Topikseru.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggabungkan agenda penguatan sektor peternakan dengan pengendalian penyakit rabies. Melalui Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026, Sumut menargetkan vaksinasi rabies terhadap 15.000 hewan pembawa rabies (HPR) di seluruh kabupaten/kota.
Program tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk memperluas perlindungan kesehatan hewan sekaligus masyarakat. Kegiatan dipusatkan di Lapangan Astaka Medan Sport Center, Kabupaten Deli Serdang, pada 26-27 September 2026.
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor mengatakan Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang memperkuat kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan hewan, peternak, pelaku usaha, komunitas, hingga pemilik hewan.
Baca Juga:
"Peternakan yang maju, masyarakat sehat. Kita juga ingin mendorong peternakan di Sumatera Utara naik kelas melalui peningkatan kualitas bibit, pakan yang sehat, hilirisasi, serta penguatan kesehatan hewan dan masyarakat," ujar Timur.
Pemprov Sumut bersama berbagai pihak menargetkan 15.000 HPR mendapatkan vaksinasi secara serentak di seluruh wilayah Sumatera Utara. Sasaran tersebut mencakup hewan seperti anjing dan kucing serta HPR lainnya.
Kementerian Pertanian menyebut vaksinasi massal di Sumut disiapkan bersama Pemprov Sumut dan PDHI Cabang Sumut dengan sasaran 15.000 HPR.
Program ini juga diarahkan untuk memperluas cakupan perlindungan terhadap rabies di daerah.
Sebelumnya, Pemprov Sumut menyebut program vaksinasi tersebut juga diarahkan untuk mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori vaksinasi rabies terbanyak di tingkat provinsi.
Timur menegaskan pengendalian rabies tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Tenaga kesehatan hewan, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta pemilik hewan memiliki peran dalam memutus rantai penularan.
Pendekatan tersebut membuat vaksinasi hewan menjadi bagian dari perlindungan masyarakat.
Ketua PDHI Sumut Chalikul Bahri juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan rabies dan kesejahteraan hewan.
"Rabies adalah penyakit yang dapat dicegah, tetapi tetap memerlukan kewaspadaan, kedisiplinan, dan kerja sama dari semua pihak," kata Chalikul.
Pemprov Sumut ingin pembangunan peternakan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas bibit, pakan, kesehatan hewan, keamanan pangan asal hewan, kesejahteraan hewan, serta hilirisasi.
Menurut Timur, sektor peternakan memiliki posisi penting karena berkaitan dengan ketersediaan pangan sekaligus sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, pengembangan peternakan diarahkan agar semakin produktif, kompetitif dan ramah lingkungan sehingga dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan peternak.
Salah satunya adalah kontes hewan kesayangan, terutama anjing dan kucing, yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara pada 26-27 September 2026.
Selain kontes, rangkaian kegiatan juga mencakup pelayanan pengobatan dan vaksinasi hewan secara gratis serta program pengendalian populasi melalui kastrasi dan sterilisasi kucing maupun anjing.
Kegiatan tersebut membuat agenda World Rabies Day tidak hanya berfokus pada vaksinasi, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Pemprov Sumut menyiapkan pembagian 50.000 butir telur kepada masyarakat. Selain itu, terdapat kegiatan makan telur bersama yang melibatkan 10.000 telur secara gratis.
Program tersebut memperlihatkan bahwa agenda peternakan juga dikaitkan dengan pemanfaatan produk peternakan untuk masyarakat.
Dengan demikian, Bulan Bakti Peternakan tidak hanya menjadi forum promosi sektor peternakan, tetapi juga menjadi ruang memperkenalkan pentingnya produk pangan asal hewan.
Pemprov Sumut menilai target tersebut membutuhkan kerja lintas sektor karena persoalan rabies tidak berhenti pada pemberian vaksin.
Edukasi kepada pemilik hewan, pemantauan kesehatan hewan, pengendalian populasi, pelayanan kesehatan veteriner, serta respons terhadap kasus gigitan juga menjadi bagian penting dari upaya pengendalian rabies.
Kementerian Pertanian menekankan pendekatan One Health, yakni melihat kesehatan manusia, hewan dan lingkungan sebagai satu kesatuan dalam pengendalian rabies.
Bagi Sumatera Utara, target vaksinasi 15.000 hewan menjadi salah satu langkah konkret dalam rangkaian upaya tersebut.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah ingin momentum Bulan Bakti Peternakan menjadi penggerak agar sektor peternakan Sumut berkembang dari sisi produktivitas, daya saing, kesehatan hewan hingga kesejahteraan peternak.