Topikseru.com – Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak hanya dikenal karena udara sejuk dan panorama pegunungannya. Daerah ini juga menawarkan beragam kuliner khas Karo, jajanan tradisional, serta buah-buahan segar yang menarik dicoba saat berlibur.
Wisatawan yang berkunjung ke Berastagi bisa menemukan pengalaman kuliner yang berbeda dari makanan sehari-hari. Mulai dari hidangan berbumbu khas Karo hingga kue tradisional berbahan dasar beras ketan, setiap sajian memiliki karakter dan cerita tersendiri.
Selain makanan tradisional, Berastagi juga terkenal dengan hasil pertanian dataran tinggi, seperti jeruk, markisa, dan stroberi. Tak heran jika berburu kuliner dan membeli buah segar kerap menjadi bagian dari agenda wisata ke daerah ini.
Baca Juga:
Lantas, apa saja kuliner khas Berastagi yang menarik untuk dicoba? Berikut beberapa pilihannya.
1. Cimpa Unung-Unung, Kue Tradisional Khas Karo
Cimpa unung-unung merupakan salah satu makanan tradisional yang identik dengan masyarakat Karo. Kue ini dibuat dari beras ketan dengan isian kelapa parut dan gula merah, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang atau daun singkut.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa manis dengan tekstur kenyal. Aromanya juga khas karena menggunakan pembungkus daun saat proses memasak.
Cimpa memiliki hubungan erat dengan tradisi masyarakat Karo. Kue ini sering disajikan dalam pertemuan keluarga, pesta adat, dan perayaan kerja tahun atau merdang merdem.
Bagi wisatawan, cimpa bisa menjadi pilihan untuk mengenal kuliner tradisional sekaligus mencicipi kudapan yang memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat.
2. Tasak Telu, Hidangan Tradisional Kaya Cita Rasa
Tasak telu merupakan hidangan khas Karo yang menarik dicoba oleh pencinta kuliner tradisional. Nama makanan ini merujuk pada sajian yang terdiri atas tiga unsur utama dalam penyajiannya.
Hidangan ini umumnya menggunakan ayam kampung yang disajikan bersama olahan berbumbu, kuah atau cipera, serta sambal khas Karo. Komposisi dan cara penyajiannya dapat berbeda sesuai tradisi keluarga maupun tempat makan.
Salah satu daya tarik tasak telu adalah penggunaan bumbu lokal yang memberikan karakter rasa tersendiri. Sajian ini juga memiliki keterkaitan dengan tradisi makan bersama dalam masyarakat Karo.
Wisatawan yang ingin mencicipinya dapat mencari rumah makan yang menyediakan masakan tradisional Karo di Berastagi dan sekitarnya. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu bahan serta cara pengolahannya karena resep dapat berbeda antara satu tempat dan tempat lainnya.
3. Cipera, Olahan Ayam dengan Kuah Kental
Cipera menjadi pilihan lain bagi wisatawan yang ingin mengenal masakan khas Karo. Hidangan ini menggunakan jagung yang diolah menjadi bagian dari kuah kental, biasanya dipadukan dengan ayam dan aneka bumbu.
Teksturnya yang kental serta rasa gurih dari perpaduan bahan menjadikan cipera berbeda dari sup ayam pada umumnya.
Cipera juga dapat disajikan sebagai bagian dari hidangan tasak telu. Karena itu, wisatawan yang ingin mencoba lebih dari satu sajian tradisional bisa menanyakan apakah rumah makan menyediakan menu tersebut dalam satu paket.
Bagi pencinta kuliner daerah, cipera menarik dicoba karena memperlihatkan pemanfaatan jagung dalam tradisi memasak masyarakat Karo.
4. Gule Kuta-Kuta, Gulai Ayam Khas Karo
Gule kuta-kuta merupakan salah satu hidangan tradisional Karo berbahan dasar ayam. Masakan ini menggunakan racikan rempah dengan karakter rasa yang khas.
Salah satu bahan yang dikenal dalam pengolahannya adalah asam cekala atau patikala, yang memberikan sentuhan rasa tersendiri pada masakan.
Hidangan ini cocok menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati makanan berkuah dengan cita rasa rempah lokal. Penyajiannya dapat berbeda menurut resep yang digunakan oleh masing-masing rumah makan.
Jika ingin mencicipinya saat berwisata, tanyakan ketersediaan menu kepada pengelola tempat makan karena tidak semua restoran menyediakan masakan tradisional Karo setiap hari.
5. Pagit-Pagit, Kuliner Khas Karo dengan Bahan yang Unik
Pagit-pagit atau trites merupakan makanan tradisional Karo yang dikenal karena bahan utamanya tidak biasa bagi sebagian wisatawan.
Hidangan ini dibuat menggunakan bahan dari isi lambung sapi atau kerbau yang diolah melalui proses memasak dan dibumbui dengan rempah-rempah.
Karakter bahan dan proses pengolahannya membuat pagit-pagit menjadi salah satu kuliner tradisional yang memiliki identitas kuat dalam budaya makan masyarakat Karo.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman kuliner berbeda, makanan ini dapat menjadi pilihan untuk mengenal lebih jauh keragaman masakan daerah.
