sektor lain, Arrmanatha Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri dan Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.
Presiden juga melantik Dedy Prasetyo sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional serta Komjen Pol. Fadhil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara.
Sejumlah wakil menteri turut dilantik, yakni Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Nurkolisoh Ibnu Aman dan Luky Afirman sebagai Wakil Menteri Keuangan, serta Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Sugiono kini harus menjalankan fungsi koordinasi yang berbeda dibanding ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Posisi Menko PMK menempatkannya dalam koordinasi sejumlah kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan pembangunan manusia dan kebudayaan.
Sementara itu, tongkat diplomasi Indonesia beralih kepada Arrmanatha Nasir, diplomat yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri.
Rangkaian pergantian tersebut menunjukkan bahwa reshuffle 1 Oktober 2026 mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari bidang politik, keamanan, diplomasi, pembangunan manusia, hingga hilirisasi.
Bagi Sugiono, pelantikan tersebut sekaligus membuka babak baru dalam karier pemerintahannya: dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.