Topikseru.com -Instagram menjadi salah satu media sosial yang digunakan untuk berbagi foto, video, hingga berkomunikasi melalui pesan langsung. Namun, akun Instagram juga berisiko diretas apabila pengguna lengah menjaga keamanan kata sandi atau terjebak penipuan digital.
Istilah Instagram disadap sering digunakan ketika seseorang merasa akunnya diakses orang lain tanpa izin. Meski begitu, aktivitas mencurigakan tidak selalu berarti akun benar-benar disadap. Pengguna perlu memeriksa aktivitas login dan perubahan informasi akun untuk mengetahui kemungkinan adanya akses ilegal.
Kenali Tanda-Tanda Akun Instagram Diretas
Baca Juga:
Ada beberapa tanda yang patut diwaspadai ketika akun Instagram diduga diambil alih orang lain.
1. Tidak bisa masuk ke akun sendiri
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika kata sandi tiba-tiba tidak bisa digunakan, padahal pengguna merasa tidak pernah mengubahnya. Kondisi ini bisa terjadi jika orang lain mengganti kata sandi atau informasi pemulihan akun.
2. Ada unggahan atau pesan yang tidak pernah dibuat
Jika muncul unggahan, komentar, atau pesan langsung yang tidak pernah dikirim sendiri, pengguna perlu segera memeriksa keamanan akunnya. Aktivitas tersebut dapat mengindikasikan adanya akses tanpa izin.
3. Mengikuti akun asing secara tiba-tiba
Akun yang mendadak mengikuti banyak pengguna tidak dikenal juga patut dicurigai. Aktivitas tersebut bisa berkaitan dengan penyalahgunaan akun untuk mengirim spam atau menjalankan tindakan tertentu tanpa persetujuan pemiliknya.
4. Informasi akun berubah
Perubahan alamat email, nomor telepon, nama pengguna, atau kata sandi tanpa sepengetahuan pemilik merupakan tanda serius yang perlu segera ditindaklanjuti.
5. Ada notifikasi login yang tidak dikenal
Pemberitahuan tentang upaya masuk dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenali perlu diperiksa. Namun, perkiraan lokasi terkadang tidak akurat, sehingga pengguna sebaiknya turut memperhatikan perangkat dan waktu login yang tercatat.
Bagaimana Akun Instagram Bisa Diretas?
Salah satu jalur yang sering dimanfaatkan pelaku adalah phishing, yaitu upaya menipu korban agar memberikan informasi sensitif seperti kata sandi atau kode verifikasi.
Pelaku bisa mengirim pesan yang mengaku berasal dari Instagram, misalnya dengan ancaman akun akan dinonaktifkan atau klaim bahwa pengguna melanggar hak cipta. Pesan tersebut dapat disertai tautan menuju halaman login palsu.
Risiko juga muncul ketika pengguna memakai kata sandi yang sama di beberapa layanan, memberikan kode verifikasi kepada orang lain, atau menghubungkan akun ke aplikasi pihak ketiga yang tidak tepercaya.
Meta mengingatkan pengguna agar tidak memberikan informasi login melalui pesan mencurigakan. Pengguna juga dapat memeriksa komunikasi resmi terkait keamanan akun melalui bagian email dari Instagram di pengaturan aplikasi.
Cara Mengamankan Instagram Jika Diduga Diretas
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, pengguna dapat melakukan beberapa langkah berikut.
1. Ganti kata sandi
Jika masih bisa masuk, segera ubah kata sandi Instagram. Gunakan kombinasi yang kuat dan berbeda dari kata sandi email atau akun lainnya.
2. Periksa perangkat yang login
Buka pengaturan akun dan cari menu Pusat Akun, kemudian bagian Kata Sandi dan Keamanan serta aktivitas atau tempat login. Periksa perangkat yang tidak dikenal dan keluarkan sesi yang mencurigakan.
3. Aktifkan autentikasi dua faktor
Autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) memberikan lapisan perlindungan tambahan ketika seseorang mencoba masuk ke akun. Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi autentikator atau metode lain yang tersedia di Instagram.
4. Amankan email dan nomor telepon
Pastikan alamat email serta nomor telepon pemulihan masih berada dalam kendali sendiri. Jika email juga diduga diakses orang lain, segera amankan akun email tersebut dan ganti kata sandinya.
5. Gunakan halaman pemulihan resmi
Jika tidak bisa masuk atau informasi akun telah diubah, kunjungi instagram.com/hacked melalui browser. Ikuti petunjuk pemulihan yang diberikan Instagram.
Jangan Asal Percaya Jasa Pemulihan Akun
Ketika akun diretas, sebagian pengguna mungkin mencari bantuan melalui media sosial atau jasa pemulihan akun. Namun, pengguna perlu berhati-hati terhadap pihak yang meminta kata sandi, kode OTP, kode autentikasi dua faktor, atau pembayaran dengan menjanjikan akun pasti kembali.
Jangan memberikan kode keamanan kepada orang lain, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas Instagram. Gunakan jalur pemulihan resmi dan hindari tautan yang dikirim oleh akun tidak dikenal.
Lindungi Akun Sebelum Terlambat
Keamanan Instagram tidak hanya bergantung pada sistem platform, tetapi juga kebiasaan penggunanya. Memakai kata sandi unik, mengaktifkan autentikasi dua faktor, memeriksa aktivitas login, serta menghindari tautan mencurigakan dapat membantu mengurangi risiko pengambilalihan akun.
Jika muncul aktivitas yang tidak dikenali, jangan langsung menyimpulkan bahwa akun pasti disadap. Periksa bukti akses, amankan informasi login, dan segera lakukan pemulihan jika ditemukan tanda bahwa akun telah diambil alih.