Kamis, 22 Oktober 2026

Harga Cabai Tembus Rp60 Ribu, Segini Harga Bahan Pokok di Medan Oktober 2026

Rizky Aisyah - Kamis, 22 Oktober 2026 14:56 WIB
Harga Cabai Tembus Rp60 Ribu, Segini Harga Bahan Pokok di Medan Oktober 2026
Antara
Harga sejumlah bahan pokok di Kota Medan bergerak berbeda pada Oktober 2026. Data per 20 Oktober mencatat cabai merah rata-rata Rp59.600 per kilogram, beras Rp16.026 per kilogram, dan daging sapi Rp143.611 per kilogram.

Topikseru.com -Harga bahan pokok di Kota Medan mengalami pergerakan berbeda pada Oktober 2026. Ada komoditas yang mengalami kenaikan, sementara beberapa lainnya justru turun. Kondisi ini membuat perkembangan harga pangan penting diperhatikan karena berkaitan langsung dengan pengeluaran rumah tangga sehari-hari.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Manajemen Pangan (SIMPANG) Kota Medan yang diperbarui pada 20 Oktober 2026, harga cabai merah tercatat rata-rata Rp59.600 per kilogram. Sementara itu, beras berada di kisaran Rp16.026 per kilogram dan daging sapi mencapai Rp143.611 per kilogram.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sejumlah bahan pangan masih membutuhkan pengeluaran cukup besar, terutama bagi rumah tangga yang rutin membeli bahan makanan dalam jumlah tertentu.

Baca Juga:

Harga Cabai Masih Mendekati Rp60 Ribu per Kilogram

Cabai menjadi salah satu komoditas yang menarik perhatian dalam perkembangan harga pangan di Medan.

Pada 20 Oktober 2026, harga rata-rata cabai merah tercatat Rp59.600 per kilogram. Angka ini naik 0,45 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, harga cabai rawit pada data yang diperbarui 19 Oktober 2026 tercatat rata-rata Rp61.773 per kilogram, setelah mengalami penurunan 9,92 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa harga cabai dapat berubah dalam waktu singkat. Sebelumnya, harga cabai merah di Sumatera Utara juga sempat mengalami lonjakan pada September hingga awal Oktober 2026 akibat berkurangnya pasokan dan meningkatnya permintaan dari luar daerah.

Pengamat ekonomi yang dikutip dalam pemberitaan sebelumnya menyebut berakhirnya masa panen di sejumlah wilayah serta permintaan dari daerah lain turut memengaruhi pergerakan harga cabai.

Beras dan Daging Sapi Juga Perlu Diperhatikan

Selain cabai, beras menjadi komoditas penting karena dikonsumsi secara rutin oleh sebagian besar rumah tangga.

Data SIMPANG Kota Medan pada 20 Oktober 2026 mencatat harga beras rata-rata Rp16.026 per kilogram. Harga tersebut naik 0,32 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, harga daging sapi tercatat rata-rata Rp143.611 per kilogram, naik 0,32 persen dalam perbandingan harian yang sama.

Perbedaan harga antarkomoditas membuat pengeluaran belanja warga tidak hanya dipengaruhi satu bahan pangan. Rumah tangga yang membeli beras setiap hari, misalnya, akan menghadapi kebutuhan belanja berbeda dibandingkan keluarga yang lebih sering membeli daging atau bahan pangan lain.

Tidak Semua Bahan Pokok Mengalami Kenaikan

Di tengah pergerakan harga pangan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan.

Data SIMPANG Kota Medan menunjukkan harga telur ayam rata-rata Rp30.333 per kilogram pada 20 Oktober 2026, turun 0,94 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Harga daging ayam tercatat rata-rata Rp36.500 per kilogram, turun 1,37 persen. Sementara itu, minyak goreng berada di kisaran Rp20.382 per kilogram dan turun 0,17 persen.

Harga gula pasir tercatat Rp18.500 per kilogram atau tidak mengalami perubahan dalam perbandingan harian tersebut.

Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa kondisi harga pangan tidak selalu naik secara bersamaan. Karena itu, memantau beberapa komoditas sekaligus dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan harga kebutuhan sehari-hari.

Mengapa Harga Bahan Pokok Bisa Berubah?

Perubahan harga pangan dapat dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari ketersediaan pasokan, hasil panen, biaya distribusi, hingga permintaan konsumen.

Komoditas hortikultura seperti cabai cenderung lebih sensitif terhadap perubahan pasokan karena produksi dan distribusinya dapat dipengaruhi kondisi cuaca serta musim panen.

Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga berpotensi meningkat. Sebaliknya, bertambahnya pasokan atau melemahnya permintaan dapat mendorong harga turun.

Untuk mengetahui penyebab perubahan harga pada komoditas tertentu, data harga perlu dibandingkan dengan informasi produksi, distribusi, dan kondisi pasokan pada periode yang sama.

Warga Bisa Memantau Harga Sebelum Berbelanja

Perubahan harga bahan pokok membuat pemantauan harga menjadi salah satu cara untuk membantu rumah tangga mengatur pengeluaran.

Masyarakat dapat membandingkan harga di beberapa pasar, menyusun daftar kebutuhan sebelum berbelanja, serta menyesuaikan jumlah pembelian dengan kebutuhan keluarga.

Informasi harga pangan Kota Medan dapat dipantau melalui situs resmi SIMPANG Medan di https://simpang.medan.go.id/.

Data harga yang diperbarui secara berkala membantu masyarakat mengetahui perkembangan harga sejumlah komoditas. Namun, harga yang dibayarkan konsumen tetap dapat berbeda menurut pasar, kualitas barang, dan pedagang.

Dengan memantau harga secara rutin, warga dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perubahan biaya kebutuhan pangan dan menyusun anggaran belanja secara lebih terencana.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Ini yang Perlu Diwaspadai Warga Sumut 23–25 Oktober
5 Aplikasi Edit Video AI Gratis, Bisa Bikin Konten Tanpa Harus Jago Editing
Jong Batak’s Arts Festival 2026 Digelar di Medan, Ini Jadwal dan Tema yang Diusung
Halloween Mulai Meriah di Medan, Ini Deretan Acara Bertema Seram Sepanjang Oktober 2026
Pemprov Sumut Lindungi 21.119 Pekerja Rentan, Ahli Waris Bisa Terima Santunan hingga Rp 70 Juta
Reza Rahadian Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Soroti Dampak Asap yang Meluas