Sabtu, 26 September 2026

Wali Kota Tanjungbalai Soroti Sarana Sekolah Banyak Rusak hingga Kekurangan Guru

Agus Supratman - Minggu, 03 Mei 2026 09:37 WIB
Wali Kota Tanjungbalai Soroti Sarana Sekolah Banyak Rusak hingga Kekurangan Guru
Tanjungbalai
Topikseru.com, Tanjungbalai - Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim menyoroti sejumlah persoalan di sektor pendidikan di Tanjungbalai. Terutama terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah yang masih banyak mengalami kerusakan. Termasuk kekurangan guru atau tenaga pendidik. Hal itu dikatakan Mahyaruddin saat membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD/MI dan SMP/MTs tingkat Kota Tanjungbalai Tahun 2026 di aula Dinas Pendidikan, Sabtu (2/5/2026). Dalam sambutannya, Mahyaruddin mengatakan, sejumlah persoalan di sektor pendidikan di Tanjungbalai. Terutama terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah yang masih banyak mengalami kerusakan. [irp posts="39973" ] Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat 249 ruang kelas atau sekitar 33,65 persen dalam kondisi rusak. Selain itu, 19 ruang kepala sekolah dan 18 ruang guru juga mengalami kerusakan. “Perbaikan terus dilakukan, termasuk revitalisasi ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan,” kata dia. Tak hanya itu, Mahyaruddin juga mengungkapkan kekurangan tenaga pendidik masih menjadi tantangan. Hal ini terjadi karena dalam tiga tahun terakhir tidak ada pembukaan formasi CPNS untuk guru. Pemerintah Kota Tanjungbalai, lanjut dia, berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui penguatan sarana digitalisasi pembelajaran. Ia menambahkan, peningkatan sektor pendidikan turut berkontribusi terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanjungbalai dari 75,95 menjadi 76,70. Sementara itu, Mahyaruddin menilai, kegiatan OSN menjadi sarana penting untuk mendorong semangat belajar siswa sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis melalui kompetisi yang sehat. “Ajang ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi bagaimana siswa mampu mengasah kemampuan dan memperluas wawasan,” ujar Mahyaruddin. OSN tingkat kota ini mempertandingkan tiga bidang, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Setiap sekolah, kata dia, mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk mengikuti lomba tersebut. Mahyaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dinas Pendidikan, serta Ganesha Operation yang turut mendukung penyelenggaraan kegiatan. Menutup sambutannya, Mahyaruddin berpesan kepada para peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama mengikuti lomba.

Sumber
:
Berita Terkait
Dudung Cek Langsung Sekolah Rakyat Sergai, 300 Siswa Jadi Perhatian Pemerintah Pusat
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, Pemerintah Sediakan 4.770 Formasi
Tangis Haru Ibu Antar Anak Masuk Sekolah Rakyat, Harapan Baru Keluarga Kurang Mampu
Pelajar Nias Utara Bersyukur Program Sekolah Gratis Gubsu Ringankan Beban Orang Tua
Mantan Ketua KPU Tanjungbalai Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp16,5 Miliar
Data Kemendikbud: Hampir 600 Ribu Sekolah Rusak, Target Renovasi 2026 Baru Capai 71.744 Sekolah