Kamis, 01 Oktober 2026

IHSG Ditutup Naik Tipis 1,54 Poin Bertengger di Level 8.259,39 di Perdagangan Sesi I Senin (13/10/2025) Siang Ini

Mhd Rabbani - Senin, 13 Oktober 2025 13:41 WIB
IHSG Ditutup Naik Tipis 1,54 Poin Bertengger di Level 8.259,39 di Perdagangan Sesi I Senin (13/10/2025) Siang Ini
Topikseru.com - Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (13/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 1,54 poin atau 0,02% ke 8.259,39 di pasar spot. Ada sebanyak 258 saham naik, 417 saham turun dan 127 saham stagnan. Tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor transportasi yang naik 2,81%, sektor energi naik 1,75% dan sektor barang konsumen non siklikal yang naik 1,39%. Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor barang konsumen siklikal yang turun 1,41%, sektor keuangan turun 1,17% dan sektor properti yang turun 1,02%. Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 23,32 miliar saham dengan total nilai Rp 14,59 triliun. Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah: 1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (6,19%) 2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (5,41%) 3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (4,70%) Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah: 1. PT Indosat Tbk (ISAT) (-6,17%) 2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (-3,68%) 3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (-3,38%)

IHSG Dibuka Anjlok 118,28 Poin ke Level 8.153,88 Pagi Ini

[caption id="attachment_24453" align="aligncenter" width="547"]IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 118,28 poin atau 1,31% ke 8.153,88. Ada sebanyak 83 saham naik, 402 saham turun dan 150 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral kompak melemah pada perdagangan pagi ini.[/caption] Pada perdagangan Senin (13/10/2025). Pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 118,28 poin atau 1,31% ke 8.153,88. Ada sebanyak 83 saham naik, 402 saham turun dan 150 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral kompak melemah pada perdagangan pagi ini. Indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor keuangan yang turun 1,13%, sektor perindustrian turun 0,98% dan sektor transportasi yang turun 0,79%. Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 2,24 miliar saham dengan total nilai Rp 1,88 triliun. Top gainers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (3,02%) 2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (1,85%) 3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (0,77%) Top losers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (-2,95%) 2. PT Indosat Tbk (ISAT) (-2,57%) 3. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (-2,52%)

Analis Pasar: IHSG Berpotensi Terkoreksi Menguji Support di 8.150 dengan Resistance Terdekat 8.272

[caption id="attachment_24433" align="aligncenter" width="653"]IHSG Analis Pasar dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi dalam sepekan ke depan akibat tekanan katalis global.[/caption] PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi dalam sepekan ke depan akibat tekanan katalis global. Kebijakan tarif baru Amerika Serikat (AS) terhadap China diperkirakan meningkatkan ketegangan perdagangan dan memicu kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Ketegangan AS-China juga berpotensi menaikkan harga emas sebagai safe haven. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah mengatakan, faktor-faktor eksternal ini bisa memicu risiko keluarnya dana asing atau foreign outflow dari pasar saham domestik dan aksi profit taking. Hari menambahkan tekanan pada IHSG diperkirakan muncul di awal pekan seiring kebijakan tarif baru yang diterapkan pemerintahan Trump terhadap China. Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China juga berpotensi mendorong kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai. Dus, Hari memprediksi IHSG berpotensi terkoreksi menguji support di 8.150 dengan resistance terdekat 8.272. "Pelaku pasar disarankan bersikap defensif, fokus pada saham berfundamental kuat, dan menerapkan strategi buy on weakness secara selektif," ujar Hari dalam risetnya. Berikut rekomendasi sejumlah saham dari IPOT untuk sepekan mendatang: 1. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rekomendasi: Buy Entry: Rp 2.320 Target harga: Rp 2.670 Stop loss: Rp 2.140 Analisa: Sepanjang pekan terakhir, CDIA mencatat net buy asing Rp 536 miliar, menandakan minat beli yang solid. Selama bertahan di atas EMA-5, saham ini berpotensi melanjutkan tren naik, didukung sentimen positif dari langkah perusahaan memperkuat kendali pada dua anak usahanya di sektor pelayaran, CSI dan MIM. 2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rekomendasi: Buy Entry: Rp 3.310 Target harga: Rp 3.600 Stop loss: Rp 3.190 Analisa: Sepanjang pekan terakhir ANTM mencatat net buy asing sebesar Rp 135 miliar, didorong oleh sentimen positif dari kenaikan harga emas yang signifikan akibat meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi ini memberikan peluang bagi saham ANTM untuk melanjutkan potensi penguatan dalam waktu dekat. 3. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rekomendasi: Buy Entry: Rp 2.090 Target harga: Rp 2.320 Stop loss: Rp 1.970 Analisa: SSIA mulai menunjukkan perubahan arah dengan pergerakan harga yang berbalik ke tren uptrend, didukung oleh meningkatnya minat investor besar serta sentimen positif dari pengembangan proyek kawasan industri Subang Smartpolitan. Proyek ini menjadi katalis utama karena diharapkan menarik investasi dari berbagai sektor, termasuk otomotif dan manufaktur, yang dapat meningkatkan kinerja penjualan lahan dan pendapatan perusahaan ke depan.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290