Topikseru.com – Ingin menjelajahi Kota Medan tetapi hanya punya waktu satu hari? Tak perlu bingung menyusun rencana perjalanan. Kota terbesar di Sumatera Utara ini memiliki sejumlah destinasi menarik yang bisa dikunjungi dalam satu hari, mulai dari bangunan bersejarah, masjid ikonik, hingga kawasan kota tua yang cocok untuk berjalan santai dan berburu foto.
Agar perjalanan lebih efisien, wisatawan bisa memilih rute yang berfokus pada kawasan pusat kota. Selain menghemat waktu di perjalanan, cara ini memungkinkan pengunjung menikmati sisi sejarah dan budaya Medan tanpa harus berpindah ke lokasi yang terlalu jauh.
Salah satu rute yang bisa dicoba adalah Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, Rumah Tjong A Fie, kemudian dilanjutkan dengan berjalan-jalan di kawasan Kesawan dan Lapangan Merdeka. Sejumlah destinasi tersebut juga dapat ditemukan dalam rekomendasi wisata Kota Medan.
Baca Juga:
Berikut panduan medan/" target="_self">jalan-jalan sehari di Medan yang bisa menjadi referensi untuk liburan akhir pekan.
Rute Wisata Medan Sehari dari Pagi hingga Malam
1. Pagi Hari: Menjelajahi Istana Maimun
Perjalanan bisa dimulai dari Istana Maimun yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun.
Bangunan ikonik berwarna kuning ini merupakan peninggalan Kesultanan Deli yang dibangun pada akhir abad ke-19. Istana Maimun memiliki perpaduan unsur arsitektur Melayu, Islam, India, dan Eropa yang membuat tampilannya berbeda dari bangunan bersejarah lainnya.
Di sini, pengunjung dapat melihat bagian istana yang dibuka untuk umum, mengamati interior, serta mengenal sejarah Kesultanan Deli. Tempat ini juga menarik bagi pencinta fotografi yang ingin mengabadikan detail arsitektur khas Melayu.
Berdasarkan informasi Dinas Pariwisata Kota Medan, Istana Maimun buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB, dengan harga tiket yang tercantum sekitar Rp10.000–Rp15.000 per orang. Tarif sebaiknya dikonfirmasi kembali sebelum berkunjung.
Alokasikan sekitar satu hingga satu setengah jam agar kunjungan tidak terasa terburu-buru.
2. Menjelang Siang: Berkunjung ke Masjid Raya Al-Mashun
Setelah dari Istana Maimun, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Masjid Raya Al-Mashun yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Medan Kota.
Masjid ini merupakan salah satu landmark bersejarah Kota Medan. Pembangunannya dimulai pada 1906 dan selesai pada 1909. Pada masa awal berdirinya, masjid tersebut menjadi bagian penting dari lingkungan Kesultanan Deli.
Arsitekturnya menjadi daya tarik tersendiri, dengan bentuk bangunan dan detail dekoratif yang mencerminkan perpaduan sejumlah pengaruh budaya.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga dapat menjadi tujuan wisata religi bagi pengunjung yang ingin mengenal sejarah perkembangan Medan. Wisatawan perlu menjaga ketenangan, berpakaian sopan, dan menghormati kegiatan ibadah yang sedang berlangsung.
Karena lokasinya relatif dekat dengan Istana Maimun, kedua tempat ini cocok dikunjungi dalam satu rangkaian perjalanan pagi.
3. Siang Hari: Mengenal Sejarah di Rumah Tjong A Fie
Setelah menikmati wisata sejarah dan religi, arahkan perjalanan menuju Rumah Tjong A Fie di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 105, kawasan Kesawan.
Rumah bersejarah ini dahulu merupakan kediaman Tjong A Fie, seorang pengusaha dan dermawan yang memiliki peran penting dalam perkembangan Kota Medan pada masa lalu.
Dibangun pada 1895, bangunan dua lantai tersebut memadukan unsur arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Pengunjung dapat mengenal kisah kehidupan Tjong A Fie, melihat koleksi bersejarah, serta mempelajari hubungan antarkelompok masyarakat yang ikut membentuk identitas Kota Medan.
Menurut informasi resmi pengelola, Rumah Tjong A Fie buka setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB, dengan batas masuk terakhir pukul 16.30 WIB. Harga tiket yang tercantum adalah Rp35.000 per orang dan sudah termasuk tur berpemandu.
