Senin, 05 Oktober 2026

Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Nama Jalan di Medan yang Punya Cerita Sejarah

Rizky Aisyah - Senin, 05 Oktober 2026 16:30 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Nama Jalan di Medan yang Punya Cerita Sejarah
pemerintah kota medan
Kawasan Kesawan berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan dan permukiman penting di Medan. Jejak sejarahnya masih dapat dilihat dari sejumlah bangunan lama yang berada di sepanjang kawasan tersebut, termasuk Rumah Tjong A Fie dan Gedung London Sumatra.

Topikseru.com -Nama jalan di Kota Medan mungkin sudah akrab bagi masyarakat karena setiap hari dilalui untuk beraktivitas. Namun, di balik nama-nama tersebut ternyata tersimpan cerita tentang perkembangan kota, perjuangan kemerdekaan hingga tokoh yang pernah memiliki pengaruh dalam sejarah.

Sejumlah ruas jalan bahkan memiliki nama lama yang berbeda dengan nama yang digunakan saat ini. Ada pula nama jalan yang diberikan untuk mengenang tokoh maupun peristiwa tertentu.

Berikut tujuh nama jalan di Medan yang memiliki cerita sejarah menarik untuk diketahui.

Baca Juga:

1. Jalan Ahmad Yani, dulunya Jalan Kesawan

Jalan Ahmad Yani yang berada di kawasan Kesawan dikenal sebagai salah satu jalan tertua di Kota Medan.

Sebelum menggunakan nama Jenderal Ahmad Yani, ruas jalan tersebut dikenal sebagai Jalan Kesawan. Nama itu kemudian berganti menjadi Jalan Ahmad Yani pada 1 Maret 1966.

Kawasan Kesawan berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan dan permukiman penting di Medan. Jejak sejarahnya masih dapat dilihat dari sejumlah bangunan lama yang berada di sepanjang kawasan tersebut, termasuk Rumah Tjong A Fie dan Gedung London Sumatra.

Menariknya, nama Kesawan sendiri sampai sekarang masih sangat dikenal masyarakat meskipun nama resmi jalannya telah berubah.

2. Jalan Veteran, pernah bernama Jalan Bali

Jalan Veteran di Medan juga menyimpan cerita yang berkaitan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Menurut catatan sejarah lokal yang dikutip detikSumut, jalan tersebut sebelumnya dikenal sebagai Jalan Bali. Kawasan itu menjadi salah satu lokasi awal pecahnya Pertempuran Medan Area.

Peristiwa tersebut bermula ketika seorang pemuda Indonesia dilucuti oleh tentara NICA. Kejadian itu kemudian memicu tindakan dari laskar rakyat yang menyerang markas NICA di kawasan tersebut.

Nama Jalan Bali kemudian berubah menjadi Jalan Veteran. Nama baru itu berkaitan dengan penghormatan terhadap para pejuang yang terlibat dalam perjuangan di kawasan tersebut.

3. Jalan HM Joni dan cerita Pasar Merah

Masyarakat Medan tentu tidak asing dengan kawasan Pasar Merah. Namun, tidak semua orang mengetahui bahwa kawasan yang populer dengan nama tersebut memiliki kaitan dengan kondisi wilayah pada masa lalu.

Jalan HM Joni berada di kawasan yang dahulu dikenal sebagai Pasar Merah. Nama Pasar Merah disebut berkaitan dengan kondisi tanah di kawasan tersebut yang berwarna merah.

Meskipun nama resmi jalannya sekarang adalah Jalan HM Joni, sebutan Pasar Merah tetap melekat dalam percakapan masyarakat hingga sekarang.

4. Jalan Haji Misbah, diambil dari nama tokoh pergerakan

Nama Jalan Haji Misbah di Medan Maimun ternyata bukan sekadar nama jalan biasa.

Ruas jalan tersebut menggunakan nama Muhammad Misbach, tokoh pergerakan pada awal abad ke-20 yang dikenal dengan gagasan dan perjuangannya dalam melawan kolonialisme.

