Senin, 28 September 2026

Bulog Sumut Salurkan 1.350 Ton Jagung SPHP ke Peternak

Muchlis - Senin, 28 September 2026 06:05 WIB
Bulog Sumut Salurkan 1.350 Ton Jagung SPHP ke Peternak
Bulog Sumut telah menyalurkan 1.350 ton jagung SPHP kepada peternak.

Topikseru.com - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memperluas distribusi jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga kini, sebanyak 1.350 ton jagung SPHP telah disalurkan kepada peternak ayam di Sumatera Utara.

Jumlah tersebut setara dengan 66,23 persen dari total pagu 2.309 ton yang disiapkan untuk program tersebut.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan penyaluran jagung SPHP diarahkan terutama kepada peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah.

Baca Juga:

"Penyaluran ke peternak ayam tersebut sebanyak 1.350 ton atau 66,23 persen dari total pagu 2.309 ton," ujar Budi di Medan, Minggu (27/9/2026).

Jagung SPHP Menjangkau Sejumlah Sentra Peternakan

Distribusi jagung SPHP pada tahap awal menyasar peternak di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai.

Wilayah tersebut menjadi bagian dari sasaran penyaluran karena terdapat peternak ayam petelur yang membutuhkan pasokan jagung sebagai bahan pakan.

Seiring meningkatnya kebutuhan, distribusi kemudian diperluas berdasarkan permintaan dari dinas peternakan di sejumlah daerah.

Tambahan alokasi antara lain diarahkan ke Pulau Nias, Kota Pematangsiantar, dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan baku pakan di tengah kebutuhan peternak yang terus berjalan.

Peternak Babi Juga Masuk Sasaran

Program jagung SPHP Bulog Sumut tidak hanya menyasar peternak ayam.

Bulog juga menyiapkan alokasi jagung untuk peternak babi di Pematangsiantar dan Nias dengan kebutuhan sekitar 60 ton.

Namun, hingga saat ini alokasi tersebut belum seluruhnya direalisasikan karena peternak babi di dua wilayah tersebut belum melakukan pembelian.

Budi mengimbau peternak yang mulai mengalami kekurangan stok pakan untuk segera memanfaatkan jagung SPHP yang tersedia di gudang Bulog.

Jagung tersebut ditawarkan dengan harga Rp 5.000 per kilogram di gudang Bulog.

Stok Jagung Bulog Sumut Terus Diperkuat

Di sisi lain, Bulog Sumut tidak hanya mengandalkan stok yang sudah tersedia. Penyerapan jagung dari petani masih terus dilakukan untuk memperkuat cadangan.

Sejumlah wilayah yang menjadi lokasi penyerapan antara lain Kabupaten Dairi, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo.

Hingga saat ini, total pengadaan jagung pipil Bulog Sumut telah mencapai sekitar 5.865 ton.

Budi mengatakan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penyerapan di sejumlah daerah masih berlangsung.

"Saat ini total pengadaan jagung pipil 5.865 ton. Dipastikan stok bertambah karena sebagian daerah masih dilakukan penyerapan jagung," katanya.

Langkah tersebut penting untuk menjaga kesinambungan pasokan, terutama ketika kebutuhan jagung untuk pakan ternak terus berjalan.

Bulog Gandeng Gapoktan hingga Polri

Untuk mempercepat pengadaan jagung dalam negeri, Bulog Sumut juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.

Sosialisasi dilakukan kepada petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) agar hasil produksi dapat memenuhi standar yang ditetapkan untuk pengadaan pemerintah.

Bulog juga menggandeng Polri dan pemerintah daerah dalam proses penguatan penyerapan jagung di berbagai sentra produksi.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran jagung dari tingkat petani menuju gudang Bulog dan selanjutnya disalurkan kepada peternak.

Harga Jagung Petani Dipatok Rp 5.500 per Kilogram

Dalam pengadaan jagung dari petani, Bulog menetapkan harga pembelian sebesar Rp 5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18 - 20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.

Ketentuan harga tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai pengadaan jagung dalam negeri.

Perum Bulog mendapat penugasan untuk memperkuat penyerapan jagung produksi domestik sekaligus mendukung pengelolaan cadangan jagung pemerintah.

Sementara itu, jagung SPHP yang disalurkan kepada peternak memiliki harga berbeda, yakni Rp 5.000 per kilogram di gudang Bulog.

Perbedaan harga tersebut mencerminkan dua sisi program, yakni penyerapan produksi jagung dari petani dan penyaluran komoditas tersebut kepada peternak sebagai bahan baku pakan.

Pasokan Pakan Jadi Bagian dari Stabilitas Pangan

Penyaluran jagung SPHP tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan peternak. Ketersediaan jagung sebagai bahan pakan juga berkaitan dengan keberlangsungan produksi telur dan komoditas peternakan lainnya.

Sebelumnya, Bulog Sumut juga telah menyalurkan jagung SPHP secara bertahap kepada peternak ayam petelur dengan harga Rp 5.000 per kilogram.

Program tersebut diarahkan untuk membantu peternak menjaga produksi dan pada akhirnya mendukung stabilitas harga telur di pasar.

Dengan penyaluran yang kini mencapai 1.350 ton, Bulog Sumut masih memiliki ruang untuk mendistribusikan sisa alokasi sekitar 959 ton dari pagu 2.309 ton.

Di saat yang sama, proses penyerapan dari petani terus dilakukan agar stok jagung di gudang tetap tersedia.

Kombinasi antara penyerapan jagung lokal dan penyaluran SPHP kepada peternak menjadi strategi Bulog Sumut untuk menjaga rantai pasok jagung tetap berjalan dari sentra produksi hingga sektor peternakan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait