Jumat, 25 September 2026

Harga Emas Bergerak Terbatas Tertekan Kenaikan Harga Minyak yang Kembali Memicu Kekhawatiran Inflasi

Mhd Rabbani - Rabu, 09 September 2026 08:46 WIB
Harga Emas Bergerak Terbatas Tertekan Kenaikan Harga Minyak yang Kembali Memicu Kekhawatiran Inflasi
Harga Emas
Topikseru.com, Jakarta - New York - Pada perdagangan Rabu (9/9/2026) harga emas bergerak terbatas tertekan kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Pasar kini menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data yang dilansir Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.385,09 per ons troi hingga pukul 14.22 EDT atau 18.22 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 1% dan ditutup di US$ 4.430,10 per ons troi. "Emas masih bergerak dalam kisaran terbatas," kata Daniel Pavilonis, senior market strategist StoneX. Kenaikan harga minyak menjadi salah satu penekan emas. Harga minyak mentah Brent mendekati US$100 per barel setelah serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi Arab Saudi, sementara Iran juga mengancam AS dengan "perang ekonomi". Harga Brent sempat menyentuh US$99,46 per barel, level tertinggi sejak 24 Juli. Lonjakan tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September. Pasar juga masih mencerna data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Kondisi tersebut membuat harga emas sempat anjlok hingga 2,4% pada Jumat (4/9). Pasalnya, pasar menilai ketahanan pasar tenaga kerja dapat memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 60% pada pertemuan September, naik dari sekitar 50% sebelum data ketenagakerjaan dirilis. Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS yang dijadwalkan keluar Kamis dan indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Data inflasi tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Kenaikan suku bunga cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak naik 0,3% menjadi US$66,34 per ons troi. Platinum menguat 1,1% menjadi US$1.843,99, sedangkan palladium turun 2,5% menjadi US$1.354,15 per ons troi.  
Sumber
:
Berita Terkait
Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Harga Minyak Mentah Brent Turun 1,97% di Level US$ 101,82 per Barel
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Dibanderol Rp2.628.000 per Gram