Rabu, 07 Oktober 2026

Isu Pergantian Panglima TNI Menguat, Dasco Sebut DPR Belum Terima Surpres

Muchlis - Rabu, 07 Oktober 2026 15:20 WIB
Isu Pergantian Panglima TNI Menguat, Dasco Sebut DPR Belum Terima Surpres
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Topikseru.com - Isu pergantian Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mencuat setelah sejumlah perwira tinggi TNI dan Polri dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan. Namun, hingga Rabu (7/10/2026), belum ada surat presiden (surpres) mengenai pergantian Panglima TNI yang diterima DPR RI.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan parlemen belakangan ini memang banyak menerima pertanyaan mengenai kabar tersebut.

Dia memastikan DPR belum menerima surat terkait pergantian pucuk pimpinan TNI.

Baca Juga:

"Beberapa hari belakangan memang sudah banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, 'Apakah sudah menerima surpres tentang pergantian panglima TNI?'. Dan pada hari ini, saya sampaikan bahwa DPR belum menerima surpres tentang pergantian panglima TNI," kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dasco Sebut Presiden Belum Akan Ganti Panglima TNI

Tidak hanya soal surat presiden, Dasco juga menyampaikan informasi yang diperolehnya terkait rencana pergantian Panglima TNI.

Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima DPR, Presiden Prabowo belum akan mengganti Panglima TNI.

"Menurut informasi yang kami dapat bahwa Presiden belum akan mengganti panglima TNI," ujar Dasco.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan terbaru di tengah kabar yang berkembang mengenai kemungkinan pergantian Jenderal TNI Agus Subiyanto dari posisi Panglima TNI.

Dengan belum adanya surpres di DPR, proses formal pergantian Panglima TNI juga belum terlihat berjalan di parlemen.

Pemanggilan Pati TNI-Polri Picu Spekulasi

Isu pergantian Panglima TNI mencuat bersamaan dengan agenda Presiden Prabowo memanggil sejumlah perwira tinggi TNI dan Polri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Dasco mengatakan agenda tersebut bukan berkaitan dengan pergantian Panglima TNI.

Menurut dia, Presiden memberikan taklimat kepada para perwira tinggi yang hadir.

"Itu memang keinginan Presiden untuk memberikan pembekalan, penguatan, dan tambahan kekayaan wawasan kebangsaan dan lain-lain," kata Dasco.

Pertemuan tersebut kemudian menjadi perhatian karena berlangsung di tengah munculnya spekulasi mengenai posisi Panglima TNI.

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari proses pergantian Panglima TNI.

Nama Maruli Simanjuntak Masuk Bursa

Di tengah isu tersebut, nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut disebut sebagai salah satu kandidat Panglima TNI.

Maruli memilih merespons santai ketika ditanya mengenai kabar tersebut.

Dia mengatakan tidak mempermasalahkan namanya masuk dalam bursa calon Panglima TNI.

"Ya enggak apa-apa, kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Maruli juga menilai munculnya sejumlah nama dalam bursa calon Panglima TNI merupakan sesuatu yang biasa.

"Ya biasa," ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Maruli tidak secara khusus mengklaim dirinya sebagai kandidat utama untuk menggantikan Agus Subiyanto.

Maruli Sudah Menjabat KSAD Sejak 2023

Maruli merupakan salah satu kepala staf angkatan yang secara jabatan memiliki peluang untuk masuk dalam bursa Panglima TNI.

Dia menjabat sebagai KSAD sejak 29 November 2023, menggantikan Agus Subiyanto yang kemudian dipercaya menjadi Panglima TNI.

Sebelum menjadi KSAD, Maruli pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI, termasuk Pangkostrad dan Komandan Paspampres.

Namanya kembali mendapat perhatian setelah pada peringatan HUT ke-81 TNI, Senin (5/10/2026), Maruli menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, penghargaan tersebut tidak dapat dijadikan dasar bahwa Maruli telah dipilih sebagai calon Panglima TNI.

Agus Subiyanto Masih Panglima TNI

Sementara itu, posisi Panglima TNI hingga saat ini masih dijabat Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Agus ditunjuk menjadi Panglima TNI pada November 2023 setelah sebelumnya menjabat sebagai KSAD.

Karena itu, kabar mengenai pergantian Panglima TNI saat ini masih sebatas isu yang berkembang di ruang publik.

Belum adanya surpres di DPR menjadi salah satu indikator bahwa proses formal pergantian tersebut belum masuk ke tahap pembahasan parlemen.

DPR Masih Menunggu Surat Presiden

Dalam mekanisme pergantian Panglima TNI, DPR memiliki peran dalam proses persetujuan terhadap calon yang diajukan Presiden.

Namun, Dasco memastikan hingga Rabu, DPR belum menerima surpres terkait pergantian Panglima TNI.

Dengan demikian, belum ada nama resmi yang dapat disebut sebagai calon Panglima TNI pengganti Agus Subiyanto.

Nama Maruli Simanjuntak maupun nama perwira tinggi lainnya yang beredar masih berada dalam ranah spekulasi sampai Presiden mengajukan calon secara resmi.

Isu Pergantian Panglima TNI Belum Menjadi Keputusan

Keterangan Dasco dan Maruli memberikan gambaran berbeda dengan spekulasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

Di satu sisi, nama sejumlah perwira tinggi mulai disebut dalam bursa calon Panglima TNI.

Di sisi lain, DPR belum menerima surpres dan Dasco menyebut informasi yang diperolehnya menunjukkan Presiden belum akan mengganti Panglima TNI.

Karena itu, isu pergantian Panglima TNI belum dapat dipastikan sebagai keputusan resmi pemerintah.

Untuk saat ini, Agus Subiyanto masih menjabat Panglima TNI, sementara nama Maruli Simanjuntak dan kepala staf angkatan lainnya tetap menjadi bagian dari spekulasi yang berkembang.

Keputusan mengenai siapa yang akan memimpin TNI selanjutnya baru akan memiliki kepastian setelah Presiden mengajukan nama secara resmi melalui mekanisme yang berlaku.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
4 Jenderal TNI Aktif Asal Sumatera Utara yang Duduki Jabatan Tinggi, Ada yang Jadi KSAD
Invasi 26 Ribu Batu Domino: Piala Panglima TNI Merekam Sejarah Baru Rekor MURI