Rabu, 30 September 2026

Dolar AS Menguat Dipicu Potensi Meredanya Konflik Antara AS, Israel dan Iran

Mhd Rabbani - Kamis, 26 Maret 2026 12:58 WIB
Dolar AS Menguat Dipicu Potensi Meredanya Konflik Antara AS, Israel dan Iran
Dolar AS
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Asia, Kamis (26/3/2026) Dolar Amerika Serikat (AS) menguat seiring investor mencari kejelasan terkait potensi meredanya konflik antara AS, Israel, dan Iran, serta mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS. Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,5% menjadi 99,641, mencatat kenaikan harian terbesar dalam sepekan terakhir. Terhadap yen Jepang, dolar AS relatif stabil di level 159,41 yen, mendekati posisi tertinggi sejak 2024. Sementara itu, dolar Australia melemah 0,1% ke US$0,6943, dan dolar Selandia Baru bergerak datar di US$0,5806. Ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama penggerak pasar. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan, negaranya tengah meninjau proposal dari AS untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk, namun belum memiliki niat untuk melakukan negosiasi. Analis dari Westpac menilai pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan berita terkait geopolitik, khususnya apakah situasi akan benar-benar mereda atau justru memasuki fase konflik baru. Di sisi lain, pelaku pasar mulai meragukan proyeksi inflasi sebelumnya setelah lonjakan harga energi akibat penutupan Selat Hormuz. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menahan suku bunga sepanjang tahun ini. Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, probabilitas bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Desember mencapai 70,6%, meningkat dari 60,2% sehari sebelumnya. Terhadap yuan China, dolar AS relatif stabil di level 6,9026 yuan offshore. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pada 14–15 Mei mendatang, dalam kunjungan pertamanya ke China dalam delapan tahun terakhir setelah sempat tertunda akibat konflik Iran. Sementara itu, euro bergerak datar di US$1,1560 setelah melemah dalam dua hari terakhir. Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, membuka peluang kenaikan suku bunga jika konflik Timur Tengah mendorong inflasi di kawasan euro. Poundsterling juga stabil di US$1,3365, setelah data menunjukkan inflasi konsumen Inggris bertahan di level 3,0% pada Februari, masih di atas target bank sentral. Di pasar kripto, Bitcoin naik 0,4% ke US$71.247,25, sementara Ethereum menguat tipis 0,2% ke US$2.170,88.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Terjatuh di Zona Merah Ditutup di Level Rp17.758 per Dolar AS