Topikseru -Sejumlah jenderal TNI aktif memiliki keterkaitan dengan Sumatera Utara dan kini dipercaya menduduki jabatan strategis di tubuh TNI. Dari kursi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) hingga pimpinan satuan pertahanan siber, karier mereka berada di posisi penting dalam struktur pertahanan Indonesia.
Nama Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjadi salah satu yang paling menonjol karena saat ini menjabat sebagai KSAD. Selain itu, ada Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon yang dipercaya sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Dua nama lainnya juga tak kalah menarik. Letjen TNI Teguh Pudjo Rumekso merupakan jenderal kelahiran Medan yang masih aktif, sedangkan Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring dipercaya memimpin Satuan Siber TNI.
Baca Juga:
Berikut empat jenderal TNI aktif yang memiliki jejak kuat dengan Sumatera Utara:
Ia memang lahir di Bandung, Jawa Barat, tetapi memiliki akar keluarga Batak dari Sumatera Utara. Maruli juga dikenal memiliki keterkaitan dengan Pematangsiantar.
Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer pada 1992. Ia berasal dari kecabangan Infanteri dan memiliki pengalaman di Kopassus.
Sebelum dipercaya menjadi KSAD, Maruli pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Komandan Paspampres, Pangdam IX/Udayana dan Pangkostrad.
Pada 2026, Maruli masih menjalankan tugas sebagai KSAD. TNI AD mencatat aktivitasnya memimpin berbagai kegiatan strategis di lingkungan Angkatan Darat.
Richard lahir di Jakarta, tetapi memiliki akar keluarga Batak dari kawasan Tapanuli, Sumatera Utara. Ia merupakan lulusan Akademi Militer 1992 dari kecabangan Infanteri dan memiliki latar belakang Kopassus.
Perjalanan karier Richard juga cukup panjang. Ia pernah dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, termasuk di lingkungan Kopassus, Kodam, hingga Mabes TNI.
Kini sebagai Kasum TNI, Richard berada dalam jajaran pimpinan strategis Mabes TNI. Pada Maret 2026, ia tercatat memimpin Rapat Koordinasi Personel TNI Tahun Anggaran 2026.
Pada April 2026, Richard juga menerima apresiasi dari Pemerintah Selandia Baru atas peran TNI dalam pembebasan seorang warga negara Selandia Baru.
Teguh merupakan lulusan Akademi Militer 1991 dan meraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik. Ia berasal dari kecabangan Infanteri dan memiliki pengalaman panjang dalam berbagai penugasan TNI.
Sepanjang kariernya, Teguh pernah mengemban sejumlah jabatan penting, termasuk Danrem 172/Praja Wira Yakthi, Kasdam VI/Mulawarman, Danpussenif Kodiklatad, Danpuspenerbad hingga Pangdam VI/Mulawarman.
Ia juga pernah mendapat kepercayaan sebagai Sesmenko Polhukam. Saat ini, Teguh masih aktif dan tercatat sebagai Staf Khusus KSAD.
Juinta lahir di Medan dan merupakan lulusan Akademi Militer 1995. Ia memiliki pengalaman di lingkungan Kopassus sebelum kemudian mendapat penugasan di sejumlah posisi strategis.
Namanya semakin dikenal setelah dipercaya memimpin Satuan Siber TNI. Posisi tersebut menempatkannya di salah satu bidang yang semakin penting dalam pertahanan modern, yakni keamanan dan operasi di ruang siber.
Pada 2026, Juinta masih tercatat sebagai pimpinan Satsiber TNI. Satuan yang dipimpinnya juga aktif mengembangkan kemampuan prajurit di bidang siber, termasuk melalui kompetisi dan kegiatan peningkatan kapasitas talenta digital.
Maruli Simanjuntak kini berada di pucuk pimpinan TNI AD sebagai KSAD. Richard Tampubolon menduduki posisi Kasum TNI, Teguh Pudjo Rumekso merupakan jenderal kelahiran Medan yang masih aktif, sementara Juinta Omboh Sembiring dipercaya menangani bidang pertahanan siber.
Dengan jabatan yang mereka emban, nama-nama tersebut menjadi bagian dari jajaran perwira tinggi TNI yang memiliki peran dalam menjalankan tugas pertahanan negara.