Kamis, 24 September 2026

Diduga Disekap di Myanmar, Dua WNI Minta Bantuan Pulang, BP3MI Lakukan Penelusuran

ari tanjung - Sabtu, 18 Juli 2026 17:51 WIB
Diduga Disekap di Myanmar, Dua WNI Minta Bantuan Pulang, BP3MI Lakukan Penelusuran
Tangkapan layar video dua WNI yang diduga meminta bantuan dari Myanmar setelah mengaku mengalami penyekapan dan meminta dipulangkan ke Indonesia.
Topikseru.com, Padang – Dua warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban penyekapan di Myanmar dan meminta bantuan agar dapat dipulangkan ke Tanah Air. Dalam video yang beredar di media sosial, keduanya mengaku tidak memiliki biaya untuk kembali ke Indonesia dan diminta membayar Rp200 juta agar dapat dibebaskan. Informasi tersebut kini tengah ditindaklanjuti oleh Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat bersama sejumlah instansi terkait. Hingga Sabtu (18/7/2026), pihak berwenang masih menelusuri kebenaran informasi dalam video tersebut, termasuk memastikan kondisi kedua WNI dan proses penanganan yang diperlukan.

Video Permintaan Tolong Beredar di Media Sosial

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan dua perempuan berinisisial AE dan S meminta pertolongan kepada pemerintah Indonesia. Dalam rekaman itu, keduanya mengaku berada di Myanmar dan berharap dapat segera dipulangkan. "Mohon cek, bapak dan ibu. Kami sekarang lagi di Myanmar," ujar salah seorang perempuan dalam video tersebut. Korban juga mengaku diberi batas waktu selama empat hari untuk membayar sejumlah uang agar dapat kembali ke Indonesia. "Kami mau pulang ke Indonesia. Untuk bayarannya kami tidak ada. Kami dikasih waktu empat hari untuk membayarkan," ucapnya. Informasi mengenai nilai tebusan sebesar Rp200 juta masih berdasarkan pengakuan yang disampaikan dalam video dan hingga kini masih dalam proses penelusuran oleh pihak berwenang.

BP3MI Lakukan Koordinasi

Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, BP3MI Sumatera Barat langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam dan Polda Sumatera Barat. Kepala BP3MI Sumbar, Jupriyadi, mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk memverifikasi identitas korban sekaligus mengumpulkan informasi yang dibutuhkan guna mendukung proses penanganan. "Setelah video itu beredar, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam hingga Polda Sumbar," kata Jupriyadi, Sabtu (18/7/2026).

Satu Korban Dipastikan Warga Agam

Hasil koordinasi sementara menunjukkan salah seorang perempuan yang muncul dalam video diketahui merupakan warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Menurut Jupriyadi, identitas tersebut telah dikonfirmasi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Namun, pihaknya masih mendalami informasi mengenai korban lainnya. BP3MI juga menyebut keberangkatan korban ke luar negeri diduga dilakukan melalui jalur nonprosedural, sehingga data keberangkatan tidak tercatat dalam sistem penempatan resmi pekerja migran Indonesia. "Kalau PMI berangkat secara tidak resmi, kami memang tidak mempunyai datanya. Biasanya kami baru mengetahui ketika sudah muncul permasalahan," ujarnya.

Diduga Berangkat Melalui Jalur Tidak Resmi

BP3MI menduga kedua korban berangkat ke luar negeri tanpa mengikuti mekanisme resmi penempatan pekerja migran. Kondisi tersebut membuat pemerintah tidak memiliki data maupun dokumen keberangkatan yang dapat digunakan untuk memantau keberadaan mereka sejak awal. Keberangkatan melalui jalur nonprosedural juga dinilai meningkatkan risiko pekerja migran menjadi korban eksploitasi, perdagangan orang, maupun tindak kejahatan lintas negara karena tidak memperoleh perlindungan sebagaimana pekerja migran yang diberangkatkan secara resmi.

Dugaan Terkait Jaringan Scam di Myanmar

Jupriyadi mengatakan lokasi tempat korban diduga berada memiliki karakteristik yang kerap dikaitkan dengan praktik penipuan daring (online scam) yang melibatkan pekerja asing. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kawasan di Myanmar memang menjadi sorotan karena diduga digunakan oleh jaringan kejahatan lintas negara untuk mengoperasikan pusat penipuan daring. Banyak korban dari berbagai negara dilaporkan direkrut melalui tawaran pekerjaan bergaji tinggi, namun kemudian diduga mengalami penyekapan, intimidasi, hingga dipaksa bekerja dalam aktivitas ilegal. Meski demikian, BP3MI menegaskan dugaan keterkaitan kasus ini dengan jaringan scam masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut dari otoritas yang berwenang.

Pemerintah Koordinasikan Penanganan

BP3MI Sumatera Barat menyatakan telah melaporkan kasus tersebut kepada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebagai bagian dari proses penanganan. Koordinasi juga terus dilakukan dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi kedua WNI sekaligus mengupayakan langkah-langkah yang diperlukan apabila informasi dalam video tersebut telah terverifikasi. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai lokasi pasti kedua korban maupun perkembangan proses pemulangan mereka ke Indonesia.

Imbauan kepada Calon Pekerja Migran

BP3MI mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur penempatan resmi sesuai ketentuan pemerintah. Proses keberangkatan yang legal tidak hanya memberikan kepastian administrasi, tetapi juga menjamin perlindungan hukum apabila pekerja migran menghadapi permasalahan di negara tujuan. Masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan bergaji tinggi yang tidak memiliki kejelasan perusahaan, kontrak kerja, maupun prosedur penempatan. Apabila menemukan indikasi perekrutan ilegal, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada BP3MI atau instansi berwenang agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.
Sumber
:
Berita Terkait
Dugaan TPPO WNI di Jeju Mencuat di Media Sosial, Bareskrim Mulai Telusuri
Jenazah PMI Asal Aceh Korban Pembunuhan di Malaysia Dipulangkan, Pelaku Sudah Ditangkap
WNI Tewas Ditusuk di Hokkaido Jepang, Polisi Amankan Dua Pisau Dapur
Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19 Meski Menang 3-0 atas Myanmar
Meski Menang 3-0, Pelatih Timnas Indonesia U19 Akui Pemainnya Sedikit Gugup dan Tidak Percaya Diri
Myanmar Latihan Bersiap Lawan Timnas Indonesia Piala AFF U19 2026