Jumat, 09 Oktober 2026

Dikira Marah, Ternyata Biasa! 7 Kebiasaan Orang Medan yang Sering Bikin Pendatang Bingung

Rizky Aisyah - Kamis, 08 Oktober 2026 12:09 WIB
Dikira Marah, Ternyata Biasa! 7 Kebiasaan Orang Medan yang Sering Bikin Pendatang Bingung
Photo Copyright by Freepik
Ilustrasi. Setiap daerah punya gaya komunikasi dan kebiasaan yang berbeda. Di Medan, beberapa kebiasaan sehari-hari ini kerap membuat pendatang terkejut sebelum akhirnya terbiasa.

Topikseru.com -Setiap daerah punya kebiasaan dan gaya komunikasi yang menjadi ciri khas masyarakatnya. Begitu pula Kota Medan yang dikenal memiliki karakter masyarakat yang terbuka, spontan dan apa adanya.

Bagi warga lokal, sejumlah kebiasaan tersebut mungkin sudah dianggap biasa. Namun bagi pendatang yang baru tinggal atau berkunjung ke Medan, beberapa hal justru bisa terasa unik bahkan membuat heran.

Berikut sejumlah kebiasaan yang cukup sering ditemui dalam keseharian masyarakat Medan.

Baca Juga:

1. Bicara Terus Terang

Salah satu hal yang sering menjadi perhatian pendatang adalah gaya komunikasi masyarakat Medan yang cenderung terus terang.

Ucapan yang terdengar tegas tidak selalu berarti sedang marah. Dalam banyak situasi, cara berbicara seperti ini merupakan bentuk komunikasi yang dianggap biasa dan lebih praktis.

Pendatang yang belum terbiasa terkadang perlu waktu untuk memahami bahwa nada bicara tidak selalu menggambarkan suasana hati seseorang.

2. Panggilan "Bang", "Kak", dan "Dek" untuk Orang yang Tidak Dikenal

Di Medan, panggilan seperti Bang, Kak, Dek, atau Pak cukup lazim digunakan ketika berbicara dengan orang yang belum dikenal.

Panggilan tersebut membuat komunikasi terasa lebih akrab tanpa harus mengetahui nama orang yang diajak bicara.

Bagi pendatang, kebiasaan ini bisa terasa unik karena seseorang dapat langsung menyapa orang lain dengan panggilan kekerabatan meski baru pertama kali bertemu.

3. Ngobrol Bisa Cepat Akrab

Masyarakat Medan juga dikenal cukup mudah membuka percakapan dalam situasi sehari-hari.

Pertanyaan sederhana seperti asal daerah, tinggal di mana atau sedang melakukan apa dapat menjadi awal percakapan. Bagi pendatang yang terbiasa dengan interaksi lebih formal atau menjaga jarak dengan orang baru, hal ini mungkin terasa cukup berbeda.

4. "Bah" yang Punya Banyak Fungsi

Salah satu kata yang sangat identik dengan percakapan masyarakat Medan adalah "bah".

Dalam percakapan sehari-hari, kata ini dapat muncul untuk memberikan penekanan atau mengekspresikan berbagai respons, tergantung konteks dan intonasi.

Karena itu, pendatang mungkin awalnya bingung ketika mendengar kata yang sama digunakan dalam situasi yang berbeda.

5. Janjian Waktu Bisa Punya Interpretasi Berbeda

Dalam pergaulan, persoalan waktu juga sering menjadi bahan candaan ketika membicarakan kebiasaan masyarakat Medan.

Istilah seperti "sebentar lagi" atau "otw" dalam percakapan sehari-hari terkadang tidak selalu berarti seseorang benar-benar sudah berada di perjalanan. Namun tentu saja, kebiasaan ini tidak berlaku untuk semua orang.

Hal tersebut lebih tepat dianggap sebagai bagian dari kebiasaan sosial yang sering menjadi bahan candaan di kalangan masyarakat.

6. Ngopi Bukan Sekadar Minum Kopi

Bagi sebagian masyarakat Medan, pergi ke kedai kopi bukan hanya soal menikmati minuman.

Kedai kopi juga menjadi tempat bertemu teman, berbincang, berdiskusi hingga sekadar menghabiskan waktu. Tidak heran jika aktivitas ngopi dapat berlangsung cukup lama.

Bagi pendatang, suasana kedai kopi yang ramai dan penuh percakapan bisa menjadi salah satu pengalaman menarik ketika tinggal di Medan.

7. Kalau Sudah Akrab, Bercandanya Bisa "Pedas"

Satu lagi kebiasaan yang mungkin membuat pendatang kaget adalah gaya bercanda yang cukup spontan.

Ketika sudah akrab, candaan antarteman terkadang menggunakan celetukan yang terdengar keras atau menyentil. Namun bagi orang yang sudah saling mengenal, hal tersebut justru dapat menjadi bentuk keakraban.

Pendatang tentu perlu melihat konteks dan hubungan antarorang sebelum menganggap candaan tersebut sebagai sesuatu yang serius.

Beda Kebiasaan Justru Jadi Warna Kota

Berbagai kebiasaan tersebut tentu tidak bisa dianggap mewakili seluruh masyarakat Medan. Kota ini dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang budaya dan karakter yang beragam.

Namun, kebiasaan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi itulah yang ikut memberikan warna pada kehidupan sehari-hari di Medan.

Bagi pendatang, memahami kebiasaan lokal bisa menjadi cara sederhana untuk beradaptasi. Sementara bagi warga Medan sendiri, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari karakter kota yang membuatnya berbeda dari daerah lain di Indonesia.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
Film Indonesia yang Tayang di Bioskop Oktober 2026, Ada Laut Bercerita hingga Empat Musim Pertiwi
Dari Padel hingga Pickleball, 5 Olahraga yang Kini Makin Digemari Anak Muda
Makin Nyaman Sendirian, Kenapa “Main Character Energy” Jadi Tren di Kalangan Anak Muda?
Bukan Cuma Becak Motor, 7 Hal Ini Bikin Medan Punya Karakter yang Beda dari Kota Lain
4 Drakor Medis Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, Ada Kim Ji Won hingga Lee Jae Wook
Bukan Cuma Takut Ketinggalan Tren, 7 Hal Ini Bikin Anak Muda Terjebak FOMO