Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati serta adik dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Sejak kecil, Guruh telah mendapatkan pendidikan seni, termasuk tari. Ketertarikannya kemudian berkembang ke dunia musik dan seni pertunjukan.
Baca Juga:
Dalam perjalanan kariernya, Guruh mendirikan sejumlah kelompok kesenian, termasuk Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production dan Swara Mahardhika.
Dia juga terlibat dalam proyek musik Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama sejumlah musisi, di antaranya Keenan Nasution, Abadi Soesman dan Chrisye.
Guruh kemudian memperluas perannya ke dunia politik dan menjadi anggota DPR RI.
Dia tercatat duduk sebagai anggota DPR pada periode 1992-1997 serta 1999-2024.
Salah satu proyek yang dikenal luas adalah Guruh Gipsy, yang mempertemukan Guruh dengan sejumlah musisi besar Indonesia.
Selain mengembangkan kelompok musik, Guruh juga menciptakan sejumlah lagu yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat.
Salah satunya adalah "Kala Sang Surya Tenggelam", yang semakin dikenal setelah dipopulerkan oleh Chrisye.
Karya tersebut menjadi bagian dari jejak Guruh dalam industri musik Indonesia yang berlangsung selama puluhan tahun.
Keduanya pernah mendiskusikan kemungkinan kontribusi yang dapat diberikan kepada Indonesia melalui pendekatan budaya, bukan melalui politik.
Gagasan tersebut sejalan dengan perjalanan Guruh yang banyak menggunakan seni sebagai medium untuk membawa identitas Indonesia ke panggung pertunjukan.
Mulai dari musik, tari, koreografi, pagelaran kolosal hingga lukisan, aktivitas Guruh memperlihatkan luasnya bidang kesenian yang ia tekuni.
Di sisi lain, keterlibatannya di parlemen membuat isu kebudayaan juga menjadi bagian dari perjalanan publiknya.
Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan. Hari ini, kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh," kata SBY.
SBY kemudian mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal Guruh dan memberikan ketenangan kepadanya.
Pesan tersebut disampaikan SBY ketika berada di tempat persemayaman Guruh pada Sabtu.
Guruh wafat dalam usia 73 tahun. Kabar tersebut sebelumnya dikonfirmasi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Jenazah Guruh kemudian disemayamkan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebelum menjalani prosesi pemakaman.
Rencana pemakaman Guruh juga dikaitkan dengan makam ibunya, Fatmawati, di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Kepergian Guruh menutup perjalanan panjang seorang seniman yang selama puluhan tahun berkarya melalui musik, tari dan berbagai bentuk seni pertunjukan.
Namun, bagi SBY, salah satu kenangan yang tersisa justru berasal dari ruang yang lebih personal: sebuah pameran lukisan, dua kanvas yang disumbangkan, serta percakapan tentang bagaimana seni dan budaya dapat menjadi bagian dari perjalanan Indonesia.