Selasa, 13 Oktober 2026

Medan Rawan Hujan dan Banjir, Ini Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Air Mulai Naik

Rizky Aisyah - Selasa, 13 Oktober 2026 11:14 WIB
Medan Rawan Hujan dan Banjir, Ini Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Air Mulai Naik
Suaraislam.id
Ilustrasi genangan banjir di kawasan permukiman. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras, memantau informasi resmi, dan segera menuju tempat aman jika air mulai naik.

Topikseru.com -Hujan deras yang turun dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko genangan hingga banjir di sejumlah kawasan Kota Medan. Ketika air mulai naik, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah untuk melindungi diri serta keluarga.

Dalam kondisi seperti ini, kepanikan dan keputusan yang terburu-buru justru dapat meningkatkan risiko bahaya. Karena itu, penting untuk mengetahui hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika air mulai memasuki halaman atau rumah.

1. Menganggap Remeh Air yang Mulai Naik

Baca Juga:

Kesalahan pertama adalah menganggap genangan kecil tidak akan menimbulkan masalah. Padahal, kondisi air dapat berubah dengan cepat, terutama ketika hujan masih berlangsung atau aliran air meningkat.

Jika air mulai masuk ke halaman rumah, warga sebaiknya memantau perkembangannya, memperhatikan informasi resmi, dan menyiapkan langkah evakuasi jika diperlukan. Jangan menunggu hingga air mencapai bagian dalam rumah untuk mulai bertindak.

2. Menerobos Banjir dengan Sepeda Motor atau Mobil

Air banjir bisa terlihat dangkal, tetapi arus yang kuat, jalan berlubang, dan permukaan jalan yang tidak terlihat dapat membahayakan pengendara.

Jangan memaksakan diri melewati jalan yang tergenang jika kedalaman dan kondisi arus tidak diketahui. Kendaraan juga dapat mogok atau terseret air. Pilih jalur lain yang aman dan ikuti arahan petugas apabila jalan ditutup.

3. Menyentuh Peralatan Listrik dengan Tangan Basah

Air yang masuk ke rumah dapat menimbulkan risiko sengatan listrik, terutama jika mengenai stopkontak, kabel, atau peralatan elektronik.

Jika aman untuk dilakukan sebelum air mencapai instalasi listrik, putuskan aliran listrik melalui pemutus arus utama. Namun, jangan menyentuh panel, kabel, atau peralatan listrik yang sudah basah maupun terendam. Hubungi petugas yang berwenang jika instalasi sudah terkena air.

4. Menunggu Terlalu Lama untuk Mengungsi

Sebagian orang memilih bertahan karena merasa air belum terlalu tinggi atau khawatir meninggalkan barang-barang di rumah. Padahal, menunda evakuasi dapat membuat proses penyelamatan semakin sulit ketika kondisi memburuk.

Jika ada peringatan evakuasi dari petugas, segera ikuti arahan tersebut. Dahulukan keselamatan anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.

Bawalah barang seperlunya, seperti obat-obatan, telepon genggam, dokumen penting yang mudah dibawa, serta perlengkapan darurat.

5. Membiarkan Anak-Anak Bermain di Genangan

Genangan banjir bukan tempat bermain yang aman. Air dapat menyembunyikan lubang, benda tajam, saluran terbuka, atau sumber bahaya lainnya.

Selain risiko tenggelam, air banjir juga dapat tercemar oleh limbah dan kotoran. Karena itu, jauhkan anak-anak dari genangan dan jangan biarkan mereka bermain atau berenang di aliran banjir.

6. Mengabaikan Informasi Cuaca dan Peringatan Resmi

Mengandalkan perkiraan pribadi tanpa memeriksa informasi terbaru dapat membuat warga terlambat mengambil tindakan.

Pantau informasi cuaca dari BMKG, pengumuman kebencanaan dari BPBD, serta arahan pemerintah setempat. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat menentukan langkah berikutnya, termasuk menghindari jalan tertentu atau menuju tempat yang lebih aman.

7. Kembali ke Rumah Sebelum Kondisi Aman

Ketika air mulai surut, bukan berarti seluruh bahaya telah hilang. Bangunan mungkin mengalami kerusakan, instalasi listrik masih berisiko, dan air yang tersisa dapat membawa pencemaran.

Pastikan kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang sebelum kembali ke rumah. Hindari menyalakan peralatan listrik yang terkena air sebelum diperiksa oleh tenaga yang kompeten.

Persiapan Sederhana untuk Menghadapi Banjir

Selain menghindari kesalahan tersebut, warga Medan dapat menyiapkan tas darurat berisi air minum, makanan tahan lama, obat-obatan pribadi, senter, pengisi daya atau power bank, pakaian secukupnya, dan salinan dokumen penting.

Pastikan pula anggota keluarga mengetahui jalur evakuasi dan cara menghubungi satu sama lain jika terpisah. Bagi warga yang tinggal di kawasan yang kerap mengalami genangan, persiapan sebaiknya dilakukan sejak cuaca mulai memburuk, bukan setelah air masuk ke rumah.

Keselamatan harus menjadi prioritas ketika banjir terjadi. Dengan mengenali risiko, mengikuti informasi resmi, dan menghindari tindakan berbahaya, masyarakat dapat mengurangi risiko cedera serta melindungi keluarga saat menghadapi kondisi darurat.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
Seharian Sibuk tapi Tak Ada yang Selesai? Ini Alasan Kamu Merasa Tidak Produktif
Gratis Ongkir Bikin Boros? Begini Cara Promo Mengubah Kebiasaan Belanja
13 Oktober Diperingati sebagai Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional, Ini Tema 2026
Sarang Narkoba Desa Serbajadi Digerebek, 6 Barak Dibumihanguskan
Antisipasi Puncak Musim Hujan, Medan Perkuat Kesiapsiagaan dan Langkah Mitigasi Bencana
ReCity Medan Ajak Masyarakat Peduli Kondisi Trotoar di Kota Medan