Topikseru.com - Nama Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menjadi sorotan setelah disebut dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada Kamis (15/10/2026).
Tandyo bukan sosok baru di jajaran pimpinan militer Indonesia. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 ini meniti karier dari satuan tempur, kemudian mengemban berbagai jabatan komando hingga menduduki posisi strategis di Kementerian Pertahanan.
Perjalanan kariernya memperlihatkan pengalaman di sejumlah bidang, mulai dari operasi militer, pendidikan prajurit, pembinaan pertahanan, hingga kepemimpinan satuan teritorial.
Baca Juga:
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1991, Tandyo memulai pengabdiannya di lingkungan TNI Angkatan Darat. Pada fase awal karier, ia bertugas di satuan infanteri lintas udara yang memiliki peran dalam operasi dan kemampuan tempur.
Pada 1995, Tandyo dipercaya menjadi Komandan Tim Khusus Combat Intelligence di Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma. Penugasan ini menjadi salah satu bagian awal dari perjalanan panjangnya di lingkungan militer.
Pada 2011, ia dipercaya memimpin Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma. Pada tahun yang sama, Tandyo mendapat penugasan sebagai Komandan Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I hingga 2012.
Pengalaman tersebut dilanjutkan dengan penugasan sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana pada 2014.
Setahun kemudian, Tandyo memimpin Resimen Induk Kodam IX/Udayana dan Resimen Taruna Akademi Militer. Penugasan di bidang pendidikan dan pembinaan personel itu memperluas pengalamannya di luar komando satuan tempur.
Pada 2016, ia menjabat Komandan Korem 142/Taroada Tarogau. Setahun setelahnya, Tandyo bertugas sebagai Perwira Pembantu III/Sopsad, sebelum melanjutkan penugasan sebagai Perwira Pembantu II/Latgab Sops TNI pada 2018.

Pada 2018, ia menjabat Direktur Bela Negara di Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan. Tugasnya kemudian berlanjut sebagai Direktur Pengerahan Komponen Pertahanan di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan pada periode 2019 - 2021.
Pada 2021 - 2023, Tandyo dipercaya menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan.
Rangkaian penugasan tersebut memberinya pengalaman di bidang kebijakan pertahanan, bela negara, serta pendidikan dan pelatihan.
Pengalaman di lingkungan kementerian juga melengkapi rekam jejaknya yang sebelumnya banyak diisi penugasan operasional dan komando militer.
Rekam jejak Tandyo mencakup beragam lingkungan kerja, mulai dari satuan infanteri lintas udara, komando teritorial, lembaga pendidikan militer, hingga Kementerian Pertahanan.
Apabila pengangkatannya sebagai KSAD pada 15 Oktober 2026 telah dikonfirmasi secara resmi, jabatan tersebut akan menempatkannya pada posisi pimpinan tertinggi di TNI Angkatan Darat.
KSAD memiliki peran penting dalam pembinaan kekuatan TNI AD, termasuk kesiapan personel, organisasi, pendidikan, dan kemampuan satuan.