Untuk kunjungan ini, sediakan waktu sekitar satu jam hingga satu setengah jam. Jika ingin masuk ke dalam bangunan, sebaiknya sesuaikan waktu perjalanan dengan jam operasionalnya.
4. Sore Hari: Menyusuri Kawasan Kota Tua Kesawan
Setelah mengunjungi Rumah Tjong A Fie, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan-jalan di kawasan Kesawan.
Kawasan ini memiliki bangunan-bangunan lama yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kota Medan. Suasananya cocok untuk wisatawan yang menyukai arsitektur, fotografi, atau sekadar menikmati suasana kota dengan berjalan kaki.
Selama menyusuri kawasan ini, pengunjung dapat mengamati fasad bangunan bersejarah dari ruang publik dan mencari sudut menarik untuk mengambil foto. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua bangunan terbuka untuk kunjungan umum.
Agar lebih nyaman, gunakan alas kaki yang sesuai, bawa air minum, dan perhatikan lalu lintas ketika berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
5. Menjelang Malam: Bersantai di Kawasan Lapangan Merdeka
Sebagai penutup perjalanan, wisatawan dapat menuju Lapangan Merdeka yang berada di pusat Kota Medan.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu ruang publik penting di kota dan berada di sekitar sejumlah bangunan bersejarah. Pengunjung bisa menikmati suasana pusat kota, berjalan santai, atau beristirahat setelah seharian berkeliling.
Jika ingin melanjutkan agenda kuliner, kawasan pusat kota juga bisa menjadi titik awal untuk mencari makanan khas Medan. Pilih tempat makan sesuai anggaran dan periksa harga sebelum memesan.
Untuk aktivitas di ruang publik, tetap perhatikan aturan yang berlaku, kondisi fasilitas, serta informasi terbaru mengenai akses pengunjung.
Estimasi Jadwal Wisata Sehari di Medan
Berikut contoh jadwal yang bisa dijadikan panduan. Waktu perjalanan antarlokasi perlu disesuaikan dengan kondisi lalu lintas, cuaca, dan lama kunjungan.
Waktu Agenda
08.00–09.30 WIB Mengunjungi Istana Maimun
09.45–10.45 WIB Wisata religi di Masjid Raya Al-Mashun
11.00–12.00 WIB Perjalanan dan makan siang
12.00–13.30 WIB Mengunjungi Rumah Tjong A Fie
13.30–15.30 WIB Menyusuri kawasan Kesawan dan menikmati waktu santai
15.30–17.30 WIB Berjalan-jalan di kawasan Lapangan Merdeka
Menjelang malam Berburu kuliner Medan dan kembali
Jadwal tersebut bersifat fleksibel. Jika ingin menikmati setiap tempat lebih lama, wisatawan dapat mengurangi jumlah destinasi agar perjalanan tetap nyaman.
Tips Jalan-Jalan Sehari di Medan agar Lebih Hemat
Agar perjalanan tidak menguras anggaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Susun rute berdasarkan lokasi. Pilih destinasi yang berdekatan agar waktu dan biaya transportasi lebih efisien.
2. Tentukan anggaran sejak awal. Pisahkan biaya transportasi, tiket masuk, makan, parkir, dan kebutuhan pribadi.
3. Periksa jam buka dan tarif terbaru. Informasi destinasi dapat berubah, terutama saat hari libur atau terdapat kegiatan khusus.
4. Gunakan pakaian yang nyaman. Cuaca perkotaan bisa terasa panas, sehingga pakaian ringan, alas kaki nyaman, dan air minum akan membantu perjalanan.
5. Jangan memaksakan terlalu banyak tujuan. Lebih baik menikmati beberapa tempat dengan santai daripada mengejar banyak lokasi tetapi tidak memiliki cukup waktu.
Jalan-jalan sehari di Medan bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah, budaya, dan suasana perkotaan tanpa harus melakukan perjalanan ke luar kota.
Dengan rute Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, Rumah Tjong A Fie, Kesawan, hingga Lapangan Merdeka, pengunjung dapat menikmati beragam sisi Kota Medan dalam satu agenda perjalanan.
Kuncinya adalah menyusun rute secara berurutan, memperhatikan jam operasional, dan menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan. Dengan perencanaan yang tepat, satu hari cukup untuk menjadi awal yang menyenangkan dalam mengenal Kota Medan.