Jika harga saham turun sesuai perkiraan, investor dapat membeli kembali saham tersebut pada harga lebih rendah dan mengembalikannya sesuai mekanisme peminjaman.
Selisih harga jual dan harga beli kembali menjadi sumber potensi keuntungan, sebelum memperhitungkan biaya dan kewajiban transaksi lainnya.
Baca Juga:
Sebaliknya, jika harga saham justru bergerak naik, posisi short selling dapat menimbulkan kerugian.
Karena itu, mekanisme ini memiliki karakter risiko yang berbeda dibandingkan strategi membeli saham untuk kemudian menunggu kenaikan harga.
Jeffrey sebelumnya menyampaikan bahwa transaksi short selling berpotensi memberikan tambahan likuiditas hingga 17 persen dibandingkan tingkat likuiditas yang menjadi acuan dalam kajian sebelumnya.
"Kalau target transaksi seperti kajian yang sudah pernah kami sampaikan tahun lalu, ada potensi penambahan likuiditas di pasar sampai dengan 17 persen dari likuiditas pada saat itu," kata Jeffrey.
Namun, angka tersebut merupakan potensi berdasarkan kajian yang pernah disampaikan BEI, bukan angka tambahan likuiditas yang sudah terealisasi.
Jeffrey menegaskan realisasi dampaknya akan bergantung pada sejumlah faktor.
Pertama, jumlah saham yang diperbolehkan untuk ditransaksikan melalui mekanisme short selling.
Kedua, jumlah Anggota Bursa atau perusahaan sekuritas yang memperoleh izin untuk menyediakan layanan tersebut.
"Ya, tentu likuiditas kita hari ini juga sudah meningkat, tetapi tentu itu akan sangat tergantung berapa banyak saham yang akan kita izinkan untuk di-short sell, berapa banyak Anggota Bursa (AB) yang kita berikan izin untuk melakukan short selling," ujarnya.
Artinya, lima saham dan dua sekuritas yang tersedia pada tahap awal belum menjadi gambaran akhir dari cakupan short selling di Bursa Efek Indonesia.
Jika jumlah saham dan Anggota Bursa yang memenuhi persyaratan bertambah, ruang transaksi short selling juga dapat berkembang.
Namun, tahap awal implementasinya dilakukan dengan cakupan terbatas melalui lima saham dan dua Anggota Bursa.
Bagi investor, mekanisme ini menawarkan strategi perdagangan yang memungkinkan posisi diambil ketika terdapat ekspektasi penurunan harga saham. Di sisi lain, investor juga harus memperhitungkan kewajiban jaminan, mekanisme peminjaman efek, serta risiko ketika pergerakan harga tidak sesuai dengan perkiraan.
Dengan penerapan bertahap tersebut, perkembangan short selling di BEI selanjutnya akan sangat bergantung pada perluasan daftar saham, jumlah Anggota Bursa yang memperoleh izin, serta tingkat partisipasi investor.