Topikseru.com -Media sosial membuat siapa pun bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain hanya dalam hitungan detik. Mulai dari tren terbaru, tempat nongkrong yang sedang ramai, konser, perjalanan liburan hingga barang yang sedang viral.
Di tengah derasnya informasi tersebut, muncul istilah Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan sesuatu yang sedang dilakukan atau dinikmati orang lain.
FOMO bisa muncul tanpa disadari. Seseorang mungkin merasa harus ikut tren, membeli barang tertentu atau datang ke sebuah tempat hanya karena melihat banyak orang melakukannya di media sosial.
Baca Juga:
Berikut beberapa hal yang sering memicu FOMO di kalangan anak muda.
1. Tren yang Mendadak Viral
Tren di media sosial bisa berubah dengan sangat cepat. Hari ini sebuah makanan ramai dibicarakan, besok bisa berganti dengan produk atau aktivitas lain.
Melihat banyak orang mengikuti tren tersebut dapat membuat seseorang merasa perlu ikut agar tidak dianggap ketinggalan.
2. Nongkrong di Tempat yang Sedang Hits
Kafe atau tempat nongkrong yang viral sering memenuhi lini masa media sosial.
Foto dan video dari tempat tersebut kemudian membuat orang lain penasaran. Tidak sedikit yang akhirnya ingin datang bukan semata karena membutuhkan tempat untuk nongkrong, tetapi karena ingin ikut merasakan sesuatu yang sedang ramai.
3. Konser dan Event yang Ramai Dibicarakan
Ketika media sosial dipenuhi unggahan konser atau acara tertentu, muncul perasaan seolah semua orang sedang berada di sana.
Padahal, unggahan yang terlihat di media sosial hanya menunjukkan sebagian pengalaman orang lain. Tidak berarti semua orang benar-benar menghadiri acara tersebut.
4. Tren Fashion dan Barang Viral
Pakaian, sepatu, tas hingga aksesori tertentu bisa mendadak populer setelah digunakan oleh influencer atau banyak pengguna media sosial.
Melihat barang yang sama berulang kali dapat menciptakan kesan bahwa barang tersebut wajib dimiliki agar tetap mengikuti tren.
5. Liburan dan Gaya Hidup Orang Lain
Foto perjalanan ke luar kota atau luar negeri juga menjadi salah satu pemicu FOMO.
Ketika melihat teman atau orang yang diikuti di media sosial terus membagikan momen liburan, seseorang bisa membandingkan kehidupannya sendiri dan merasa tertinggal.
Padahal, media sosial biasanya hanya memperlihatkan momen yang ingin dibagikan, bukan keseluruhan kehidupan seseorang.
6. Takut Tidak Tahu Topik yang Sedang Viral
FOMO tidak selalu berkaitan dengan barang atau aktivitas.
Percakapan di media sosial juga bisa membuat seseorang merasa harus mengetahui semua tren, istilah, drama, film, lagu atau fenomena yang sedang ramai.
Akibatnya, seseorang bisa terus membuka media sosial agar tidak merasa menjadi satu-satunya orang yang tidak mengetahui sesuatu.
7. Melihat Pencapaian Orang Lain
Unggahan tentang kelulusan, pekerjaan baru, bisnis, pernikahan, rumah, kendaraan atau pencapaian lainnya juga dapat memicu rasa tertinggal.
Masalahnya, setiap orang memiliki waktu dan kondisi kehidupan yang berbeda. Membandingkan perjalanan pribadi dengan potongan kehidupan orang lain di media sosial bisa membuat pencapaian sendiri terasa kurang berarti.
FOMO Bukan Berarti Harus Selalu Mengikuti
Mengikuti tren sesekali tentu bukan masalah. Namun, penting untuk membedakan antara melakukan sesuatu karena memang menginginkannya dan melakukannya hanya karena takut tertinggal.
Sebelum mengikuti sesuatu yang sedang viral, ada baiknya bertanya kepada diri sendiri: "Aku memang mau, atau cuma takut ketinggalan?"
Pertanyaan sederhana tersebut bisa membantu seseorang lebih sadar dalam menggunakan media sosial dan menentukan tren mana yang memang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan dirinya.