Topikseru.com, Medan – Kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatra membuat kualitas udara di Sumatera Utara cukup terdampak. Namun jarak pandang masih relatif terkendali dan kondisi lalu lintas tetap normal. Guna mencegah kecelakaan di jalan tol Hutama Karya mengimbau pengguna Jalan Tol Binjai-Langsa dan ruas tol lain di Sumatera Utara untuk berhati-hati.
"Saat ini, belum terdapat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar maupun di dalam kawasan Jalan Tol Binjai–Langsa. Meski kualitas udara cukup terdampak, jarak pandang masih relatif terkendali dan kondisi lalu lintas tetap normal," ujar Plt. Regional Head Regional Sumatera Bagian Utara PT Hutama Karya, Taufiq Hidayat dalam keterangan resmi yang diterima Topikseru.com, Kamis (15/10/20206).
Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi di lapangan, menjaga jarak aman, serta memperhatikan rambu dan arahan petugas.
Baca Juga:
Apabila, kata Taufiq, jarak pandang menurun, hindari berhenti di bahu jalan dan beristirahatlah di tempat yang aman. Pengguna jalan juga diharapkan tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat memicu kebakaran.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana mengatakan pihaknya memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas yang terbawa angin ke wilayah Sumatera Utara.
Melvi menjelaskan, penyebab: Bukan dari Medan sendiri. BMKG Wilayah I Medankonfirmasi tidak ada hotspot di Sumut, tapi ini asap kiriman karhutla dari Riau, Jambi, Sumsel terbawa angin Timur-Tenggara ke Barat Laut 89a2.
Pemko Medan & BMKG, kata Melvi menghimbau, DLH Medan sudah imbau warga kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara tampak pekat atau jarak pandang menurun, dan wajib pakai masker standar jika terpaksa keluar c67d.
Melvi menyarankan, agar pertama, Jalan pagi ditunda sampai siang jam 10-11, karena prakiraan hujan ringan jam 11 akan sedikit membersihkan udara.Kedua, Jika tetap harus jalan: pakai masker N95/KN95 (bukan masker kain), jangan lewat jalur ramai, durasi