Rabu, 07 Oktober 2026

Inilah Amalan Sunnah Nabi Muhammad dalam Merayakan Idul Fitri

Mhd Rabbani - Selasa, 17 Maret 2026 09:35 WIB
Inilah Amalan Sunnah Nabi Muhammad dalam Merayakan Idul Fitri
Idul Fitri
Topikseru.com, Jakarta - Nabi Muhammad SAW memiliki amalan Sunnah dalam Merayakan Idul Fitri di mana perayaan Idul Fitri tidak hanya identik dengan tradisi seperti mengenakan pakaian baru atau hidangan khas, melainkan juga sarat akan amalan ibadah dan nilai-nilai syukur. Dalam ajaran Islam, hari raya ini memiliki sejumlah praktik sunah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, memberikan teladan kepedulian sosial dan rasa syukur yang dapat diikuti umat Muslim. Cara Rasulullah SAW menyambut dan merayakan 1 Syawal penuh dengan makna mendalam. Sunah-sunah ini mencerminkan penghormatan terhadap hari yang suci dan menjadi puncak ibadah setelah menunaikan puasa Ramadan sebulan penuh. Umat Muslim dianjurkan untuk meneladani amalan-amalan tersebut sebagai bentuk penghayatan Idul Fitri. Salah satu ciri khas datangnya Hari Raya Idul Fitri adalah gema takbir. Rasulullah SAW menghidupkan malam Idul Fitri dengan memperbanyak takbir hingga pagi hari sebelum pelaksanaan salat Id. Amalan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT setelah umat Muslim menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan. Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga sangat memperhatikan penampilan saat Hari Raya Idul fitri. Beliau diketahui memiliki pakaian khusus yang dikenakan pada hari raya dan juga pada hari Jumat, menunjukkan pentingnya berpenampilan terbaik di hari-hari istimewa tersebut. Sebelum berangkat menuju tempat salat Id, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mandi terlebih dahulu dan memakai wewangian. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang suci dan penuh kebahagiaan, serta untuk menciptakan suasana yang bersih dan harum. Sunah lain yang sering dilakukan Rasulullah SAW sebelum menunaikan salat Id adalah mengonsumsi kurma dengan jumlah ganjil. Beliau biasa makan satu, tiga, atau lima butir kurma, sebuah praktik yang juga dianjurkan untuk diikuti oleh umat Muslim hingga saat ini.  

Sumber
:
Berita Terkait
Naskah Khutbah Jumat: Hari Santri dan Cara Jihad Masa Kini
Teks Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
Khutbah Jumat 11 September 2026: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
Teks Khutbah Jumat: Jangan Sampai Jabatan dan Harta Melalaikan Kita, Belajar dari Surah At-Takatsur
Teks Khutbah Jumat: Pemerintah Bertanggung Jawab Mewujudkan Kesejahteraan Guru