Minggu, 27 September 2026

IHSG Naik 8,45 Poin Berdiri Tegar di Level 6.359,59 di Perdagangan Kamis (6/8/2026) Pagi Ini

Mhd Rabbani - Kamis, 06 Agustus 2026 10:05 WIB
IHSG Naik 8,45 Poin Berdiri Tegar di Level 6.359,59 di Perdagangan Kamis (6/8/2026) Pagi Ini
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (6/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat dan berpeluang mencatat penguatan selama tiga hari berturut-turut. Sentimen positif datang dari optimisme terhadap prospek ekonomi domestik, meski mayoritas bursa Asia bergerak melemah setelah reli saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mereda. Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG naik 0,13% atau 8,45 poin ke level 6.359,59. Sebanyak 269 saham menguat, 205 saham melemah, dan 212 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,34 triliun. Penguatan IHSG ditopang oleh tujuh indeks sektoral. Sektor bahan baku (IDX Basic) memimpin kenaikan dengan menguat 1,29%, disusul sektor transportasi (IDX Trans) naik 0,61%, serta sektor energi (IDX Energy) yang menguat 0,29%. Saham top gainers LQ45: PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,70% ke Rp 700 PT Hartadinata ABadi Tbk (HRTA) naik 3% ke Rp 2.060 PT Antam Tbk (ANTM) naik 2,28% ke Rp 3.140 Saham top losers LQ45: PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 2,69% ke Rp 1.625 PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 1,48% ke Rp 2.670 PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,36% ke Rp 1.820.

Analis Pasar: IHSG Berpotensi Menguat dengan Pergerakan di Kisaran 6.290 hingga 6.400

pada perdagangan Rabu (5/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ditopang kombinasi sentimen global dan domestik yang cenderung positif. IHSG naik 31,5 poin atau 0,50% ke level 6.351,14. Penguatan ini terjadi seiring dominasi sentimen positif di pasar global dan domestik. Menanggapi hal tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, bursa Asia mayoritas menguat mengikuti reli di Wall Street yang mendorong indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru. “Sentimen positif didukung oleh kuatnya kinerja laporan keuangan perusahaan serta penurunan tajam harga minyak. Investor juga mencermati kemungkinan tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat meredakan kekhawatiran inflasi,” katanya. Menurutnya, kondisi tersebut juga berpotensi menekan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dalam waktu dekat. Dari dalam negeri, Nico menilai sentimen positif turut datang dari rilis data ekonomi. “PDB kuartal II-2026 secara kuartalan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, meskipun secara tahunan mengalami penurunan. Selain itu, perlambatan inflasi pada Juli juga memberikan sentimen positif bagi pasar,” jelasnya. Ia menambahkan, kebijakan pemerintah terkait ekspor komoditas juga turut menopang pergerakan pasar. “Kepastian terkait kebijakan ekspor logam tanah jarang turut menjadi sentimen positif setelah pemerintah kembali mengizinkan ekspor nikel, timah, dan komoditas lain yang mengandung unsur tersebut,” imbuhnya. Secara sektoral, sektor kesehatan mencatat penguatan terbesar, sementara sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan. Di sisi lain, indeks LQ45 tercatat bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Untuk perdagangan Kamis (6/8/2026), Nico memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. “IHSG berpotensi menguat dengan pergerakan di kisaran 6.290 hingga 6.400,” tutup Nico.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290