Topikseru.com, Medan - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Sumatera Utara. Kali ini, sekitar 10 hektare lahan di Kabupaten Asahan terdampak kebakaran.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Perbaungan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Senin (29/9) dan hingga kini masih menjadi perhatian petugas karena api berpotensi meluas.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan informasi kebakaran tersebut telah diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut.
Baca Juga:
"Berdasarkan laporan kebakaran hutan dan lahan Senin (29/9)," kata Sri Wahyuni di Medan, Rabu (30/9/2026).
Vegetasi yang terbakar terdiri dari semak belukar dan pohon sawit. Dengan karakter lahan yang didominasi tanaman dan semak, kondisi tersebut menjadi perhatian karena api masih memungkinkan menjalar ke area lainnya.
"Berdasarkan laporan tidak ada pengungsi, korban luka maupun korban meninggal dunia," ujar Sri Wahyuni.
Artinya, hingga laporan terakhir tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat karhutla di Asahan tersebut.
Sri Wahyuni menyebut api masih berpotensi meluas. Bahkan, luas area yang terdampak kebakaran juga masih memungkinkan bertambah seiring perkembangan kondisi di lapangan.
"Kondisi terkini, api masih berpotensi meluas dan areal terdampak terus bertambah," katanya.
Situasi tersebut membuat penanganan kebakaran menjadi perhatian pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait.
Upaya penanganan telah dilakukan untuk mengendalikan kondisi di lokasi kejadian sekaligus mencegah api menjalar ke area yang lebih luas.
Dalam situasi seperti ini, kondisi vegetasi yang terbakar menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan. Semak belukar dan lahan perkebunan yang terdampak perlu mendapat pemantauan untuk memastikan titik api tidak kembali meluas.
Pemerintah daerah dan pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap kebakaran tersebut.
Sementara itu, perkembangan luas lahan yang terdampak akan terus dipantau melalui laporan di lapangan.
Hingga laporan terakhir, 10 hektare lahan di Asahan telah tercatat terdampak kebakaran. Tidak ada laporan korban meninggal dunia, luka-luka, maupun pengungsi.
Namun, potensi meluasnya api membuat proses penanganan dan pemantauan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.