Selasa, 29 September 2026

Ipda Purnomo Hentikan Monetisasi YouTube Mulai Oktober, Ini Alasannya

Muchlis - Selasa, 29 September 2026 22:14 WIB
Ipda Purnomo Hentikan Monetisasi YouTube Mulai Oktober, Ini Alasannya
Dok. Ipda Purnomo
Ipda Purnomo (kanan) bersama Sukirno alias Mbah Kirno di teras Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan, Jawa Timur.

Topikseru.com - Ipda Purnomo, anggota kepolisian asal Lamongan, Jawa Timur, mengumumkan akan menghentikan pendapatan dari monetisasi kanal YouTube Purnomo Belajar Baik mulai Oktober 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Purnomo melalui akun Instagram pribadinya, @purnomopolisibaik, Senin (28/9/2026), dan kembali ditegaskan dalam video yang diunggah pada Selasa (29/9/2026).

Bagi Purnomo, penghentian monetisasi bukan berarti aktivitas sosial yang selama ini dijalankannya ikut berhenti. Ia mengatakan tetap akan menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui platform media sosial lain dalam format video pendek.

Baca Juga:

"Insya Allah, mulai awal bulan depan, bulan Oktober tahun 2026, saya akan menonaktifkan pendapatan saya dari media sosial khususnya dari akun channel Youtube, Purnomo Belajar Baik," ujar Purnomo dalam video tersebut.

Pengumuman Muncul Setelah Kediamannya Didatangi

Purnomo mengungkap keputusan tersebut setelah kediamannya didatangi seseorang pada 28 September 2026.

Menurut penjelasan Purnomo, kedatangan pihak tersebut berkaitan dengan pertanyaan mengenai keuntungan finansial yang diperolehnya dari aktivitas media sosial.

Purnomo kemudian memilih membuka informasi mengenai aliran dana yang diterimanya dari platform tersebut.

Dia mengatakan memberikan buku rekening pribadinya agar transaksi uang masuk dan keluar dapat diperiksa secara langsung.

"Kalau seandainya masih ada untung tak suruh ngambil. Tapi kalau dari hasil dari media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya, mau membantu dan mau nambahi uang untuk kegiatan sosial saya," kata Purnomo.

Dia juga menyatakan tidak mengisi data tertentu, tetapi memberikan akses berupa rekening agar penghasilan dari media sosial dapat dilihat secara langsung.

Penghasilan YouTube Disebut untuk Biaya Kegiatan Sosial

Selama ini, kanal Purnomo Belajar Baik tidak hanya menjadi media untuk menyampaikan aktivitas sosial Purnomo.

Monetisasi dari kanal tersebut juga disebut menjadi salah satu sumber pembiayaan kegiatan kemanusiaan yang selama ini ia jalankan.

Purnomo mengatakan pendapatan media sosialnya digunakan untuk mendukung kebutuhan ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dirawat di fasilitas yang dikelolanya bersama keluarga dan tim.

Kebutuhan tersebut mencakup biaya perawatan, pengobatan, hingga logistik sehari-hari.

Selain itu, dana kegiatan sosial juga digunakan untuk program amal lain, termasuk pembagian "amplop senyum" kepada kaum dhuafa dan anak yatim piatu setiap Jumat.

"Saya tidak untuk memperkaya diri sendiri namun Insya Allah, Allah menjaga niat baik saya sekeluarga bersama tim saya," ujar Purnomo.

Pernyataan tersebut menjadi konteks penting di balik keputusan penghentian monetisasi. Selama ini, aktivitas digital Purnomo tidak terlepas dari kegiatan sosial yang menjadi bagian utama kontennya.

Monetisasi Berhenti, Aktivitas Kemanusiaan Tetap Jalan

Meski pendapatan dari YouTube akan dihentikan, Purnomo memastikan langkah tersebut tidak otomatis mengakhiri aktivitas kemanusiaan yang telah dijalankannya.

Ia mengatakan masih akan menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan positif.

Format kontennya pun akan lebih diarahkan pada video-video pendek melalui platform lain.

Purnomo juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pengikutnya apabila selama aktif bermedia sosial terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.

Pada kesempatan yang sama, ia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang selama ini memberikan dukungan terhadap kegiatan sosialnya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang selalu mendukung kegiatan ini," katanya.

Hampir Satu Dekade Jalankan Aksi Sosial

Nama Ipda Purnomo dikenal publik bukan semata karena profesinya sebagai anggota kepolisian.

Perwira yang berdinas di Polres Lamongan tersebut telah menjalankan berbagai kegiatan sosial selama kurang lebih satu dekade.

Bersama istrinya, Purnomo membangun fasilitas yang digunakan untuk menampung dan merawat ratusan ODGJ serta anak-anak telantar.

Aktivitas tersebut kemudian banyak dibagikan melalui media sosial, termasuk kanal YouTube Purnomo Belajar Baik.

Konten-konten tersebut turut memperkenalkan aktivitas kemanusiaan yang dilakukannya sekaligus menjadi sarana untuk menjangkau masyarakat yang ingin mengetahui atau mendukung kegiatan tersebut.

Pernah Masuk Bursa Hoegeng Awards

Rekam jejak Ipda Purnomo dalam kegiatan sosial juga membuat namanya pernah masuk dalam bursa usulan Hoegeng Awards, penghargaan yang mengangkat sosok-sosok anggota kepolisian dengan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Namun, keputusan menghentikan monetisasi YouTube kini membuat perjalanan aktivitas digital Purnomo memasuki fase baru.

Mulai Oktober 2026, kanal Purnomo Belajar Baik tidak lagi menjadi sumber pendapatan melalui monetisasi, berdasarkan pengumuman yang disampaikan Purnomo.

Di tengah perubahan tersebut, ia menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan tetap akan dilanjutkan.

Artinya, yang berubah adalah jalur pendanaan dan aktivitas monetisasi digital, bukan komitmen Purnomo untuk tetap menjalankan kegiatan sosial yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya.

Bagi para pengikutnya, perkembangan selanjutnya akan menjadi babak baru bagi Purnomo Belajar Baik: dari kanal yang selama ini menghasilkan pendapatan untuk mendukung kegiatan sosial, menuju platform yang tetap membawa pesan kemanusiaan tanpa mengandalkan monetisasi YouTube.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Komdigi Panggil YouTube Usai Temuan Konten Promosi Vape Libatkan Anak, Meutya Hafid Beri Peringatan
McLaren Milik YouTuber Andra ST Terbelah Dua dalam Kecelakaan di Sukoharjo, Begini Kronologi dan Kondisi Terkininya
YouTube: Durasi Tonton Shorts di Televisi Tembus 2 Miliar Jam
Google dapat 'Rapor Merah' dari Pemerintah Indonesia, YouTube Dinilai Tak Patuh PP Tunas
YouTuber Resbob Ditangkap Polda Jabar, Diduga Sebar Ujaran Kebencian ke Warga Sunda dan Bobotoh
Tutorial Terbaru Download Video YouTube ke Galeri HP Android Tanpa Aplikasi 2025