Jumat, 25 September 2026

10 Wilayah Indonesia Berstatus Waspada Gelombang Tsunami Pascagempa M 8,7 Kamchatka, BMKG: Masyarakat Menjauh dari Pantai

Muchlis - Rabu, 30 Juli 2025 11:07 WIB
10 Wilayah Indonesia Berstatus Waspada Gelombang Tsunami Pascagempa M 8,7 Kamchatka, BMKG: Masyarakat Menjauh dari Pantai
Gelombang Tsunami
Topikseru.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga pesisir di sejumlah wilayah Indonesia untuk menjauhi pantai menjelang perkiraan tiba gelombang tsunami pascagempa bermagnitudo 8,7 yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, Rabu pagi, 30 Juli 2025. "Agar masyarakat menjauh dari pantai saat menjelang waktu tiba tsunami," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Rabu (30/7). Peringatan itu disampaikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah berstatus waspada.

10 Wilayah Berstatus Waspada Tsunami

BMKG telah menetapkan status waspada tsunami di 10 wilayah Indonesia dengan potensi ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter. Masyarakat diminta tetap tenang namun siaga.

Berikut daftar estimasi waktu tiba gelombang tsunami menurut BMKG:

Kepulauan Talaud: 14.52.24 WITA Kota Gorontalo: 16.39.54 WITA Halmahera Utara: 16.04.24 WIT Manokwari: 16.08.54 WIT Raja Ampat: 16.18.54 WIT Biak Numfor: 16.21.54 WIT Supiori: 16.21.54 WIT Sorong Bagian Utara: 16.24.54 WIT Jayapura: 16.30.24 WIT Sarmi: 16.30.24 WIT

Gempa Dangkal di Palung Kurile-Kamchatka

BMKG mencatat pusat gempa terletak pada koordinat 52,51 LU dan 160,26 BT, dengan kedalaman 18 kilometer. Gempa ini disebabkan aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka dengan mekanisme patahan naik (thrust fault). Hingga pukul 08.30 WIB, tim pemantau BMKG mendeteksi tujuh gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,9 dan terkecil 5,4.

Ancaman Tsunami Regional

Laporan Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) juga memperingatkan potensi tsunami lintas negara. Gelombang tsunami dari gempa Kamchatka diperkirakan dapat berdampak pada pesisir Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. BMKG bekerja sama dengan kantor SAR setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan. Masyarakat diimbau mengikuti arahan resmi dan tidak terpengaruh informasi hoaks. "Kami terus melakukan koordinasi di lapangan untuk memantau perkembangan gelombang," kata Dwikorita.

Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sumut 24 September
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter