Sabtu, 26 September 2026

Reli IHSG Selama Sepekan Terakhir Didorong Respons Positif Pasar Terhadap RAPBN 2027

Mhd Rabbani - Sabtu, 22 Agustus 2026 12:39 WIB
Reli IHSG Selama Sepekan Terakhir Didorong Respons Positif Pasar Terhadap RAPBN 2027
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan akhir perdagangan Jumat (21/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,37% atau 24,10 poin ke level 6.525,69 di pasar spot. Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat 3,55%. Head of Research KGI Sekuritas Rovandi mengatakan kenaikan IHSG dalam lima hari perdagangan terakhir utamanya. Didorong oleh kembali masuknya dana asing, penguatan saham berbasis komoditas, serta membaiknya risk appetite domestik. Dalam sepekan, foreign flow menunjukkan net inflow sekitar Rp 2,23 triliun, Sentimen positif lainnya datang dari penguatan rupiah, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter regional, serta kenaikan harga emas dan komoditas. Dari domestik, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% memberikan stabilitas terhadap rupiah dan pasar keuangan. Sementara ekspektasi terhadap kebijakan baru BEI terkait penurunan batas minimum harga saham juga meningkatkan optimisme terhadap likuiditas dan aktivitas perdagangan. Dari eksternal, penurunan yield US Treasury pada awal pekan menjadi katalis risk-on, meskipun pada akhir pekan yield kembali naik dan Wall Street terkoreksi sehingga menjadi headwind. "Dengan demikian, sentimen pekan ini lebih dominan positif, tetapi belum sepenuhnya bebas dari risiko global," kata Rovandi. Co-Founder of Alphagate Capital, dan former Chief Indonesia Strategist of J.P. Morgan Henry Wibowo mengungkapkan reli IHSG selama sepekan terakhir terutama didorong oleh respons positif pasar terhadap RAPBN 2027 yang disampaikan pada 14 Agustus. "Pasar merespons positif pidato Presiden Prabowo, khususnya terkait komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, dengan target defisit anggaran sebesar 2,4% terhadap PDB, serta sejumlah kebijakan lainnya," ucap Henry. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga relatif stabil dan berada jauh di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Stabilitas rupiah tersebut turut memperkuat kepercayaan investor dan menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik. Rovandi menerangkan momentum IHSG masih positif, tetapi setelah kenaikan 3,55% dalam sepekan, ruang kenaikan kemungkinan mulai lebih terbatas dan volatilitas akan meningkat. Untuk perdagangan Senin (24/8/2026), Rovandi memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.480–6.650, dengan base case sideways to positive. Area 6.500 menjadi support psikologis, sementara 6.600–6.650 menjadi resistance. Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.500 dan foreign flow kembali positif, peluang menguji 6.600–6.650 cukup terbuka. Sementara itu, Henry melihat momentum positif pasar masih berpotensi berlanjut pada pekan depan. Namun, investor juga perlu mencermati potensi arus keluar dana asing menjelang 31 Agustus 2026, yang merupakan tanggal efektif rebalancing kuartalan indeks MSCI.  

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290