Namun, karena bahan utamanya cukup spesifik, pengunjung sebaiknya memastikan bahan, proses pengolahan, serta kecocokannya dengan kebutuhan diet sebelum memesan.
6. Jagung Bakar, Teman Bersantai di Udara Sejuk
Selain hidangan tradisional, jagung bakar juga menjadi pilihan yang menarik saat menikmati suasana sejuk kawasan Berastagi dan jalur wisata sekitarnya.
Jagung dapat disajikan dengan bumbu sederhana maupun tambahan rasa sesuai selera. Hidangan ini cocok dinikmati ketika beristirahat setelah berkeliling atau saat singgah di tempat yang menawarkan pemandangan alam.
Wisatawan yang melakukan perjalanan dari Medan menuju Berastagi juga dapat mempertimbangkan berhenti di kawasan tempat makan yang tersedia sepanjang rute, termasuk area penatapan.
Ketersediaan penjual dan harga dapat berubah, sehingga sebaiknya periksa kondisi lokasi serta harga sebelum membeli.
7. Jeruk Berastagi, Buah Segar yang Banyak Diburu Wisatawan
Berastagi dikenal luas sebagai salah satu kawasan penghasil buah di Sumatera Utara. Jeruk menjadi salah satu komoditas yang sering dicari wisatawan ketika berkunjung ke daerah ini.
Buah jeruk dapat dibeli untuk dinikmati selama perjalanan maupun dijadikan oleh-oleh bagi keluarga di rumah.
Pasar Buah Berastagi menjadi salah satu tempat yang dapat dikunjungi untuk melihat beragam hasil pertanian lokal. Selain buah segar, pengunjung juga bisa menemukan berbagai produk yang dijual pedagang setempat.
Jika membeli jeruk dalam jumlah banyak, perhatikan kondisi buah dan bandingkan harga dari beberapa penjual sebelum memutuskan untuk membeli.
8. Markisa, Buah dengan Rasa Asam Manis yang Menyegarkan
Selain jeruk, markisa juga identik dengan hasil pertanian kawasan Berastagi dan sekitarnya.
Buah ini memiliki rasa asam manis dan aroma khas. Markisa dapat dinikmati sebagai buah segar maupun diolah menjadi minuman dan produk olahan untuk oleh-oleh.
Bagi wisatawan yang ingin membawa buah tangan dari Tanah Karo, produk berbahan markisa dapat menjadi alternatif selain buah segar.
Sebelum membeli produk olahan, periksa label, komposisi, tanggal kedaluwarsa, serta kondisi kemasannya agar lebih aman dibawa pulang.
9. Stroberi Segar, Pilihan Menarik untuk Keluarga
Stroberi juga menjadi salah satu buah yang banyak dikaitkan dengan wisata dataran tinggi Berastagi.
Di sejumlah kebun wisata, pengunjung dapat menemukan kegiatan yang berkaitan dengan buah stroberi, termasuk melihat tanaman dan, jika fasilitas serta musim memungkinkan, memetik buah secara langsung.
Aktivitas tersebut dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menggabungkan wisata alam dengan pengalaman mengenal hasil pertanian.
Namun, tidak semua kebun menyediakan fasilitas petik sendiri setiap saat. Pastikan terlebih dahulu mengenai jam kunjungan, biaya, dan ketersediaan buah sebelum datang.
Tips Berburu Kuliner Saat Berwisata ke Berastagi
Agar pengalaman wisata kuliner lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
1. Cari tahu menu sebelum datang. Tidak semua rumah makan menyediakan seluruh hidangan tradisional Karo. Hubungi pengelola jika ingin mencicipi menu tertentu.
2. Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan makanan. Tanyakan bahan dan cara pengolahan, terutama untuk hidangan tradisional yang menggunakan bahan khusus. Wisatawan yang membutuhkan makanan halal sebaiknya memastikan bahan, peralatan, dan proses pengolahannya kepada pihak rumah makan.
3. Siapkan anggaran. Harga makanan, buah, dan produk oleh-oleh dapat berbeda menurut penjual, ukuran, musim, dan lokasi.
4. Pilih buah yang kondisinya baik. Periksa kematangan, kesegaran, dan kondisi kulit buah sebelum membeli.
5. Jadikan kuliner bagian dari perjalanan. Wisatawan dapat mengatur waktu untuk menikmati makanan tradisional, mengunjungi pasar buah, dan menjelajahi destinasi wisata alam dalam satu agenda perjalanan.
Kuliner khas Berastagi menawarkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar menikmati makanan. Wisatawan dapat mengenal tradisi masyarakat Karo melalui cimpa unung-unung, tasak telu, cipera, dan gule kuta-kuta, sekaligus menikmati hasil pertanian lokal seperti jeruk, markisa, dan stroberi.
Dengan menyusun agenda perjalanan dan mencari informasi tempat makan terlebih dahulu, wisatawan dapat menikmati kekayaan kuliner Tanah Karo dengan lebih nyaman.
Jadi, saat merencanakan liburan ke Berastagi, jangan hanya menyiapkan daftar tempat wisata. Sisihkan waktu untuk mengenal makanan tradisional dan mencicipi hasil bumi yang menjadi salah satu daya tarik kawasan dataran tinggi Sumatera Utara ini.