Kamis, 24 September 2026

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Minta Maaf Jembatan Garuda Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan

Muchlis - Sabtu, 05 September 2026 21:40 WIB
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Minta Maaf Jembatan Garuda Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan keterangan terkait insiden putusnya tali sling Jembatan Garuda di Pangandaran.
Topikseru.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden robohnya Jembatan Garuda di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pimpinan matra darat tersebut menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas musibah yang terjadi beberapa waktu lalu. Insiden Jembatan Garuda Pangandaran ambruk ini menyita perhatian publik lantaran terjadi tak lama setelah fasilitas penyeberangan tersebut diresmikan. "Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," tegas Jenderal Maruli dalam siaran pers resmi TNI AD pada Jumat (4/9/2026).

Beban Berlebih Pemicu Putusnya Tali Sling

Berdasarkan hasil investigasi awal, terungkap bahwa penyebab utama runtuhnya struktur jembatan gantung yang berlokasi di Desa Margacinta itu adalah kelebihan muatan (overload). Bentangan Jembatan Garuda pada dasarnya tidak dirancang untuk menampung kapasitas hingga 50 orang secara bersamaan. Beban mekanis yang melonjak drastis secara mendadak membuat tali sling penahan di salah satu sisi jembatan tidak sanggup menahan beban, hingga akhirnya putus dan meruntuhkan badan jembatan ke bawah. Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (30/8/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga tengah berada di atas jembatan seusai menggelar seremoni peresmian.

TNI AD Tegaskan Tak Menyalahkan Warga, Evaluasi Spesifikasi Teknis

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa jajarannya sama sekali tidak berniat mengambinghitamkan masyarakat terkait peristiwa overload tersebut. "Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi," ujar Brigjen Donny. Guna mencegah kejadian serupa terulang pada proyek fasilitas publik di masa depan, TNI AD mengambil langkah perbaikan dan evaluasi total. Salah satu poin perbaikan teknis adalah meningkatkan spesifikasi material utama. Kapasitas daya tahan tali sling jembatan akan ditingkatkan sebesar 20 hingga 30 persen dari spesifikasi awal. Kendati demikian, TNI AD tetap mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi batas kapasitas maksimal penyeberangan demi menjamin keamanan dan keselamatan bersama.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Profil Jenderal Besar AH Nasution, Arsitek Strategi Militer dan Pahlawan Nasional
KSAD Tegaskan Tato Adat Bukan Penghalang Masuk TNI, Warga Dayak Tetap Bisa Mendaftar
Kasad Simanjuntak Launching 200 Jembatan Garuda di Seluruh Indonesia dari Aceh Utara
Prajurit TNI AD Divonis Penjara Seumur Hidup atas Pembunuhan Berencana terhadap Istri di Deli Serdang
Pratu Farkhan Sauqi Marpaung Tewas di Papua, TNI AD Pastikan Usut Dugaan Kekerasan Senior
Dugaan Kekerasan Senior, Pratu Farkhan TNI AD Tewas Saat Tugas di Perbatasan RI–PNG