Minggu, 08 November 2026

Sering Pusing dan Lemas? Kenali Gejala Anemia dan 10 Makanan Penambah Zat Besi

Rizky Aisyah - Minggu, 08 November 2026 13:59 WIB
Sering Pusing dan Lemas? Kenali Gejala Anemia dan 10 Makanan Penambah Zat Besi
Daging sapi, hati ayam, bayam, brokoli, dan kacang-kacangan merupakan beberapa makanan yang mengandung zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Topikseru.com - Sering merasa pusing, tubuh mudah lelah, dan tidak bertenaga meskipun sudah cukup tidur? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda anemia. Gangguan kesehatan ini terjadi ketika tubuh memiliki kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari normal.

Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Ketika jumlahnya tidak mencukupi, pasokan oksigen ke organ dan jaringan dapat terganggu sehingga tubuh lebih mudah mengalami kelelahan.

Salah satu penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi. Mineral ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin agar sel darah merah dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Baca Juga:

Anemia dapat dialami siapa saja, tetapi lebih berisiko terjadi pada perempuan yang mengalami menstruasi, ibu hamil, anak-anak, dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Lantas, bagaimana mengenali gejala anemia dan makanan apa saja yang bisa membantu memenuhi kebutuhan zat besi?

1. Kenali Gejala Anemia yang Sering Tidak Disadari

Gejala anemia terkadang muncul secara perlahan sehingga sering dianggap sebagai kelelahan biasa akibat aktivitas sehari-hari.

Pada kondisi ringan, sebagian orang bahkan tidak merasakan keluhan berarti. Namun, ketika kadar hemoglobin semakin rendah, sejumlah gejala dapat mulai muncul.

Berikut beberapa tanda anemia yang perlu diperhatikan:

Mudah lelah dan tidak bertenaga

Tubuh membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi. Ketika pasokan oksigen terganggu akibat rendahnya hemoglobin, seseorang bisa lebih cepat merasa lelah meskipun hanya melakukan aktivitas ringan.

Sering pusing dan sakit kepala

Kurangnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh dapat memicu keluhan pusing, sakit kepala, atau sensasi kepala terasa ringan.

Wajah dan kulit terlihat pucat

Pucat dapat terlihat pada wajah, bagian dalam kelopak mata, bibir, maupun telapak tangan. Kondisi ini berkaitan dengan berkurangnya hemoglobin dalam darah.

Jantung berdebar lebih cepat

Ketika kemampuan darah membawa oksigen menurun, jantung dapat bekerja lebih keras untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

Mudah sesak napas

Seseorang dengan anemia dapat mengalami sesak napas, terutama ketika berjalan, menaiki tangga, atau melakukan aktivitas fisik.

Sulit berkonsentrasi

Kekurangan zat besi dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk kemampuan berkonsentrasi. Akibatnya, seseorang bisa merasa sulit fokus dan lebih mudah mengalami gangguan konsentrasi.

Jika keluhan disertai sesak napas berat, nyeri dada, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.

2. Apa Penyebab Anemia Selain Kekurangan Zat Besi?

Meskipun kekurangan zat besi merupakan penyebab anemia yang umum, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh kurangnya asupan mineral tersebut.

Ada beberapa faktor lain yang dapat memicu anemia, di antaranya:

• Kehilangan darah: Menstruasi berlebihan, perdarahan saluran pencernaan, atau kehilangan darah akibat kondisi medis tertentu dapat mengurangi jumlah zat besi dalam tubuh.

• Kekurangan vitamin B12: Vitamin ini diperlukan untuk pembentukan sel darah merah yang sehat.

• Kekurangan asam folat: Folat berperan dalam pembentukan dan perkembangan sel darah merah.

• Kehamilan: Kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan karena tubuh harus mendukung pertumbuhan janin dan peningkatan volume darah ibu.

• Penyakit kronis: Beberapa penyakit peradangan kronis, gangguan ginjal, dan kondisi kesehatan lainnya dapat mengganggu produksi sel darah merah.

• Kelainan darah bawaan: Talasemia dan sejumlah kelainan hemoglobin dapat menyebabkan anemia.

Karena penyebabnya beragam, penanganan anemia harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

3. Kenali 10 Makanan yang Mengandung Zat Besi

Memenuhi kebutuhan zat besi melalui makanan merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah kekurangan zat besi.

Ada dua jenis zat besi dalam makanan, yaitu zat besi heme yang berasal dari produk hewani dan zat besi nonheme yang banyak ditemukan pada bahan pangan nabati.

Zat besi heme umumnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi nonheme.

Berikut beberapa makanan yang bisa dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.

1. Daging sapi

Daging sapi merupakan salah satu sumber zat besi heme yang baik. Selain zat besi, daging sapi juga mengandung protein dan vitamin B12 yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah.

Pilih daging tanpa banyak lemak dan konsumsi dalam porsi seimbang.

2. Hati ayam

Hati ayam mengandung zat besi, vitamin B12, dan berbagai nutrisi lainnya.

