Senin, 28 September 2026

KAI Sumut Perkuat Integrasi Transportasi, Penumpang Stasiun Bandar Khalipah Tembus 98 Ribu

Muchlis - Sabtu, 25 April 2026 17:51 WIB
KAI Sumut Perkuat Integrasi Transportasi, Penumpang Stasiun Bandar Khalipah Tembus 98 Ribu
KAI Sumut
Topikseru.com, Medan - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) terus memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini ditegaskan dalam momentum Hari Transportasi Nasional 2026. Perusahaan pelat merah tersebut menyoroti pentingnya konektivitas antarmoda sebagai solusi transportasi masa depan, terutama di wilayah perkotaan dan antarwilayah di Sumatera Utara. [irp posts="40319" ]

Integrasi Transportasi Jadi Kebutuhan Utama

Plt Manager Humas KAI Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa integrasi transportasi kini bukan lagi opsi tambahan, melainkan kebutuhan mendesak. "Integrasi transportasi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berpindah moda secara efisien dalam satu titik," ujar Anwar, Jumat (24/4/2026). Salah satu contoh implementasi nyata terlihat di Stasiun Bandar Khalipah yang telah berkembang menjadi simpul transportasi strategis. Stasiun ini menghubungkan berbagai moda, mulai dari kereta api antarkota, KA Bandara Kualanamu, hingga layanan Bus Rapid Transit (BRT).

Lonjakan Penumpang Signifikan

Efektivitas integrasi tersebut tercermin dari peningkatan jumlah penumpang yang signifikan. Sepanjang 2025, Stasiun Bandar Khalipah melayani 98.322 pelanggan, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Tren pertumbuhan penumpang juga menunjukkan peningkatan konsisten: 2021: 21.145 penumpang 2022: 32.676 penumpang 2023: 69.850 penumpang 2024: 88.013 penumpang 2025: 98.322 penumpang Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa integrasi transportasi berdampak langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat.

Dorong Ekonomi dan Pariwisata

Selain di Bandar Khalipah, konsep serupa juga diterapkan di Stasiun Pematangsiantar. Stasiun ini terhubung dengan transportasi lanjutan menuju kawasan wisata unggulan seperti Parapat dan Pulau Samosir. Konektivitas tersebut dinilai mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. "Kemudahan akses transportasi akan meningkatkan pergerakan orang dan barang, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi," tambah Anwar. [irp posts="40089" ]

Transportasi Ramah Lingkungan

Sejalan dengan tema Hari Transportasi Nasional 2026, yakni “Smart Mobility, Konektivitas Terintegrasi, dan Transportasi Ramah Lingkungan”, KAI juga menekankan penggunaan kereta api sebagai moda transportasi rendah emisi. Kereta api dinilai lebih efisien dari sisi energi serta mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar, sehingga menjadi solusi mobilitas berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi. "Kami mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi massal yang lebih ramah lingkungan seperti kereta api," tutup Anwar.

Sumber
:
Berita Terkait
Efisiensi Biometrik Stasiun Medan: Layanan Pemindaian Wajah KAI Pangkas Biaya dan Kertas
Kinerja Logistik KAI Divre I Sumut Melejit 16 Persen, Tekan Biaya Logistik Daerah
Abu Vulkanik Sinabung Ganggu Penerbangan, KAI Pastikan Kereta Api Sumut Tetap Jalan
Tiket Kereta di Sumut Tak Jadi Berangkat? Ini Cara Batal dan Refund KAI
KAI Sumut Ganti 3.131 Bantalan Kayu Jembatan, Material Sintetis Diklaim Tahan 50 Tahun
Gempa M6,4 Simalungun, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta di Sumut