Topikseru.com, Simeule - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu wilayah kepulauan Aceh harus terhenti sementara. Penyebabnya bukan persoalan menu, melainkan anggaran operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum dicairkan.
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Simeulue menyebut SPPG di wilayah Desa Suka Jaya, Simeulue, berhenti beroperasi mulai Senin (5/10/2026).
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Simeulue Elysa Wulandari mengatakan penghentian tersebut bersifat sementara. Operasional akan dilanjutkan setelah anggaran dari BGN Pusat masuk.
Baca Juga:
"SPPG di Desa Suka Jaya, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, berhenti beroperasi sementara waktu ini karena terkendala anggaran operasional yang belum dicairkan," kata Elysa di Simeulue, Senin (5/10/2026).
Elysa memastikan kondisi tersebut bukan berarti program Makan Bergizi Gratis di Simeulue dihentikan secara permanen.
Menurut dia, SPPG akan kembali melayani penerima manfaat setelah anggaran operasional tersedia.
"Kalau anggaran sudah masuk, SPPG tersebut akan kembali beroperasi melayani program MBG kepada anak sekolah di Pulau Simeulue," ujarnya.
Persoalan pencairan anggaran menjadi faktor penting bagi keberlangsungan operasional dapur SPPG karena berbagai kebutuhan pelayanan harus tetap dipenuhi sebelum makanan dapat didistribusikan ke sekolah.
Nevy, salah seorang pengantar MBG di Kecamatan Teupah Selatan, membenarkan bahwa tidak ada penyaluran makanan pada Senin.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyebab penghentian tersebut.
"Hari ini tidak ada penyaluran program MBG. Kami tidak tahu penyebabnya dan kami hanya bertugas mengantarkan makanan ke sekolah tujuan," kata Nevy.
Ia juga belum mengetahui kapan distribusi MBG kepada siswa akan kembali dilakukan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan operasional di tingkat SPPG langsung berpengaruh terhadap proses penyaluran makanan kepada penerima manfaat.
Elysa mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai beberapa SPPG lain yang juga mengalami penghentian operasional sementara.
Namun, BGN Simeulue belum memberikan jumlah pastinya.
Elysa mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan sebelum menyampaikan daftar lengkap SPPG yang mengalami penghentian.
"Untuk daftar lengkap SPPG yang berhenti beroperasi nanti saya sampaikan," katanya.
Dengan demikian, jumlah SPPG yang terdampak di Simeulue masih menunggu verifikasi lebih lanjut dari BGN.
Koordinasi dilakukan agar pelayanan program MBG di Simeulue dapat kembali berjalan setelah persoalan pencairan dana diselesaikan.
Elysa mengatakan pihaknya berharap anggaran tersebut segera tersedia sehingga SPPG dapat kembali menyiapkan dan mendistribusikan makanan kepada anak-anak sekolah.
"Kami terus berkoordinasi dengan BGN Pusat terkait masalah anggaran tersebut. Kami berharap anggaran operasional bisa segera dicairkan dan SPPG tersebut dapat kembali beroperasi," ujarnya.
Kabupaten tersebut merupakan wilayah kepulauan yang berada di Samudra Hindia, sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatera.
Wilayah ini terdiri atas 10 kecamatan dan 138 gampong atau desa, dengan jumlah penduduk sekitar 96 ribu jiwa.
Kondisi geografis tersebut membuat keberlangsungan layanan pangan di daerah menjadi penting.
Ketika satu SPPG berhenti beroperasi, distribusi makanan ke sekolah-sekolah yang menjadi wilayah layanan ikut terdampak.
Karena itu, persoalan pencairan anggaran tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyangkut kelancaran rantai pelayanan Makan Bergizi Gratis di wilayah kepulauan.
Artinya, program MBG tetap ditujukan untuk berjalan kembali setelah anggaran operasional tersedia.
BGN sebelumnya juga menerapkan mekanisme penghentian sementara terhadap SPPG dalam sejumlah kasus sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi.
Penyebab penghentian dapat berbeda-beda, termasuk persoalan standar operasional dan persyaratan layanan.
Dalam kasus SPPG di Simeulue yang disampaikan Elysa, penyebab yang disebut adalah anggaran operasional dari BGN Pusat yang belum dicairkan.
Bagi pengelola, persoalan utamanya kini adalah memastikan anggaran operasional dapat segera tersedia. Sementara bagi penerima manfaat, kepastian kapan makanan kembali disalurkan menjadi hal yang paling ditunggu.
BGN Simeulue menyatakan koordinasi dengan pusat terus dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Jika pencairan anggaran telah dilakukan, SPPG diharapkan dapat kembali beroperasi dan penyaluran MBG kepada anak sekolah di Simeulue dilanjutkan.