Rabu, 23 September 2026

54 Titik Panas Terdeteksi di Sumut, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla dan Cuaca Ekstrem

Muchlis - Senin, 10 Agustus 2026 20:19 WIB
54 Titik Panas Terdeteksi di Sumut, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla dan Cuaca Ekstrem
karhutla Sumut
Topikseru.com, Medan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 54 titik panas atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut). Kemunculan titik panas ini menjadi perhatian karena sebagian wilayah Sumut masih menghadapi kondisi cuaca panas meski hujan masih berpotensi turun. Prakirawan Balai BMKG Wilayah I, Putri Diana, mengatakan puluhan hotspot tersebut terdeteksi melalui pemantauan sejumlah satelit, yakni Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20. "Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20," kata Putri Diana di Medan, Senin (10/8/2026). Temuan tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka, khususnya ketika membersihkan lahan. Api yang tidak terkendali berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika kondisi vegetasi dan lingkungan relatif kering.

54 Hotspot Menyebar di 14 Wilayah Sumut

Berdasarkan pemantauan BMKG, titik panas tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara. Padang Lawas Utara menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 10 titik. Disusul Kabupaten Toba dengan sembilan titik dan Labuhanbatu Selatan sebanyak enam titik. Berikut sebaran hotspot yang terdeteksi BMKG:
  • Asahan: 1 titik
  • Batubara: 1 titik
  • Dairi: 5 titik
  • Humbang Hasundutan: 1 titik
  • Karo: 3 titik
  • Labuhanbatu: 5 titik
  • Labuhanbatu Selatan: 6 titik
  • Labuhanbatu Utara: 3 titik
  • Mandailing Natal: 1 titik
  • Padang Lawas Utara: 10 titik
  • Simalungun: 3 titik
  • Tapanuli Tengah: 5 titik
  • Tapanuli Utara: 1 titik
  • Toba: 9 titik
Data tersebut menunjukkan potensi kebakaran lahan perlu mendapat perhatian di sejumlah wilayah, terutama daerah yang memiliki aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan.

BMKG Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

BMKG mengimbau masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran untuk membersihkan lahan. Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca Sumatera Utara yang masih cenderung panas meskipun hujan masih berpeluang terjadi. Pembakaran lahan secara terbuka dapat dengan mudah meluas apabila bertemu kondisi angin yang cukup kuat dan vegetasi yang kering. Masyarakat juga diminta tidak menganggap hujan sebagai jaminan bahwa risiko kebakaran telah hilang. Perubahan cuaca yang cepat tetap perlu diantisipasi, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas.

Cuaca Sumut Selasa 11 Agustus 2026

Selain memperingatkan potensi karhutla, BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca Sumatera Utara untuk Selasa, 11 Agustus 2026. Pada pagi hari, kondisi cuaca diprakirakan didominasi berawan di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Memasuki siang hingga sore, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi secara meluas di sejumlah wilayah Sumut. Potensi hujan ringan juga masih berlanjut pada malam hari di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Sementara pada dini hari, sebagian besar wilayah diprakirakan berawan. Namun, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Batubara, Labuhanbatu, Serdang Bedagai, Langkat, dan daerah sekitarnya.

Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Di tengah potensi hujan tersebut, BMKG meminta masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan cuaca yang lebih ekstrem. Potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi terutama di kawasan pantai timur dan lereng timur Sumatera Utara. Kondisi tersebut berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang. "Waspadai potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di pantai timur, lereng timur Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana berupa banjir, longsor dan angin kencang," ujar Putri. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dalam durasi cukup lama. Warga juga disarankan terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
Puting Beliung Terjang Tarutung, Enam Rumah Warga Rusak
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
Prabowo Perintahkan Kapolri