Sosok Haji Misbach memiliki pemikiran yang cukup unik pada zamannya karena mencoba menghubungkan gagasan Islam dengan gerakan sosialisme dan komunisme dalam perjuangan melawan penjajahan.

Nama tersebut kemudian diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Medan.

5. Jalan Prof. HM Yamin

Jalan Prof. HM Yamin juga menjadi salah satu ruas jalan yang menggunakan nama tokoh penting dalam sejarah Indonesia.

Nama tersebut merujuk pada Mohammad Yamin, tokoh pergerakan nasional yang dikenal sebagai sastrawan, politikus dan salah satu tokoh yang terlibat dalam perjalanan sejarah menuju kemerdekaan Indonesia.

Menariknya, dalam catatan sejarah penamaan jalan di Medan, ruas ini sebelumnya dikenal dengan nama Jalan Serdang sebelum menggunakan nama Prof. HM Yamin.

6. Jalan AR Hakim, dahulu Jalan Bakti

Jalan AR Hakim merupakan salah satu ruas jalan yang namanya juga mengalami perubahan.

Dalam catatan mengenai perubahan nama jalan di Kota Medan, ruas ini sebelumnya dikenal sebagai Jalan Bakti. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Jalan AR Hakim.

Pergantian nama seperti ini menunjukkan bagaimana sejumlah ruas jalan di Medan kemudian menggunakan nama tokoh sebagai bagian dari upaya mengabadikan nama dan jasa seseorang dalam ruang publik.

7. Jalan Tjong Yong Hian

Berbeda dengan sejumlah jalan yang menggunakan nama pahlawan nasional atau tokoh perjuangan, Jalan Tjong Yong Hian mengingatkan masyarakat pada sejarah komunitas Tionghoa dan perkembangan Kota Medan.

Tjong Yong Hian merupakan salah satu tokoh Tionghoa berpengaruh dalam sejarah Medan. Namanya sempat mengalami perubahan pada masa tertentu, sebelum kemudian kembali digunakan.

Sejarah penamaan jalan di Medan sendiri menunjukkan bahwa nama-nama jalan tidak selalu berkaitan dengan tokoh perjuangan. Ada pula nama yang berkaitan dengan kelompok masyarakat, kondisi wilayah, bangunan, maupun perkembangan ekonomi kota.

Nama jalan ternyata menyimpan cerita kota

Dari Jalan Ahmad Yani yang dahulu dikenal sebagai Jalan Kesawan hingga Jalan Veteran yang berkaitan dengan sejarah Pertempuran Medan Area, nama jalan di Kota Medan ternyata menyimpan banyak lapisan cerita.

Perubahan nama juga menunjukkan bagaimana wajah Kota Medan terus berkembang dari masa ke masa. Sebagian nama lama mungkin sudah tidak digunakan secara resmi, tetapi masih bertahan dalam ingatan dan percakapan masyarakat.

Karena itu, ketika melintasi jalan-jalan tersebut, masyarakat sebenarnya tidak hanya sedang melewati sebuah ruas jalan, tetapi juga melewati bagian dari sejarah panjang Kota Medan.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
4 Tenaga Pencuci Omprengan SPPG Medan Tembung 3 Mengaku Diberhentikan Sepihak
13 Drakor Terbaru yang Tayang Oktober 2026, Ada Kim Ji Won hingga Kim Yoo Jung
4 Jenderal TNI Aktif Asal Sumatera Utara yang Duduki Jabatan Tinggi, Ada yang Jadi KSAD
Bukan Cuma Kopassus, Ini 3 Pasukan Elite TNI dan Rekam Prestasinya
Wanita Asal Medan Ini Jadi Kowad Penerjun Angkatan Pertama Kostrad
Masyarakat dan Mahasiswa Soroti Tambang Bawah Tanah, Dorong Transparansi dan Perlindungan Lingkungan