Topikseru.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden robohnya Jembatan Garuda di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pimpinan matra darat tersebut menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas musibah yang terjadi beberapa waktu lalu.
Insiden Jembatan Garuda Pangandaran ambruk ini menyita perhatian publik lantaran terjadi tak lama setelah fasilitas penyeberangan tersebut diresmikan.
"Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," tegas Jenderal Maruli dalam siaran pers resmi TNI AD pada Jumat (4/9/2026).
Beban Berlebih Pemicu Putusnya Tali Sling
Berdasarkan hasil investigasi awal, terungkap bahwa penyebab utama runtuhnya struktur jembatan gantung yang berlokasi di Desa Margacinta itu adalah kelebihan muatan (overload). Bentangan Jembatan Garuda pada dasarnya tidak dirancang untuk menampung kapasitas hingga 50 orang secara bersamaan.
Beban mekanis yang melonjak drastis secara mendadak membuat tali sling penahan di salah satu sisi jembatan tidak sanggup menahan beban, hingga akhirnya putus dan meruntuhkan badan jembatan ke bawah.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (30/8/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga tengah berada di atas jembatan seusai menggelar seremoni peresmian.
TNI AD Tegaskan Tak Menyalahkan Warga, Evaluasi Spesifikasi Teknis
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa jajarannya sama sekali tidak berniat mengambinghitamkan masyarakat terkait peristiwa overload tersebut.
"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi," ujar Brigjen Donny.
Guna mencegah kejadian serupa terulang pada proyek fasilitas publik di masa depan, TNI AD mengambil langkah perbaikan dan evaluasi total. Salah satu poin perbaikan teknis adalah meningkatkan spesifikasi material utama.
Kapasitas daya tahan tali sling jembatan akan ditingkatkan sebesar 20 hingga 30 persen dari spesifikasi awal. Kendati demikian, TNI AD tetap mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi batas kapasitas maksimal penyeberangan demi menjamin keamanan dan keselamatan bersama.
Berita Terkait