Jumat, 25 September 2026

Soal Kasus Kezia Syifa, Menkum Tegaskan WNI Dilarang Masuk Tentara Asing Tanpa Izin Presiden

Mhd Rabbani - Jumat, 23 Januari 2026 16:23 WIB
Soal Kasus Kezia Syifa, Menkum Tegaskan WNI Dilarang Masuk Tentara Asing Tanpa Izin Presiden
Kezia Syifa
Topikseru.com, Jakarta - Soal Kasus Kezia Syifa, ditanggapi oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menanggapi viralnya seorang perempuan warga negara Indonesia yang disebut bergabung dengan militer Amerika Serikat. Ia menegaskan, secara prinsip WNI tidak diperbolehkan menjadi anggota tentara asing tanpa persetujuan Presiden. Nama perempuan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial sebagai Kezia Syita, yang belakangan diketahui bernama Kezia Syifa. Ia disebut bergabung dengan Army National Guard Amerika Serikat. Pemerintah Pastikan Status Hukum Lewat Verifikasi Supratman menekankan, pemerintah belum mengambil kesimpulan sebelum memastikan kebenaran informasi yang beredar. Menurutnya, verifikasi menjadi langkah awal untuk menentukan status hukum yang bersangkutan. “Itu harus diverifikasi terlebih dahulu, kebenarannya. Prinsipnya setiap WNI tidak boleh bergabung dengan kesatuan tentara asing kecuali atas izin presiden,” ujar Supratman dalam keterangan kepada media, Kamis (22/1/2026). Risiko Kehilangan Kewarganegaraan Supratman menjelaskan, aturan perundang-undangan mengatur konsekuensi tegas bagi WNI yang bergabung dengan militer negara lain tanpa izin. Salah satu dampaknya adalah hilangnya status kewarganegaraan. Ia menegaskan, apabila keterlibatan tersebut dilakukan tanpa persetujuan Presiden, maka status WNI yang bersangkutan dapat gugur secara otomatis. “Kalau bergabung tidak dengan izin Presiden maka kewarganegaraan WNI yang bersangkutan otomatis hilang,” kata Supratman. Langkah Imigrasi Menunggu Bukti Lebih lanjut, Supratman menyebut tindak lanjut administratif baru dapat dilakukan setelah seluruh bukti dikantongi. Kementerian Imigrasi akan bergerak jika keterlibatan dalam tentara asing terbukti secara sah. Pencabutan dokumen perjalanan, termasuk paspor, menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Setelah didapatkan bukti-bukti bahwa benar WNI tersebut terlibat, maka bisa ditindaklanjuti oleh Kementerian Imigrasi untuk pencabutan dokumen perjalanan termasuk paspor yang bersangkutan,” ucapnya. Video Perpisahan Picu Perhatian Publik Kasus ini mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan seorang perempuan muda berseragam militer Amerika Serikat berpamitan dengan keluarganya. Momen tersebut memicu reaksi luas di media sosial. Perempuan berhijab itu terlihat dilepas sang ibu sebelum menjalani tugas, yang kemudian memunculkan pertanyaan publik terkait status kewarganegaraannya. Latar Belakang Kezia Syifa di Amerika Serikat Perempuan dalam video tersebut diketahui bernama Kezia Syifa, WNI asal Tangerang, Banten. Usianya baru 20 tahun dan kini tercatat sebagai anggota Army National Guard Amerika Serikat. Kezia merupakan bagian dari keluarga diaspora Indonesia yang menetap di negara bagian Maryland sejak pertengahan 2023. Ia dan keluarganya tinggal di Amerika Serikat dengan status green card. Status izin tinggal tetap tersebut membuka akses legal bagi Kezia untuk menempuh pendidikan sekaligus memilih jalur karier di Amerika Serikat. Keputusan Lewat Pertimbangan Keluarga Ibunda Kezia, Safitri, menjelaskan bahwa keputusan putrinya tidak diambil secara spontan. Prosesnya melalui diskusi panjang dalam keluarga dengan mempertimbangkan pendidikan, masa depan, dan kesiapan mental. Menurut Safitri, motivasi utama Kezia adalah pengembangan diri, pembentukan karakter, serta kedisiplinan. Lingkungan pendidikan di Amerika Serikat turut memengaruhi pilihannya. Sebagai orangtua, Safitri mengaku bangga meski tetap menyimpan rasa cemas. Keluarga meyakini Kezia berada dalam sistem yang resmi, profesional, dan terstruktur.

Sumber
:
Berita Terkait
Dugaan TPPO WNI di Jeju Mencuat di Media Sosial, Bareskrim Mulai Telusuri
Diduga Disekap di Myanmar, Dua WNI Minta Bantuan Pulang, BP3MI Lakukan Penelusuran
Jenazah PMI Asal Aceh Korban Pembunuhan di Malaysia Dipulangkan, Pelaku Sudah Ditangkap
WNI Tewas Ditusuk di Hokkaido Jepang, Polisi Amankan Dua Pisau Dapur
9 WNI Relawan Gaza Tiba di Turki Usai Dibebaskan Israel, Mengaku Dipukul hingga Disetrum
Menlu Sugiono Pastikan 9 WNI Relawan Gaza yang Ditahan Israel Sudah Dibebaskan