Rabu, 30 September 2026

Rupiah Spot Melemah 0,22% Dibuka di Level Rp16.744 Per Dolar AS Pagi Ini

Mhd Rabbani - Rabu, 05 November 2025 11:45 WIB
Rupiah Spot Melemah 0,22% Dibuka di Level Rp16.744 Per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah Spot
Topikseru.com - Pada perdagangan Rabu (5/11/2025) rupiah spot di pasar spot kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. Mengutip data Bloomberg, Rabu (5/11/2025), rupiah spot dibuka di level Rp 16.744 per dolar AS. Rupiah melemah 0,22% per dolar AS pada pukul 09.15 WIB. Rupiah melanjutkan pelemahan jika dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Selasa kemarin, rupiah di pasar spot melemah 0,19% secara harian menjadi Rp 16.708 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,36% secara harian ke Rp 16.724. Sebelumnya, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah cukup besar terhadap dolar AS di risk off global, dipicu beragam faktor. Seperti kekhawatiran bubble artificial intelligence (AI), ketidakpastian prospek suku bunga Fed, dan keraguan investor terkait kesepakatan China-AS. Dari domestik, rupiah tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga oleh BI. "Rabu (5/11), investor menantikan rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia, ujar Lukman kemarin. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menambahkan, rilis data pertumbuhan ekonomi akan mempengaruhi rupiah, Rabu (5/11). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 Lukman memproyeksi pada hari ini rupiah bergerak di Rp 16.600–Rp 16.800 per dolar AS. Sementara prediksi Ibrahim rupiah berada di rentang Rp 16.700–Rp 16.750 per dolar AS. Rupiah Spot Bakal Fluktuatif Bergerak pada Rentang Rp 16.600 – Rp 16.800 Per Dolar AS Pada perdagangan Selasa (5/11/2025) kemarin rupiah spot melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,19% secara harian ke level Rp 16.708 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,36% secara harian ke posisi Rp 16.724 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah cukup besar terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off global yang dipicu oleh beragam faktor. Di antaranya kekhawatiran bubble artificial intelligence (AI), ketidakpastian prospek suku bunga the Fed, dan keraguan investor akan kesepakatan China-AS pekan lalu. Dari domestik, rupiah masih terus tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga oleh BI. “Untuk Rabu (5/11/2025), investor menantikan rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang apabila lemah, bisa meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga BI. Walau secara umum masih tertekan, namun level sekarang sangat berpotensi bagi BI untuk intervensi,” ujar Lukman. Senada, Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rilis data pertumbuhan ekonomi akan mempengaruhi gerak rupiah pada Rabu (5/11/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal III – 2025 pada Rabu (5/11/2025). Konsensus ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal III – 2025. Angka itu sejalan dengan perkiraan pemerintah yang juga berada di kisaran 5%. Lukman memproyeksikan rupiah pada Rabu (5/11) bergerak pada rentang Rp 16.600 – Rp 16.800 per dolar AS. Sedangkan Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada rentang Rp 1 6.700 – Rp 16.750 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Terjatuh di Zona Merah Ditutup di Level Rp17.758 per Dolar AS