Makanan ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi, terutama pada ibu hamil, karena hati mengandung vitamin A dalam jumlah tinggi.

3. Ikan dan makanan laut

Ikan, kerang, dan beberapa jenis makanan laut mengandung zat besi serta protein.

Selain membantu memenuhi kebutuhan mineral, makanan laut juga menyediakan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

4. Bayam

Bayam merupakan sayuran berdaun hijau yang mengandung zat besi nonheme.

Meskipun penyerapannya tidak sebaik zat besi dari daging, bayam tetap dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi.

Agar penyerapan zat besinya lebih optimal, bayam bisa dikonsumsi bersama makanan yang mengandung vitamin C.

5. Brokoli

Brokoli mengandung zat besi, folat, vitamin C, dan serat.

Kandungan vitamin C di dalamnya membantu meningkatkan penyerapan zat besi nonheme dari makanan nabati.

6. Kacang merah

Kacang merah merupakan sumber zat besi nabati yang juga mengandung protein dan serat.

Bahan makanan ini dapat diolah menjadi sup, campuran sayuran, atau menu pendamping makanan sehari-hari.

7. Kacang hijau

Kacang hijau mengandung zat besi, protein nabati, dan sejumlah vitamin serta mineral.

Kacang hijau dapat diolah menjadi bubur atau makanan lainnya. Namun, sebaiknya batasi tambahan gula agar asupan gula harian tetap terkontrol.

8. Tempe

Tempe merupakan makanan fermentasi berbahan dasar kedelai yang mengandung zat besi dan protein nabati.

Selain mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau, tempe juga dapat menjadi sumber nutrisi dalam menu harian keluarga.

9. Tahu

Tahu mengandung zat besi nonheme dan protein nabati. Bahan makanan ini mudah diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari sup hingga tumisan.

Mengombinasikan tahu dengan sayuran yang kaya vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi.

10. Kismis

Kismis merupakan buah kering yang mengandung zat besi dalam jumlah tertentu.

Makanan ini bisa menjadi pilihan camilan, tetapi sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar karena kandungan gula alaminya lebih terkonsentrasi dibandingkan buah segar.

Tidak cukup hanya memperhatikan makanan yang mengandung zat besi. Tubuh juga membutuhkan nutrisi pendukung agar mineral tersebut dapat diserap dengan lebih baik.

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang berperan meningkatkan penyerapan zat besi nonheme dari bahan pangan nabati.

Beberapa buah yang kaya vitamin C dan dapat dikombinasikan dengan makanan sumber zat besi antara lain:

• Jambu biji.

• Jeruk.

• Pepaya.

• Stroberi.

• Kiwi.

• Mangga.

Sebagai contoh, menu tempe dan bayam dapat dilengkapi dengan buah jambu biji atau jeruk sebagai sumber vitamin C.

Kombinasi tersebut membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan nabati dengan lebih optimal.

5. Hindari Kebiasaan yang Menghambat Penyerapan Zat Besi

Selain memperbanyak makanan sumber zat besi, ada beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan.

Teh dan kopi mengandung senyawa polifenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi, terutama dari sumber nabati.

Karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi teh atau kopi bersamaan dengan makanan utama yang menjadi sumber zat besi.

Asupan kalsium dalam jumlah tinggi juga dapat memengaruhi penyerapan zat besi. Jika mengonsumsi suplemen kalsium dan zat besi, sebaiknya atur waktu konsumsinya sesuai anjuran tenaga kesehatan.

6. Bagaimana Cara Memastikan Seseorang Mengalami Anemia?

Pusing, lemas, dan mudah mengantuk tidak selalu berarti seseorang mengalami anemia.

Keluhan tersebut juga bisa disebabkan oleh kurang tidur, dehidrasi, tekanan darah rendah, atau kondisi kesehatan lainnya.

Untuk memastikan diagnosis, diperlukan pemeriksaan darah.

Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui kadar hemoglobin dan karakteristik sel darah merah.

Jika dicurigai mengalami anemia akibat kekurangan zat besi, pemeriksaan feritin juga dapat dilakukan untuk mengetahui cadangan zat besi dalam tubuh.

Hasil pemeriksaan akan membantu dokter menentukan penyebab anemia sekaligus memilih penanganan yang tepat.

7. Apakah Anemia Harus Mengonsumsi Tablet Tambah Darah?

Tablet tambah darah atau suplemen zat besi dapat diberikan untuk mengatasi anemia akibat kekurangan zat besi.

Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil pemeriksaan. Tidak semua jenis anemia dapat diatasi dengan suplemen zat besi.

Mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui penyebab anemia juga tidak dianjurkan karena kelebihan zat besi dapat membahayakan tubuh.

Jika anemia disebabkan kekurangan vitamin B12, folat, perdarahan, atau penyakit tertentu, penanganannya tentu berbeda.

Karena itu, konsultasikan kondisi kesehatan kepada dokter sebelum menggunakan suplemen zat besi dalam dosis pengobatan.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Sering Pusing? Mari Ketahui Perbedaan Migrain dan Vertigo Sebelum Terlambat!