Topikseru.com - Polemik soal 22 korban selamat kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang sebelumnya disebut tidak tercatat dalam manifes akhirnya mendapat penjelasan. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin memastikan mereka merupakan bagian dari penumpang kapal.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah KSOP Banjarmasin melakukan pencocokan data dengan KSOP Surabaya, tempat KM Virgo Transport 8 berangkat sebelum mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan perbedaan data muncul karena sebagian penumpang menggunakan nama panggilan ketika dicatat dalam manifes kapal.
Sementara ketika dilakukan pendataan terhadap korban selamat di Banjarmasin, petugas menggunakan identitas resmi berdasarkan KTP. Perbedaan penulisan nama itu membuat data mereka pada awalnya tidak langsung ditemukan dalam manifes.
"Sebanyak 20 orang terkonfirmasi memang benar merupakan manifes kapal. Dua orang lagi datanya menunggu masuk. Ya, saya pastikan mereka merupakan manifes kapal," ujar Heri dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-12 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kamis (24/9/2026) malam.
Ketika korban didata setelah kecelakaan, petugas menggunakan nama lengkap sesuai dokumen kependudukan.
Akibatnya, sistem pencocokan awal tidak langsung menemukan kesamaan antara nama di KTP dengan nama yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
"Pas di sini yang kami cocokkan KTP, ternyata tidak sesuai karena mereka pakai nama panggilan di manifes KM Virgo, itulah kami cek ke Surabaya," jelas Heri.
Setelah dilakukan koordinasi dan verifikasi dengan KSOP Surabaya, 20 orang tersebut kemudian dinyatakan memang tercatat sebagai penumpang kapal.
Adapun dua orang lainnya masih menunggu proses pencocokan data lebih lanjut.
Perbedaan tersebut terjadi karena nama panggilan dalam manifes berbeda dengan identitas resmi yang digunakan ketika korban diperiksa di Banjarmasin.
Heri menegaskan pencocokan dengan data KSOP Surabaya membuat jumlah penumpang dalam manifes KM Virgo Transport 8 tetap berada pada angka 243 orang.
"Terkait dengan 22 jumlah penumpang yang jadi pertanyaan kemarin itu, sudah dilakukan cek dengan teman-teman di KSOP Surabaya, angkanya sudah pas," katanya.
Dengan klarifikasi tersebut, KSOP Banjarmasin meluruskan informasi mengenai status 22 korban selamat yang sebelumnya belum ditemukan dalam pencocokan awal manifes.
Hingga hari ke-12 operasi SAR, Kamis (24/9/2026) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 150 korban telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 42 orang meninggal dunia.
Sementara itu, masih terdapat 93 korban yang dalam proses pencarian.
Seluruh angka tersebut dihitung berdasarkan total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Data Perkembangan Korban KM Virgo Transport 8:
Perbedaan antara nama panggilan dan identitas resmi dapat membuat proses verifikasi membutuhkan koordinasi antarlembaga, terutama antara otoritas pelabuhan di lokasi keberangkatan dan lokasi penanganan korban.
Dalam kasus KM Virgo Transport 8, KSOP Banjarmasin kemudian melakukan pencocokan dengan KSOP Surabaya untuk memastikan status penumpang.
Hasilnya, 20 orang telah dipastikan masuk dalam manifes, sedangkan dua lainnya masih dalam proses verifikasi.
Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi pembaruan penting dalam pendataan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, sementara tim SAR masih melakukan pencarian terhadap puluhan korban yang belum ditemukan.