Senin, 28 September 2026

Pemko Medan Bentuk Tim, Nama SM Amin Diusulkan Jadi Nama Jalan

Muchlis - Senin, 28 September 2026 19:34 WIB
Pemko Medan Bentuk Tim, Nama SM Amin Diusulkan Jadi Nama Jalan
Foto: Dokumen Unimed
Sutan Muhammad Amin Nasution, yang dikenal sebagai SM Amin, merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah awal pemerintahan Republik Indonesia di Sumatera.

Topikseru.com - Nama SM Amin Nasution berpeluang kembali menghiasi ruang publik Kota Medan. Pemerintah Kota Medan membentuk tim khusus untuk mengkaji usulan agar nama Pahlawan Nasional tersebut diabadikan menjadi salah satu nama jalan di ibu kota Sumatera Utara.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan usulan tersebut tidak bisa langsung diterapkan karena perubahan nama jalan harus melalui sejumlah tahapan administratif dan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang terdampak.

Menurut Rico, rekam jejak serta kontribusi SM Amin bagi Indonesia dan Sumatera Utara menjadi alasan kuat bagi Pemko Medan untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

Baca Juga:

"Melihat jasa, rekam sejarah, serta kontribusi SM Amin bagi bangsa dan daerah, tokoh tersebut sudah sangat layak diabadikan sebagai nama jalan di Kota Medan," ujar Rico di Medan, Senin (28/9/2026).

Bukan Sekadar Ganti Nama Jalan

Pemko Medan tidak ingin proses pengusulan nama SM Amin Nasution berhenti sebagai pergantian papan nama jalan.

Rico menyebut penamaan jalan dengan nama pahlawan nasional juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali sejarah kepada masyarakat.

Terutama bagi generasi muda, nama SM Amin diharapkan tidak hanya dikenal sebagai nama sebuah ruas jalan, tetapi juga dikaitkan dengan perjalanan sejarah Sumatera Utara dan perjuangan pada masa awal kemerdekaan.

"SM Amin Nasution bukan sekadar pergantian nama jalan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah dan kontribusi tokoh tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda," kata Rico.

Pemko Medan sebelumnya menerima audiensi keluarga besar SM Amin Nasution bersama sejumlah sejarawan. Dalam pertemuan tersebut, aspirasi agar nama SM Amin diabadikan sebagai nama jalan kembali disampaikan kepada pemerintah kota.

Tim Akan Mengkaji Jalan yang Diusulkan

Pembentukan tim menjadi tahap awal sebelum Pemko Medan menentukan ruas jalan yang akan diusulkan menggunakan nama SM Amin Nasution.

Rico mengatakan kajian harus mencakup berbagai aspek, mulai dari administrasi, kondisi sosial, hingga pertimbangan kultural masyarakat.

Salah satu hal yang akan dilihat adalah tingkat keterkenalan nama jalan yang sudah digunakan masyarakat.

Pasalnya, perubahan nama jalan bukan hanya berdampak pada identitas suatu ruas, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap alamat warga, pelaku usaha, dokumen administrasi, hingga sistem pelayanan publik.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan prosesnya dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jalan Nasional dan Provinsi Tidak Masuk Pilihan

Ada pula batasan mengenai ruas jalan yang dapat dipertimbangkan.

Rico mengatakan jalan yang diusulkan nantinya harus dipastikan bukan merupakan jalan nasional maupun jalan provinsi.

Selain itu, pemerintah juga perlu mendapatkan persetujuan masyarakat yang terdampak perubahan nama jalan.

Ketentuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Pemko Medan perlu melakukan kajian terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

"Yang penting bukan jalan nasional dan provinsi, kemudian 70 persen masyarakat setuju dan bersedia jalan tersebut diganti. Dokumennya juga harus benar," kata Rico dalam keterangan sebelumnya.

Dengan demikian, usulan nama Jalan SM Amin Nasution di Kota Medan masih berada dalam proses dan belum berarti telah ditetapkan untuk menggantikan nama ruas tertentu.

