Jumat, 25 September 2026

Harga Minyak Minyak Melonjak Lebih dari 3% Setelah Konflik AS vs Iran Kembali Memanas

Mhd Rabbani - Senin, 13 Juli 2026 08:17 WIB
Harga Minyak Minyak Melonjak Lebih dari 3% Setelah Konflik AS vs Iran Kembali Memanas
Harga Minyak Minyak
Topikseru.com, Singapura - Pada perdagangan Senin (13/7/2026) harga minyak mentah melonjak lebih dari 3% setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Eskalasi serangan kedua negara meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia. Hingga pukul 23.11 waktu setempat, harga minyak mentah Brent naik US$ 2,34 atau 3,08% menjadi US$ 78,35 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 2,21 atau 3,09% ke level US$ 73,62 per barel. Ketegangan meningkat setelah Iran memperluas serangan ke Qatar dan Uni Emirat Arab pada akhir pekan. Di saat yang sama, militer AS kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran. Rangkaian aksi saling serang tersebut memperburuk situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia. Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran komersial. Namun sebelumnya, Iran mengumumkan telah menutup jalur tersebut setelah sebuah kapal melintasi rute yang tidak mendapat persetujuan dan kemudian menjadi sasaran serangan. Data pelacakan kapal Kpler menunjukkan hanya enam kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Minggu, jumlah terendah dalam lima pekan terakhir. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pasar bahwa arus distribusi energi global mulai terdampak oleh meningkatnya konflik. Memanasnya kembali hubungan kedua negara juga menimbulkan keraguan terhadap kelangsungan kesepakatan sementara AS-Iran yang diteken bulan lalu. Perjanjian tersebut sebelumnya diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik melalui tambahan negosiasi selama 60 hari. Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanannya pada Jumat lalu menyebutkan pasokan minyak global memang meningkat 4,1 juta barel per hari pada Juni setelah adanya kesepakatan tersebut. Namun, produksi dunia masih sekitar 9,4 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan tingkat sebelum perang. Analis ANZ menilai harapan pasar terhadap penyelesaian konflik dalam waktu singkat mulai memudar setelah ketegangan kembali meningkat sepanjang akhir pekan. Sementara itu, analis pasar IG Tony Sycamore menilai kenaikan harga minyak yang masih relatif terbatas menunjukkan pelaku pasar menganggap konflik saat ini baru merupakan eskalasi dari gencatan senjata yang rapuh, bukan pertanda runtuhnya kesepakatan damai secara total. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penilaian tersebut masih bisa berubah apabila konflik terus meluas dan mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Sumber
:
Berita Terkait
CENTCOM Paksa 115 Kapal Putar Balik, AS Perketat Blokade Tembok Baja Iran
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Harga Minyak Mentah Brent Turun 1,97% di Level US$ 101,82 per Barel
Harga Minyak Mentah Turun: Brent Turun US$ 1,01 dan West Texas Intermediate (WTI) 52 Sen