Sabtu, 07 November 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS

Mhd Rabbani - Selasa, 22 September 2026 06:23 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal pekan, Senin (21/9/2026) nilai tukar rupiah kembali tertekan di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan berlangsung Rabu (23/9/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.847 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut melemah 0,50% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sementara berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada di level Rp 17.813 per dolar AS. Level tersebut melemah 0,38% dibandingkan perdagangan Jumat (18/9/2026) yang berada di level Rp 17.745 per dolar AS. Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar akan mencermati keputusan BI di tengah dinamika nilai tukar rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global. Menurut Ibrahim, arah kebijakan bank sentral global saat ini cenderung terfragmentasi. Sebagian bank sentral mengambil sikap hawkish, sementara sebagian lainnya masih memiliki ruang untuk melakukan pelonggaran dengan mempertahankan suku bunga acuan. "Namun melihat situasi inflasi global yang tinggi, kemungkinan Gubernur Bank Indonesia dalam rapat di hari Rabu akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps," kata Ibrahim. Sementara itu, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah terjadi di tengah perhatian investor terhadap hasil RDG BI. "Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran investor menjelang RDG BI yang dimana BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga," ujar Lukman. Di sisi lain, Lukman mencatat mata uang Asia secara umum menguat pada perdagangan Senin. Penguatan tersebut terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir pekan ini. Menurut Lukman, pelemahan rupiah mencerminkan sentimen yang masih membebani pergerakan mata uang domestik. Pasar juga mencermati laporan mengenai kemungkinan intervensi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Untuk perdagangan selanjutnya, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.750-Rp 17.900 per dolar AS. Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 17.840-Rp 17.900 per dolar AS.  

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Bergerak Fluktuatif Cenderung Melemah Terbatas
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif dengan Kecenderungan Melemah
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bergerak Fluktuatif Namun Terbatas di Rentang Rp17.580-Rp17.680 per Dolar AS