Usulan Sudah Bergulir Sejak Beberapa Tahun

Rico mengatakan usulan agar nama SM Amin Nasution diabadikan sebagai nama jalan sebenarnya bukan aspirasi yang baru muncul.

Menurut dia, usulan tersebut telah disampaikan sejak 2022.

Pemko Medan kemudian kembali menindaklanjutinya setelah keluarga SM Amin bersama sejumlah sejarawan melakukan audiensi dengan pemerintah kota.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga menyerahkan bahan mengenai sejarah dan perjalanan perjuangan SM Amin yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses pengkajian.

Pemko Medan kini akan mengumpulkan berbagai data sebelum menentukan langkah berikutnya.

Siapa SM Amin Nasution?

Sutan Muhammad Amin Nasution, yang dikenal sebagai SM Amin, merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah awal pemerintahan Republik Indonesia di Sumatera.

Ia lahir di Lhoknga, Aceh Besar, pada 22 Februari 1904.

Dalam sejarah Sumatera Utara, SM Amin dikenal sebagai Gubernur pertama Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebelumnya juga mencatat peran SM Amin sebagai gubernur pada masa awal pembentukan pemerintahan provinsi tersebut.

SM Amin juga tercatat pernah memimpin wilayah Riau pada periode awal pembentukan Provinsi Riau. Selain kiprahnya dalam pemerintahan, ia dikenal sebagai tokoh pergerakan pemuda dan salah satu tokoh yang terkait dengan sejarah Sumpah Pemuda.

Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada 2020

Penghargaan negara terhadap SM Amin mencapai puncaknya pada 2020.

Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada SM Amin Nasution pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020.

Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 117/TK/Tahun 2020 yang ditetapkan pada 6 November 2020. SM Amin menjadi salah satu dari enam tokoh yang menerima gelar Pahlawan Nasional pada tahun tersebut.

Riwayat perjuangan SM Amin juga mencakup periode awal mempertahankan eksistensi pemerintahan Republik Indonesia. Penelitian sejarah yang menjadi dasar pengusulan gelarnya mencatat bahwa ia pernah ditangkap Belanda ketika menjalankan tugas pemerintahan pada masa revolusi.

Nama Pahlawan Jadi Bagian dari Identitas Kota

Rencana penggunaan nama SM Amin Nasution untuk salah satu jalan di Medan menambah daftar tokoh sejarah yang namanya telah digunakan sebagai identitas ruang publik.

Pemko Medan sebelumnya juga pernah mengganti sejumlah nama jalan dengan nama tokoh yang memiliki kaitan dengan sejarah Sumatera Utara. Pada 2024, misalnya, nama dua tokoh Al-Washliyah, H. Arsyad Thalib Lubis dan H. Abdul Halim Harahap, diresmikan menjadi nama jalan di Kota Medan.

Dalam konteks SM Amin, prosesnya kini masih berada pada tahap kajian.

Artinya, belum ada keputusan mengenai jalan mana yang akan menggunakan nama SM Amin Nasution.

Pemko Medan perlu menyelesaikan kajian administratif, memastikan status kewenangan ruas jalan, mengukur dampak sosial, serta memperoleh persetujuan masyarakat sebelum penetapan dilakukan.

Jika seluruh tahapan terpenuhi, nama SM Amin Nasution nantinya bukan hanya menjadi penanda sebuah ruas jalan, tetapi juga dapat menjadi pengingat sejarah mengenai tokoh yang pernah memimpin Sumatera Utara pada masa awal Republik Indonesia.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Ribuan Warga Padati Taman Stadion Teladan Peringati Maulid Nabi
Rico Waas Targetkan Pembangunan Puskesmas Glugur Darat Rampung Desember
KNMP Medan Disiapkan Jadi Mesin Baru Ekonomi Nelayan, Pemkot Soroti Harga dan Distribusi Hasil Laut
Pemkot Medan Salurkan Bansos PKH Medan Makmur Rp 200 Ribu, Targetkan 20 Ribu Penerima