Kamis, 24 September 2026

Wall Street Ditutup Menguat ke Rekor Tertinggi Didorong Kemajuan dalam Upaya Mengakhiri Penutupan Pemerintah AS

Mhd Rabbani - Rabu, 12 November 2025 07:58 WIB
Wall Street Ditutup Menguat ke Rekor Tertinggi Didorong Kemajuan dalam Upaya Mengakhiri Penutupan Pemerintah AS
Wall Street
Topikseru.com - Pada akhir perdagangan Selasa (11/11/2025) Indeks Utama Wall Street ditutup menguat ke rekor tertinggi didorong kemajuan dalam upaya mengakhiri penutupan pemerintah AS. Berdasarkan data yang dilansir daru Reuters, indeks S&P 500 naik 0,21% dan ditutup pada level 6.846,61, Nasdaq turun 0,25% menjadi 23.468,30, sementara Dow Jones Industrial Average naik 1,18% menjadi 47.927,96. Sepuluh dari 11 indeks sektor S&P 500 menguat, dipimpin oleh sektor perawatan kesehatan, yang naik 2,33% dan didorong oleh kenaikan lebih dari 2% masing-masing pada saham Eli Lilly, Johnson & Johnson, dan AbbVie. Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 15,3 miliar saham dengan rata-rata 20,8 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir. Indeks Dow telah menguat hampir 13% sepanjang tahun 2025, sedangkan S&P 500 sebesar 16% dan Nasdaq sudah naik hampir 22%. "Ekspektasinya adalah penutupan pemerintah telah berakhir. ... Orang-orang akan kembali bekerja, data ekonomi akan dirilis kembali, dan ketidakpastian akan berlalu," kata Kepala Strategi Investasi CFRA, Sam Stovall. Menambah kekhawatiran tentang saham-saham terkait AI yang telah memicu reli pasar dalam beberapa tahun terakhir, investor teknologi Jepang SoftBank Group mengumumkan penjualan saham Nvidia senilai US$ 5,8 miliar, dan produsen chip tersebut kehilangan hampir 3% dalam perdagangan hari Selasa. Saham CoreWeave yang didukung Nvidia merosot lebih dari 16% setelah perusahaan komputasi awan tersebut memangkas proyeksi pendapatan tahunannya karena gangguan pada pusat data. Sentimen melemah akibat pembaruan mingguan angka penggajian awal ADP yang menunjukkan bahwa perusahaan swasta rata-rata kehilangan 11.250 pekerjaan per minggu selama empat minggu yang berakhir pada 25 Oktober. Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan terjadinya bencana ekonomi dan keamanan nasional jika Mahkamah Agung memutuskan untuk tidak menggunakan undang-undang kewenangan darurat untuk mengenakan tarif yang sangat besar.
Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Indeks Dow Jones Industrial Average Cetak Rekor Tertinggi Baru Didorong Perundingan AS dan Iran
IHSG Berpeluang Sideways di Level 5.950-6.125, Inflasi AS Melandai hingga Aturan Baru BEI Jadi Sorotan
IHSG Dibuka Menguat ke 7.158, Analis Proyeksi Bergerak Mendatar Dipengaruhi Sentimen Global
Ketegangan AS-Iran Redam Optimisme Laba dan AI Dorong Bursa Saham Amerika Serikat Memerah
Wall Street Bervariasi Didorong Pasar Menanti Tenggat Waktu Trump untuk Iran