Rabu, 30 September 2026

Rupiah Spot Dibuka Menguat 0,15% Menuju Level Rp16.692 Per Dolar AS Pagi Ini

Mhd Rabbani - Kamis, 06 November 2025 09:43 WIB
Rupiah Spot Dibuka Menguat 0,15% Menuju Level Rp16.692 Per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah Spot
Topikseru.com - Pada perdagangan Kamis (6/11/2025) rupiah spot dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat(AS) pagi ini di pasar spot. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, rupiah spot dibuka di level Rp 16.692 per dolar AS pada pukul 19.10 WIB. Rupiah spot tercatat menguat 0,15% dibandingkan harga penutupan Rabu (5/11/2025) yang berada di level 16.717 per dolar AS. Sebelumnya, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, dolar AS masih dalam tren penguatan karena dipicu ketidakpastian pemangkasan suku bunga the Federal Reserve ke depannya. Rupiah juga terseret rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III-2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 mencapai 5,04%. Kenaikan itu lebih rendah bila dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II-2025 yang sebesar 5,12%. "Investor juga tengah menantikan data pekerjaan automatic data processing (ADP) nonfarm employment dan survei Institute of Supply Management (ISM) non-manufacturing," ujar Lukman. Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pada Kamis (6/11) akan bergerak fluktuatif, tapi ditutup melemah di rentang Rp 16.710–Rp 16.760 per dolar AS. Analis Pasar: Rupiah Spot Bakal Melemah Direntang Rp16.710–Rp16.760 Per Dolar AS [caption id="attachment_27168" align="aligncenter" width="680"]Rupiah Spot rupiah spot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah usai rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025.[/caption] Pada perdagangan Rabu (5/11/2025) rupiah spot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah usai rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,05% secara harian ke level Rp 16.717 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,02% secara harian ke posisi Rp 16.729 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah sempat menguat, namun tetap ditutup melemah terhadap dolar AS yang masih melanjutkan penguatan. Penguatan dolar AS ini dipicu ketidakpastian pemangkasan suku bunga The Fed ke depannya. Rupiah sempat bangkit setelah data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 yang lebih baik dari perkiraan. “Dolar AS sendiri masih perkasa, investor menantikan data pekerjaan Automatic Data Processing (ADP) Nonfarm Employment dan survey Institute of Supply Management (ISM) non-manufacturing,” ujar Lukman. Lukman memperkirakan rupiah pada Kamis (6/11/2025) akan kembali tertekan di rentang Rp 16.550 – Rp 16.750 per dolar AS. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 yang mencapai 5,04%. Pertumbuhan tersebut lebih lambat bila dibandingkan kuartal II 2025 yang tumbuh 5,12%. Ibrahim menyebut, dolar AS terus menguat sejak pekan lalu, setelah The Fed menyatakan pemotongan suku bunga pada Desember 2025 belum pasti. “Market memperkirakan peluang sebesar 69,8% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, dan peluang sebesar 30,2% untuk mempertahankan suku bunga, menurut CME Fedwatch,” ujar Ibrahim. Ibrahim memperkirakan rupiah pada Kamis (6/11/2025) bergerak fluktuatif, namun bakal ditutup melemah direntang Rp 16.710 – Rp 16.760 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Terjatuh di Zona Merah Ditutup di Level Rp17.758 per Dolar AS