Kamis, 15 Oktober 2026

Kelahiran di Usia Remaja Masih Jadi Perhatian, Bagaimana Kondisi Sumatera Utara?

Rizky Aisyah - Kamis, 15 Oktober 2026 12:45 WIB
Kelahiran di Usia Remaja Masih Jadi Perhatian, Bagaimana Kondisi Sumatera Utara?
Liputan6
Ilustrasi remaja perempuan. Berdasarkan hasil SUPAS 2025, angka kelahiran pada kelompok perempuan usia 15–19 tahun di Sumatera Utara tercatat 11,27 per 1.000 perempuan. Angka ini merupakan tingkat kelahiran menurut kelompok umur, bukan jumlah total bayi yang lahir dari ibu remaja.

Topikseru.com -Angka kelahiran pada kelompok remaja perempuan usia 15–19 tahun di Sumatera Utara tercatat sebesar 11,27 kelahiran per 1.000 perempuan pada 2025. Data ini menunjukkan bahwa kelahiran pada usia remaja masih menjadi isu yang perlu diperhatikan, terutama terkait kesehatan reproduksi dan kesiapan menjadi orang tua.

Angka tersebut berasal dari hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Indikator yang digunakan adalah age-specific fertility rate (ASFR), yaitu jumlah kelahiran per 1.000 perempuan pada kelompok umur tertentu selama periode pengamatan.

Dengan demikian, angka 11,27 bukan berarti hanya ada 11 bayi yang lahir dari ibu remaja di Sumatera Utara. Angka tersebut menunjukkan tingkat kelahiran relatif terhadap jumlah perempuan berusia 15–19 tahun.

Baca Juga:

Bagaimana Angka Kelahiran Remaja di Sumut?

Data SUPAS 2025 menempatkan angka kelahiran kelompok usia 15–19 tahun di Sumatera Utara pada 11,27 per 1.000 perempuan. Indikator ini dapat digunakan untuk melihat pola kelahiran pada kelompok umur remaja.

Sebagai pembanding, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pernah melaporkan angka kelahiran pada kelompok usia tersebut sebesar 17,3 per 1.000 perempuan pada 2024.

Meski terlihat lebih rendah pada data 2025, kedua angka tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa kelahiran remaja turun dalam satu tahun. Perbedaan sumber, metode pengumpulan data, dan periode pengamatan perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan mengenai tren.

Untuk memastikan apakah angka kelahiran remaja benar-benar menurun, diperlukan data pembanding yang menggunakan definisi dan metode pengukuran yang konsisten.

Apa Arti Angka Kelahiran 11,27 per 1.000 Perempuan?

ASFR mengukur jumlah kelahiran dibandingkan dengan jumlah perempuan pada kelompok umur tertentu. Indikator ini berbeda dari jumlah total kelahiran hidup yang tercatat di rumah sakit, puskesmas, atau administrasi kependudukan.

Sebagai contoh, angka 11,27 per 1.000 perempuan berarti tingkat kelahiran pada kelompok usia 15–19 tahun berada pada besaran tersebut untuk setiap 1.000 perempuan dalam kelompok umur yang sama.

Angka ini berguna untuk membandingkan pola kelahiran antar kelompok umur maupun antarwilayah, selama data yang digunakan memiliki dasar pengukuran yang sebanding.

Namun, angka tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk mengetahui jumlah pasti remaja yang melahirkan di Sumatera Utara pada 2025. Untuk memperoleh jumlah aktual, dibutuhkan data kelahiran hidup yang dirinci berdasarkan umur ibu.

Mengapa Kelahiran pada Usia Remaja Perlu Diperhatikan?

Kelahiran pada usia remaja berkaitan dengan sejumlah persoalan yang perlu ditangani secara menyeluruh, mulai dari kesehatan ibu dan bayi, kelanjutan pendidikan, hingga kesiapan ekonomi dan dukungan keluarga.

Kehamilan pada usia remaja juga memerlukan perhatian terhadap akses pelayanan kesehatan, pemeriksaan kehamilan, pendampingan tenaga kesehatan, serta edukasi kesehatan reproduksi yang sesuai usia.

Di sisi lain, angka kelahiran remaja tidak boleh disamakan dengan angka pernikahan anak. Keduanya merupakan indikator berbeda. Tidak semua kehamilan atau kelahiran pada usia remaja terjadi dalam situasi yang sama, sehingga penyebabnya tidak dapat disimpulkan hanya dari satu angka statistik.

Karena itu, upaya pencegahan perlu didukung edukasi kesehatan reproduksi, akses layanan kesehatan, dukungan keluarga, dan kesempatan bagi remaja untuk melanjutkan pendidikan.

Daerah Mana yang Perlu Mendapat Perhatian?

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pernah menyoroti sejumlah kabupaten/kota terkait persoalan kelahiran pada usia dini, termasuk Padang Lawas Utara, Padang Lawas, dan Serdang Bedagai.

Namun, untuk menyusun daftar daerah dengan angka kelahiran remaja tertinggi pada 2025, diperlukan data ASFR terbaru yang tersedia secara terperinci untuk seluruh kabupaten/kota. Data tingkat provinsi saja belum cukup untuk menentukan peringkat daerah.

Penting juga membedakan jumlah kelahiran dengan tingkat kelahiran. Kabupaten dengan jumlah penduduk lebih besar dapat mencatat jumlah kelahiran lebih tinggi, tetapi belum tentu memiliki tingkat kelahiran remaja tertinggi setelah dibandingkan dengan jumlah perempuan usia 15–19 tahun.

Data Terbaru Menjadi Dasar Evaluasi

Berdasarkan hasil SUPAS 2025, angka kelahiran pada kelompok perempuan usia 15–19 tahun di Sumatera Utara tercatat 11,27 per 1.000 perempuan. Angka ini memberikan gambaran terbaru mengenai pola kelahiran pada kelompok usia remaja.

Meski demikian, angka tersebut perlu dibaca sesuai definisinya dan tidak boleh langsung ditafsirkan sebagai jumlah bayi yang lahir dari ibu remaja. Perbandingan dengan tahun sebelumnya juga membutuhkan data yang sebanding agar perubahan tren dapat dinilai secara tepat.

Data yang lebih rinci mengenai kelahiran hidup menurut umur ibu dan wilayah akan membantu menggambarkan kondisi di Sumatera Utara dengan lebih lengkap, sekaligus menjadi dasar evaluasi program kesehatan reproduksi dan perlindungan remaja.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Hari Perempuan Pedesaan 2026, Ada 912 Ribu Perempuan Bekerja di Sektor Pertanian Sumut
Bikin Baper! 5 Lagu Batak Romantis yang Cocok untuk Temani Kisah Cinta, Ada Rilisan Terbaru 2026
Andaliman, Rempah Khas Batak yang Tembus Pasar Ekspor, Mengapa Potensinya Belum Maksimal?
Dari Wajah Baby Soso yang Terekspos hingga Akun Threads Dikunci, Ini Rentetan Polemik Maia Estianty
Pernah Menangis saat Kuliah di Amerika, Pengalaman Martha Tilaar yang Mengubah Arah Bisnisnya
7 Tahun Menghilang dari Panggung, Syahrini Comeback! Lagu Baru hingga Gaya Cetar Kembali Jadi Sorotan