Kamis, 15 Oktober 2026

Profil Tandyo Budi Revita, Jenderal Lulusan Akmil 1991 dengan Karier Panjang di TNI

Muchlis - Kamis, 15 Oktober 2026 16:03 WIB
Profil Tandyo Budi Revita, Jenderal Lulusan Akmil 1991 dengan Karier Panjang di TNI
Tandyo Budi Revita memiliki pengalaman panjang di satuan tempur, komando militer, pendidikan prajurit, dan Kementerian Pertahanan.

Topikseru.com - Nama Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menjadi sorotan setelah disebut dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada Kamis (15/10/2026).

Tandyo bukan sosok baru di jajaran pimpinan militer Indonesia. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 ini meniti karier dari satuan tempur, kemudian mengemban berbagai jabatan komando hingga menduduki posisi strategis di Kementerian Pertahanan.

Perjalanan kariernya memperlihatkan pengalaman di sejumlah bidang, mulai dari operasi militer, pendidikan prajurit, pembinaan pertahanan, hingga kepemimpinan satuan teritorial.

Baca Juga:

Lahir di Surakarta, Tandyo Berasal dari Keluarga Guru

Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia berasal dari keluarga sederhana dengan ayah yang berprofesi sebagai guru.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1991, Tandyo memulai pengabdiannya di lingkungan TNI Angkatan Darat. Pada fase awal karier, ia bertugas di satuan infanteri lintas udara yang memiliki peran dalam operasi dan kemampuan tempur.

Pada 1995, Tandyo dipercaya menjadi Komandan Tim Khusus Combat Intelligence di Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma. Penugasan ini menjadi salah satu bagian awal dari perjalanan panjangnya di lingkungan militer.

Pernah Memimpin Satuan Tempur dan Pendidikan Militer

Karier Tandyo berlanjut ke sejumlah posisi komando. Pada 2006–2007, ia menjabat sebagai pimpinan Depo Pendidikan Bela Negara Rindam II/Sriwijaya.

Pada 2011, ia dipercaya memimpin Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma. Pada tahun yang sama, Tandyo mendapat penugasan sebagai Komandan Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I hingga 2012.

Pengalaman tersebut dilanjutkan dengan penugasan sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana pada 2014.

Setahun kemudian, Tandyo memimpin Resimen Induk Kodam IX/Udayana dan Resimen Taruna Akademi Militer. Penugasan di bidang pendidikan dan pembinaan personel itu memperluas pengalamannya di luar komando satuan tempur.

Pada 2016, ia menjabat Komandan Korem 142/Taroada Tarogau. Setahun setelahnya, Tandyo bertugas sebagai Perwira Pembantu III/Sopsad, sebelum melanjutkan penugasan sebagai Perwira Pembantu II/Latgab Sops TNI pada 2018.

Potret Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dalam seragam dinas militer.

Karier Tandyo Merambah Kementerian Pertahanan

Selain bertugas di satuan TNI AD, Tandyo juga memiliki pengalaman di lingkungan Kementerian Pertahanan.

Pada 2018, ia menjabat Direktur Bela Negara di Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan. Tugasnya kemudian berlanjut sebagai Direktur Pengerahan Komponen Pertahanan di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan pada periode 2019 - 2021.

Pada 2021 - 2023, Tandyo dipercaya menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan.

Rangkaian penugasan tersebut memberinya pengalaman di bidang kebijakan pertahanan, bela negara, serta pendidikan dan pelatihan.

Pengalaman di lingkungan kementerian juga melengkapi rekam jejaknya yang sebelumnya banyak diisi penugasan operasional dan komando militer.

Dari Pangdam Hingga Posisi Pimpinan TNI

Pada 2023, Tandyo dipercaya menjabat Panglima Kodam IV/Diponegoro. Ia memegang posisi tersebut hingga 2024 sebelum melanjutkan penugasan di tingkat pimpinan TNI.

Rekam jejak Tandyo mencakup beragam lingkungan kerja, mulai dari satuan infanteri lintas udara, komando teritorial, lembaga pendidikan militer, hingga Kementerian Pertahanan.

Apabila pengangkatannya sebagai KSAD pada 15 Oktober 2026 telah dikonfirmasi secara resmi, jabatan tersebut akan menempatkannya pada posisi pimpinan tertinggi di TNI Angkatan Darat.

KSAD memiliki peran penting dalam pembinaan kekuatan TNI AD, termasuk kesiapan personel, organisasi, pendidikan, dan kemampuan satuan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
PDU Baru TNI Dipamerkan di HUT ke-81, Ini Perubahannya
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Minta Maaf Jembatan Garuda Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan
KSAD Tegaskan Tato Adat Bukan Penghalang Masuk TNI, Warga Dayak Tetap Bisa Mendaftar
KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Pembangunan Jembatan Bailey di Wilayah Bencana Sumatera
Soal Prajurit TNI Korbankan Nyawa Tangani Bencana Sumatera, KSAD: Jangan Hanya Menyalahkan, Kita Harus Kompak Bernegara
KSAD Maruli Simanjuntak Tegaskan Soal Transparansi Rekrutmen TNI AD: Kalau Ada yang Lapor, Lebih Baik